Just love me! 13

 

Title: Just love me!

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

other cast: sunny lee

sooyoung choi

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

 

note: sepertinya cerita ini akan segera berakhir dengan beberapa tembakan terakhir, tapi aku masih buntu dengan ending nih huhu. bagaimana menurut kalian? ending yang happy atau sad? hahaaha kita tunggu saja ya!

 

 

happy reading ^o^

 

 

 

 

Sepulang sekolah mereka memutuskan untuk nongkrong bersama di café langganan mereka. Kali ini semuanya turut hadir bersama-sama begitu juga dengan Jessica dan yuri yang sudah berbaikan.  Semenjak kejadian dua minggu terakhir yang mampu menghebohkan seisi sekolah, makin hari dua sejoli ini pun semakin lengket bagai kertas dan lem yang merekat dan sulit dipisahkan. Begitu juga dengan Tiffany dan Taeyeon, tak jarang orang-orang berdecak iri saat melihat kedekatan mereka yang semakin intim di tiap harinya, meski pasangan ini tak mengungkapkan hubungan mereka pada semua orang, tetap saja orang-orang bisa merasakan api asmara diantara keduanya.

 

“wah kalian berempat semakin mesra, membuatku iri saja” runtuk sooyoung sedih.

Jessica dan yuri masih saja sibuk dengan dunianya sendiri, seolah tak peduli dengan keberadaan mereka yang sedari tadi bergidik ngeri menyaksikan adegan mesum yang dilakukan oleh dua orang tak tau tempat itu.

“oh god, aku ingin mual sekarang”sindir sunny dengan wajah jengkelnya.

“dasar iri! sana cari pacar dong biar bisa mesra-mesraan begini kekeke” ucap yuri, sunny hanya memberikan tatapan jengahnya.

“taetae ah aku mau coba punyamu, boleh? ” ucap tiffany manja pada makanan yang sedang di lahap kekasih cebolnya itu, “tentu saja boleh sayang, bahkan jika kamu meminta nyawaku sekalipun, aku mau memberikannya dengan suka rela” jawab taeyeon sambil menyuapkan makanan tersebut pada gadis kesayangannya.

“awww… kamu sudah ketularan si player hitam ini ya hahaha” goda sooyoung, sementara tiffany bersemu malu.

“yah tiang  listrik!! Jaga mulut besarmu itu, jangan menuduhku sembarangan deh” taeyeon melotot kearah sooyoung namun sooyoung hanya memeletkan lidahnya.

Mereka semua tertawa melihat keduanya yang selalu saja bertengkar, begitu juga dengan pengunjung café lainnya yang ikut memperhatikan keributan yang diciptakan mereka.

 

 

Taeyeon memberhentikan motor matic birunya di halaman rumah  tiffany, ia baru saja mengantar gadis yang ia cintai pulang untuk memastikan bahwa gadis tersebut akan selalu selamat sampai tujuan dengan aman. Sepertinya aktifitas sederhana seperti ini akan terus berlangsung selama hubungan mereka masih terjalin, seolah taeyeon tidak rela untuk melepas gadis cheerleadersnya itu di bawa oleh motor lain. Sudah sebulan lebih sejak mereka resmi menjalin hubungan, keduanya masih saja merahasiakan status mereka pada teman – teman lainnya, kecuali teman terdekatnya. Sebenarnya taeyeon tak pernah merasa keberatan atas hubungan mereka yang di ketauhi public, tapi ia juga tak ingin tiffany terkena masalah dengan karir cheers nya di sekolah. Mengingat hanya menunggu hitungan hari saja untuk mereka lulus dari masa SMA, Taeyeon akan terus bersabar akan hal itu karena menurutnya rasa cintanya jauh lebih besar dari pada status yang sedang mereka jalani.

Tiffany menyerahkan helm kesayangannya pada gadis yang masih duduk diatas motor tersebut, sang gadis pun menerima helm tersebut dengan senang hati. Ia masih saja tersenyum memandang kearah gadis di di depannya, sementara gadis yang di pandang merasa heran.

“waeyo sayang? Ada yang salah denganku?” ucapnya bingung.

“ani.. hanya saja kamu melupakan sesuatu”

Tiffany sedikit berfikir , dahinya sampai mengerut dengan kedua alis yang semakin menyatu. Namun tak butuh waktu lama untuk ia paham apa yang di inginkan pacar nya tersebut, dengan cepat ia mendekat pada tubuh gadis itu dan mencium nya dengan lembut. Kali ini lebih spesial, karena Tiffany memberikan kecupan sederhana itu di bibir, bukan di pipi yang seperti biasa ia lakukan.

Tentu saja taeyeon nyengir dengan tampang bodohnya, tanpa sadar ia memegang bibirnya dengan kedua tangannya “wow! Kamu menakjubkan” ocehnya tak karuan, sementara tiffany hanya tertawa melihat tingkah dork kekasihnya.

“kamu ga mampir dulu?”

“mian sayang, tapi aku ada janji dengan seseorang nanti sore. Besok aku akan menjemputmu seperti biasa” taeyeon mencoba mengatakan rasa bersalahnya.

“dengan siapa? Kamu beneran ga kena virus yuri kan?” tiffany menatapnya dengan penuh selidik.

Sementara taeyeon hanya menggeleng dan tersenyum “percaya lah padaku, aku hanya akan jatuh cinta padamu.” Jawabnya tegas. Mau tak mau tiffany ikut tersenyum padanya dan mengangguk.

“kalau begitu aku pergi dulu ne, nanti aku telepon kamu”

“aye kapten! Hati – hati dijalan sayang”

Taeyeon mengangguk dan segera melajukan motor nya menjauh.

 

Tiffany segera merebahkan dirinya di kasur. Matanya terpejam sambil mengingat semua kejadian yang sudah ia lalui hari ini. Dengan segera ia menggelengkan kepalanya karena sudah merasa curiga pada kekasih pendeknya, padahal ia sudah berjanji untuk menjadi orang pertama yang mempercayai taeyeon, tapi malah dirinya sendiri yang melanggar janji tersebut. “mungkin aku butuh mandi air dingin” begitu pikirnya.

 

 

 

seminggu kemudian.

 

Seluruh siswa di SM INTERNASIONAL HIGHSCHOOL hari ini berkumpul di aula sekolah. Begitu juga dengan seluruh anggota keluarga dari pada siswa yang turut hadir menyaksikan hari paling bahagia untuk putra putri mereka yang akan segera memasuki jenjang perguruan tinggi. Suasana di aula yang sangat luas itu pun cukup padat , karena seluruh tamu undangan sudah memenuhi kursi masing-masing. Tak jauh berbeda dengan orang tua dari Jessica,yuri,Sunny dan Sooyoung yang duduk berdampingan dalam satu barisan. Sementara taeyeon tampak kecewa, orang yang paling di harapkannya hadir tidak kunjung datang. Dengan berat hati ia pun langsung ikut berbaris dengan kelompok kelasnya. Keempat temannya yang mengerti akan yang di rasakan taeyeon pun hanya mampu memberikan senyum untuk memberinya semangat.

 

Seluruh siswa kompak dalam menyanyikan lagu mars sekolah mereka, dengan iringan nada piano yang lembut namun tegas dari sang pianis ternama di sekolah, Kim Myung Soo. Namja berparas tampan namun pendiam itu berhasil menghipnotis para yeoja yang hadir atas jari-jarinya yang lihai dalam mengola tuts-tuts piano tersebut.

 

Begitu juga dengan sunny yang sedari tadi tak fokus menyanyikan lagu mars sekolah yang menurutnya sangat  ketinggalan jaman dan lebih memilih mencuri pandang pada namja yang duduk di tengah panggung itu. Sudah sejak lama Sunny memendam perasaan sukanya pada Myung soo, pertemuan mereka bermula saat keduanya bertemu di perpustakaan sekolah. Saat itu Sunny yang mendapat giliran dari kelas untuk membereskan buku-buku di perpustakaan, awalnya ia merasa jengkel dan bosan karena tugas yang di berikan guru Park padanya. Apalagi ia cukup merasa kesulitan untuk meraih sebuah buku yang terletak di rak atas, dengan kaki pendeknya ia tetap berusaha berjinjit bahkan melompat untuk meraih buku tersebut. Namun pucuk dicinta ulam pun tiba, seperti kata pepatah lama yang  telah di sebutkan ia pun segera merasakan tangan seseorang yang memegang pundaknya dan dengan jiwa kepahlawanan membantunya mengambil buku tersebut.

 

 

Seorang namja berparas imut sekaligus tampan menyerahkan buku berwarna merah tua yang sedang di genggam nya begitu saja. Ekspresinya dingin , namun bibirnya tetap tersenyum tipis pada sunny, sang gadis pun dengan gugup membungkuk berulang kali untuk mengucapkan rasa terima kasihnya. Sang namja yang memiliki name tag ‘Kim Myung Soo’ itu pun jadi ikut tertawa melihat kelakuan gadis di depannya. Sadar akan di tertawakan, Sunny berhenti dari aktivitas menunduknya dan mengulurkan tangan untuk berkenalan. Yap , sejak saat itu Sunny dan Myung Soo menjadi dekat. Ia selalu di buat kagum oleh pria tersebut, apalagi ia baru mengetahui jika Myungsoo jauh lebih muda 2 Tahun dari dirinya, ia adalah murid jenius yang mampu loncat kelas dua tingkat dari yang seharusnya. Meski hanya berteman dan bertemu beberapa kali, perasaan kagum itu perlahan berubah menjadi rasa suka yang sangat mendalam. Tapi sungguh sayang, Sunny belum punya keberanian sampai sekarang. Dan taeyeon tau akan hal itu, karena gadis berkulit pucat itu yang hanya Sunny percaya untuk rahasia cerita asmaranya.

 

 

Nyonya Kim yang tak lain adalah ibu tiri Taeyeon, baru saja hadir bersama putri sulungnya Kim Irene. Mereka segera bergegas untuk duduk di kursi tamu yang sudah di sediakan. Tak lupa ia memberikan salam pada orang tua lainnya, begitu juga dengan Irene kecil yang cantik. Ia dengan terkagum –kagum menatap seluruh interior aula gedung, sebentar lagi ia akan tamat dari sekolah menengah pertamanya. Dalam hati ia bertekad untuk segera diterima di sekolah kakaknya ini tahun depan.

 

 

Nyonya Kim sejak tadi terus saja memperhatikan putri tirinya, Kim Taeyeon. Dengan bangga ia meneteskan air mata haru, karena putri yang bukan darah dagingnya itu berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Sebeneranya nyonya Kim sangat  menyayangi taeyeon seperti ia menyayangi Irene, ia tak pernah membedakan keduanya karena sebelum Irene lahir kedunia ia dan taeyeon cukup dekat. Karena sejak Irene lahir, taeyeon merasa kesepian dan merasa mulai tak di jadikan prioritas lagi oleh orang tuanya. Ia selalu saja mengurung diri dan bersikap dingin pada ibu tirinya bahkan pada adik kecilnya yang manis dan lucu.

 

 

Seluruh siswa sudah selesai bernyanyi, bahkan pidato dari kepala sekolah bahkan wali kelas masing-masing kelaspun sudah di lakukan. Saatnya bagi para siswa bertemu dengan keluarga mereka untuk mendapatkan karangan bunga dan berfoto bersama. Taeyeon membungkuk sopan kepada orang tua teman-temannya, terutama pada Daddy dan Mommy Jessica yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri. Tak lupa keduanya juga memeluk taeyeon dengan erat dan mengucapkan selamat pada sahabat putri nya.

“anyeeong semuanya” sapa nyonya Kim pada keluarga yang sedang berkumpul. Kemudian ia menatap taeyeon dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

“ibu.. kau? Ah terima kasih karena sudah hadir” taeyeon yang kaget pun segera memberi salam pada ibu tirinya. Di dalam hatinya ia sedikit bersyukur karena masih ada yang peduli padanya.

 

Nyonya Kim tersenyum sembari memberikan sebucket bunga pada putri tirinya. “selamat nak, ibu bangga padamu. Bolehkah aku memelukmu sebentar?” ucap Nyonya Kim agak ragu, ia takut taeyeon akan menolak perlakuannya.

 

“tentu saja ibu, aku menghargai kebaikanmu” dengan sedikit gugup taeyeon memeluk ibu tirinya, hatinya sedikit berdesir tatkala merasakan kehangatan pelukan seorang ibu lagi setelah sekian lama. Walaupun umma dan appa nya tak akan pernah datang memberikannya selamat, setidaknya ia salah menilai akan ibu tirinya selama ini, ia merasa bersalah sekaligus sedih. Ibunya mengelus punggung gadis itu dan mencium pipi taeyeon, ia memberikan senyum tulusnya untuk putri yang ia sayangi agar tak merasa bersedih, ia paham atas rasa kecewa yang taeyeon rasakan karena Appanya tidak bisa hadir.

 

“chukaee unnie –ya , kamu sangat keren tadi” ucap Irene bangga pada kakanya. Taeyeon pun dengan sayang mengacak rambut adik nya tersebut. “kamu tak ingin memelukku juga Irene ah?” godanya pada gadis itu, ia tau jika selama ini Irene selalu merindukan kedekatan diantara mereka, tapi ia terlalu egois untuk mengakui keluarga barunya atas apa yang sudah ia alami.

 

Irene pun tersipu malu sambil memeluk tubuh kakak perempuannya dengan erat, kemudian dengan cepat ia mengecup pipi gadis tirus tersebut, tentu saja hal tersebut membuat taeyeon dan lainnya ikut tertawa.

 

Disisi lain~

 

Tiffany yang sejak tadi sudah hadir di upacara kelulusan taeyeon pun ikut bersuka cita menyambut moment kecil dari keluarga kekasihnya tersebut. Ia sudah membawa sebuket bunga mawar putih kesukaan taeyeon di genggamannya, namun ia masih saja setia berdiri di pinggir aula karena tak ingin mengganggu momen yang taeyeon lakukan dengan keluarga nya. Ia harus menunggu dengan sabar, sebab taeyeon sudah berjanji untuk berkencan spesial di hari kelulusannya dengan tiffany sore ini. Yap, sekolah tiffany sudah lebih dulu mengadakan upacara kelulusan, para teman-teman nya datang untuk memberikannya selamat, maka sekarang saatnya untuk dia memberikan selamat pada mereka.

 

Dengan senyuman yang mengembang di bibir indahnya, ia pun melangkahkan kakinya dengan anggun ke arah mereka. Banyak siswa-siswa lain yang mengenal tiffany pun ikut kagum melihat penampilannya yang cantik dengan dress merah muda selutut. Namun, mendadak kakinya berhenti melangkah seolah ada magnet yang siap menahan high hills yang ia kenakan. Hatinya segera hancur berkeping-keping saat melihat seorang namja tampan memeluk kekasih hatinya dengan mesra.

 

“hai kiddo!! Congratulations atas kelulusanmu!!” sebuah suara berat berhasil menghentikan aktifitas berfoto mereka, seluruh anggota keluarga termasuk Sunny, Sooyoung, Jessica dan Yuri pun ikut heran karena merasa tak mengenal pria bertubuh tegap tersebut.

 

 

Namun taeyeon yang di buat kaget pun segera tersenyum sambil berlari memeluk tubuh pria itu dengan erat. Tak ada yang berani berbicara, mereka masih saja memperhatikan interaksi keduanya termasuk dengan Nyonya Kim dan Irene.

 

 

“Oppa.. bogoshipoyo. Aku kira kamu ga bakal datang ke upacara kelulusanku. Terimakasih oppa, aku mencintaimu” ucap taeyeon sedikit berlinang air mata, ia tak kuat menahan haru karena kakak tertuanya menepati janji nya untuk hadir, setidaknya dengan kehadiran oppanya di sini mampu menghapuskan rasa rindunya sedikit akan keluarganya.

 

 

“tentu saja adik manisku, oppa sudah berjanji padamu minggu lalu dan aku akan menepatinya sebelum berangkat pulang ke New York lusa” lelaki yang di sebut Oppa oleh taeyeon itu pun mengacak rambut adiknya dengan lembut.

 

 

Namun ia segera sadar karena telah berhasil membuat semua teman-teman taeyeon bingung, ia pun segera membungkuk untuk memperkenalkan diri “anyeong haseyo, Kim Jiwoong imnida. Saya kakak kandungnya Taeyeon dari New York” ia memberikan senyuman hangat pada semuanya.

 

 

Tentu saja mendengar kata ‘Kakak Taeyeon’ membuat yang lainnya semakin tak percaya, namun mereka segera menepiskan rasa kaget tersebut dan mulai memperkenalkan diri masing-masing. Begitu juga dengan Nyonya Kim dan Irene. Jiwoong yang tau kalau istri kedua ayahnya yang hadir pun segera memberi hormat padanya, bagaimana pun ia mengucapkan rasa terima kasih karena telah merawat adik yang ia sayangi dengan sepenuh hati.

 

 

“apakah kamu ingin mampir makan siang dirumah Jiwoong ssi?” Tanya nyonya Kim lembut padanya.

 

 

Namun ia menerima gelengan lembut dari namja tersebut.”mianhae nyonya Kim, bukan nya saya ingin menolak ajakan anda, tapi aku masih belum siap bertemu appa” jawabnya sembari tersenyum lemah.

 

 

Nyonya Kim pun mengangguk mengerti meski ia sedikit merasa kecewa, tapi ia masih tetap senang karena akhirnya bisa melihat Taeyeon tersenyum kembali. Ia pun segera berpamitan untuk pulang kerumah bersama Irene, begitu juga dengan orang tua lainnya yang sejak tadi sudah meninggalkan gedung aula sekolah ini.

 

“aku tak menyangka jika oppa sangat mirip dengan si cebol ini, dan.. kamu sungguh tampan oppa” ucap sooyoung dengan wajah penuh kekagumannya.

 

 

Sementara sunny dan yang lainnya mengganggukan kepala tanda setuju dengan argument dari teman tingginya itu. Jessica yang masih tak percaya pun mulai membuka suara. “younggie benar, aku dulu sering melihat foto kecilmu bersama taeyeon yang ia simpan di kamarnya. Aku mengira kalian adalah sepasang anak kembar yang terpisahkan oleh jarak dan aku benar-benar berharap untuk bisa bertemu denganmu suatu saat nanti, terima kasih karena sudah datang untuk sahabat yang paling aku cintai oppa dan telah mengabulkan keinginanku secara tidak langsung hehe”

 

 

Yuri yang mendengar hal tersebut sedikit merasa cemburu karena Jessica menginginkan bertemu orang lain selain dirinya. Tapi ia sengaja tidak memperlihatkan rasa cemburunya karena gengsi, karena ia tetap merasa menjadi gadis yang lebih menarik dari namja mana pun(?).

 

 

Mereka semua masih setia mengobrol bersama jiwoong , hanya taeyeon yang sedikit gelisah sejak tadi. Ia merasa tak enak hati, karena satu-satunya gadis yang ia tunggu tak kunjung datang. Sooyoung yang segera mengerti pun menepukan tanganya pelan pada bahu sahabatnya, “tiffany baru saja mengabariku jika tak bisa datang. Ia mendadak ada urusan keluarga dan menitipkan salam padamu taeng. Fany bilang selamat untuk kelulusanmu dan ia sangat bangga padamu.” Ucap sooyoung mencoba menenangkan sahabatnya.

Memang benar baru saja tiffany mengirimkan pesan pada gadis tinggi tersebut untuk meminta maaf karena tak bisa hadir, tentu saja ia bisa memakluminya. Tapi tanpa mereka sadar jika tiffany sejak tadi sudah datang ke acara kelulusan mereka, namun entah mengapa ia enggan untuk bergabung dan memutuskan pulang begitu saja setelah melihat kehadiran namja yang tak ia kenal di hadapan taeyeon.

 

 

“siapa tiffany itu kiddo? Wah kamu lebih mengharapkan seorang gadis untuk hadir dibandingkan Oppamu yang tampan ini ya?” goda jiwoong padanya, semua orang tertawa sementara taeyeon hanya tersenyum. “ dia gadis yang aku ceritakan padamu minggu lalu oppa. aku juga mengharapkanmu paboya”  ia memukul kepala jiwoong pelan, mereka semua kembali tertawa melihat kelakuan dua kakak beradik yang terlihat sangat mirip tersebut, bedanya hanya rambut jiwoong pendek dan rambut taeyeon jauh lebih panjang kekeke.

 

“baiklah-baiklah, maafkan oppa hehehe. Bagaimana jika aku mentraktir kalian makan untuk merayakan kelulusan kalian?” ucap jiwoon, tentu saja hal tersebut disambut baik oleh mereka semua terutama sooyoung.

 

 

 

>>>

 

Setelah hari kelulusan dan makan siang untuk merayakan kelulusan mereka bersama kakak kandungnya, malam harinya taeyeon datang untuk menemui Tiffany. Ia berencana untuk melakukan pesta kecil-kecilan dirumah kekasihnya tersebut, karena ia tahu jika sore tadi Daddy dan Mommy nya mengabari taeyeon untuk berkunjung kerumah mereka jika ada waktu untuk menemani Tiffany yang akan mereka tinggalkan untuk perjalanan bisnis selama dua hari.

 

Tentu saja kabar itu disambut sangat baik oleh taeyeon, setelah selesai membersihkan diri ia pun segera melajukan motornya ke minimarket untuk membeli beberapa makanan ringan serta minuman untuk persiapan pesta di rumah tiffany. Namun ia harus menelan rasa kecewa mendadak, karena ternyata Tiffany sedang tidak ada dirumah, ahjussi sang supir pribadi di keluarga nya mengatakan jika Nonna mudanya sudah pergi bersama Bora sejak sejam yang lalu. Maka pupus lah harapannya untuk mewujudkan kencan spesial yang sudah ia rencanakan, dengan berat hati taeyeon harus melajukan motornya pergi menjauh. Ia cukup sedih kali ini, tapi ia tak bisa menyalahkan tiffany karena ia merasa tiffany juga butuh kebebasan untuk berkumpul bersama teman-temannya, ia tak punya banyak hak untuk melarangnya.

 

Tanpa sadar ia pun memarkirkan motor matic biru mudanya di depan apartement milik yuri. sudah hampir 2 tahun terakhir ia tidak menginjakan kaki nya di tempat ini mengingat hubungannya dulu bersama yuri sempat renggang karena saling membenci.

 

 

Dengan berat hati ia pun memencet bel di depan pintu tersebut, apartement yuri tidak terlalu besar dan juga tak kecil ukurannya sangat cocok untuk di tinggali seorang diri mengingat kedua orang tuanya yang tinggal di kota lain karena harus mengurus usaha milik kakek neneknya. Tak perlu waktu beberapa lama, seseorang pun membukakan pintu, siapa lagi kalau bukan Kwon Yuri si pemilik sah dari tempat yang ia tuju. “mau berpesta?” ucap taeyeon nyengir padanya.

 

Walau sedikit kaget akan kehadiran taeyeon ia pun mempersilahkan gadis bertubuh pendek itu untuk masuk.

 

 

“tidak banyak yang berubah dari tempat ini, kamu masih saja memajang foto itu ya” taeyeon tersenyum memperhatikan sebuah figura kecil di sudut ruangan yang menampilkan kedua anak kecil yang tersenyum sambil memegang mendali yang menggantung pada leher mereka. Tanpa sadar yuri juga ikut tersenyum melihat foto tersebut, ia sangat menyayangi foto tersebut karena itu satu-satunya foto yang tersisa dari persahabatan mereka berdua.

 

“tentu saja, bagaimana pun aku ga bisa membencimu begitu saja taeng ah.”

 

Taeyeon pun mengangguk mengerti dan duduk di sofa hitam milik yuri. “ bagaimana hubunganmu dengan sica?” ucapnya membuka obrolan. Sementara yuri yang baru saja menuangkan soju pada gelas ikut melirik kearah gadis di depannya itu sekilas, lalu memberikan segelas cairan alkohol itu padanya. “gumawo” ucap taeyeon lalu meminumnya dalam sekali tegukan.

 

“seperti yang kamu lihat, aku dan sica sudah semakin membaik. Aku rasa dia sudah memaafkanku sepenuhnya. Terima kasih karena telah menyadarkanku saat itu taeng ah” jawabnya sambil meneguk cairan bening itu. Ia menuangkan kembali soju tersebut ke gelas taeyeon dan bersulang untuk meneguknya.

 

“bagaimana denganmu dan fany? Mengapa kamu kesini, maksudku aku sedikit kaget melihatmu tiba-tiba datang di depan pintu apartementku. Aku pikir tadi sica babyku yang datang. Untung saja aku tidak langsung menciummu haha”

 

Taeyeon sedikit kaget dengan perkataan jujur dari teman hitamnya itu, namun dia ikut tertawa “kamu sungguh mesum yul, aku ga nyangka kalian sudah sejauh itu. Aku rasa kamu perlu di bawa ke dokter untuk cuci otak.” Candanya.

 

“yah !!! aku memang mesum dan tidak ada yang memungkiri atas keseksian tubuh dari seorang Jessica jung, tapi asal kamu tau ya dia bisa saja langsung membunuhku jiwa berani menyentuh ‘area’ fantastis dari tubuhnya, memikirkannya saja sudah membuatku bergidik ngeri” taeyeon kembali tertawa mendengar perkataan yuri, ia tak menyangka jika orang seplayer selevel yuri mampu takluk dengan Jessica.

 

“hei ayolah jangan menertawakan ku, lebih baik jawab pertanyaanku tadi. Pasti kamu lagi bermasalah dengan tiffany ya?” Tanya nya dengan sedikit kesal.

 

 

Mendengar nama tiffany, membuat rasa kecewa taeyeon kembali . dengan berat hati ia menceritakan apa yang ia rasakan pada gadis di depannya. Tentu saja yuri menyambut baik setiap cerita taeyeon dengan soju yang terus mereka minum, tanpa sadar keduanya telah mabuk dan tertidur di sofa hitam milik yuri hingga pagi.

 

>>>

 

jam sudah menunjukan pukul 11 siang, sementara taeyeon sudah sampai di halaman rumah besarnya. Lee ahjussi yang tak lain merupakan supir pribadi keluarganya terlihat sedang membersihkan mobil hitam yang semakin kinclong milik ayahnya, itu pertanda ayahnya sudah berada dirumah.

taeyeon semakin heran, karena tidak biasanya di jam-jam kerja seperti ini Appa super sibuknya itu bisa berada dirumah, “ini keajaiban!! mungkinkah dia ingin memberikan selamat padaku?” kekehnya dalam hati.

 

dengan sedikit harapan di dalam dirinya, ia pun masuk ke dalam rumah besar tersebut sambil sedikit bersiul-siul. Dalam setiap langkah kakinya ia selalu mengingat kejadian terakhir yang ia habiskan bersama Oppanya, ia ingin merasa bahagia sekarang, ia tak mau lagi bersedih atau pun berputus asa seperti dulu kala. masalah hatinya dengan Tiffany biarlah ia selesaikan setelah ini. Yap, taeyeon tak mau menjadi seorang pecundang seperti dulu saat ia menyukai jessica, kali ini ia akan lebih memperjuangkan cintanya.

 

dengan tenang ia meletakan ranselnya di sofa, tak jauh dari sana, taeyeon melihat ayahnya yang sedang duduk di sebuah kursi panjang di pojok ruangan, tempat biasanya untuk taeyeon dan keluarganya dulu menghabiskan sisa waktu bersama untuk sekedar mengobrol dan bercanda.

 

“appa” sapanya ramah sambil langkah kakinya bergerak menuju tempat tersebut.

 

 

‘PLAAKK!!!’

 

 

 

Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi tirusnya.

 

 

 

“DASAR ANAK TAK TAU DIUNTUNG! KAU SAMA MEMALUKANNYA SEPERTI IBUMU!”

 

 

Tbc.

Just love me! 12

 

Title: Just love me!

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

other cast: sunny lee

sooyoung choi

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

Happy reading!

 

 

 

            Taeyeon memeluk tiffany dengan lembut sembari mengelus rambut kekasih cantiknya itu. Malam minggu ini mereka habiskan hanya berdua di rumah Tiffany.  Yah , kedua orang tua nya memang sengaja menitipkan anaknya semata wayang yang paling mereka cintai kepada Taeyeon, sementara mereka masih berada di Kanada untuk urusan bisnis. Entah mengapa kedua orang tua Tiffany menyetujui hubungan mereka begitu saja, mungkin karena keluarga Tiffany sebelumnya sudah lama bermukim di negeri Paman Sam itulah yang membuat mereka lebih terbuka dengan hal seperti ini. Tentu saja kabar ini disambut bahagia oleh teman-teman lainnya.

               Jack dan Rose maih setia beradegan mesra di hadapan mereka, tiffany masih saja setia menatap layar tipis persegi di hadapannya itu, bibirnya tak henti-hentinya mengembangkan senyum dan takjub atas setiap adegan yang ia lihat, bahkan ia tak kuasa menahan tangis karena melihat adegan dimana sepasang kekasih tersebut yang terpisahkan oleh maut karena kapal yang di tumpagi menabrak batu karang. Jangan Tanya bagaimana dengan gadis yang di sampingnya, karena gadis itu hanya menatap layar dengan malas sambil memutarkan matanya melihat adegan – adegan mesra yang tersaji, ia tipe gadis yang tak percaya dengan hal-hal berbau romantis dalam film dan novel karena baginya melihat seperti itu hanya membuang waktunya saja.

                 Dalam hidupnya ia hanya tertarik pada musik dan seni, sejak kecil ia suka menggambar sesuatu menggunakan crayon di tembok kamarnya tentu saja hal itu membuat Umma nya bangga pada gadis kecilnya, ia sering di beri pujian oleh kedua orang tuanya sembari mencium pipi gembulnya. Bakat seni taeyeon berasal dari gen Ibunya yang merupakan seorang pelukis handal di Korea Selatan, sementara oppa nya sejak kecil sering mengajarkannya bermain gitar , sehingga mereka sering bernyanyi bersama di halaman belakang rumah. Tidak dengan Appanya yang lebih tertarik dengan bisnis sehingga sering mengabaikan waktu bersama mereka, ayah taeyeon adalah seorang pekerja keras karena ia merasa perjuangannya sangatlah besar dalam membangun perusahaan ‘KIM’S FOOD’ dari bawah hingga bisa se sukses sekarang. Sejatinya tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anak-anaknya, appa nya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk ketiga anaknya, ia tak ingin keluarganya hidup dalam kemiskinan oleh sebab itu ia selalu menghabiskan seluruh waktunya untuk perusahaan dari pada keluarga, namun justru hal tersebutlah yang membuat Taeyeon merasa apa yang ayahnya lakukan adalah sebuah kesalahan yang tak bisa ia maafkan.

                 Tanpa sadar ia sudah melamun hingga film pun selesai. Bahkan tiffany menatapnnya heran sembari menyilangkan kedua tangannya di dada. “kamu melamun eoh?” Tegurnya pada gadis berkulit pucat itu. Si gadis yang baru sadar akan dunia aslinya pun kaget, namun ia segera memberikan cengiran khasnya pada kekasih hatinya. Tiffany dibuat semakin curiga, ia bertanya kembali “ kamu memikirkan jessi ya?” kedua matanya melotot menatap taeyeon, seakan kedua bola mata itu akan copot dari tempatnya. Si gadis yang ditatap hanya bergidik ngeri menatap wajah marah kekasihnya. Ia segera memberikan gelengan “aku hanya memikirkan umma”jawabnya. “ohh.. maafkan aku tae. Aku salah menduga tentangmu” tanpa sadar ia mengelus tangan taeyeon sembari memberikan tatapan lembut. Ia ingin memberikan kehangatan pada gadis itu, ia tahu bahwa di balik kesan dingin yang selalu Taeyeon berikan kepada orang lain, ia hanyalah gadis yang rapuh yang berusaha terlihat kuat di hadapan teman-temannya, itulah yang membuatnya jatuh cinta pada gadis tersebut.

“kamu sudah mengerjakan pr mu ppany ah?” tiffany menggeleng sambil tersenyum, ia tau bahwa taeyeon sedang mengalihkan pembicaraan. Itu tandanya si gadis pendek tak ingin membahas hal tersebut lebih dalam, tentu saja tiffany dengan senang hati melakukannya karena ia tak ingin taeyeon bersedih lagi.

“kalau begitu ayo kita kerjakan bersama, cepat ambil bukumu”

Tiffany mengangguk dengan senang. Ia pun segera mengambil buku nya dan kembali pada taeyeon. Mereka pun mulai mengerjakan tugas – tugas tiffany bersama-sama.

Setengah jam kemudian.

“aigoo… mengapa harus ada matematika sih di dunia ini, membuat rambutku rontok saja” runtuk taeyeon sambil mengacak-acak rambut hitamnya kesal. Sementara tiffany tertawa melihat tingkah kesal pacarnya yang menurutnya itu imut. Dengan kelembutan ia pun merapikan kembali rambut taeyeon dengan jari-jarinya. Taeyeon kembali terdiam, seakan telah terhipnotis akan perlakuan sederhana dari pacarnya, ia menatap tiffany bingung sekaligus senang. Entah karena alasan apa jantungnya kembali berdetak lebih cepat dari biasanya , seluruh rasa kesalnya hilang dan berganti dengan lengkungan senyum di bibir tipisnya. Tiffany pun ikut tersenyum, sehingga mereka beradu pandang untuk waktu yang cukup lama. Secara refleks Tubuh mereka seakan tau apa yang harus di lakukan selanjutnya yakni mendekat satu dengan yang lainnya, hembusan nafas pun kian terasa diwajah kedua gadis tersebut sembari kedua bibir mulai menutup jarak yang tersisa dan saling bertautan dengan lembut. Tak ada emosi, hanya beberapa kecupan lembut yang taeyeon berikan, begitu juga dengan balasan yang tiffany berikan.

             Mereka sudah melakukan ciuman untuk beberapa waktu sebelumnya tapi yang kali ini bagaikan ciuman pertama untuk keduanya, tak ada nafsu di dalamnya. Mereka berenti untuk beberapa saat, menyatukan dahi satu sama lain sambil tersenyum di bibir masing-masing. Taeyeon mengatur nafasnya,seakan merasakan ada jutaan kupu-kupu yang siap terbang dari balik perutnya. Ia kembali memeluk pinggang tiffany dan menatap tepat kedalam bola matanya “ aku baru tau bagaimana rasanya jatuh cinta yang sebenarnya…”

“how?” Tanya gadis bereyesmile itu dengan senyuman yang semakin merekah.

“mari kutunjukan padamu Tiffany Hwang.” Ucapnya lantang sambil menutup jarak kembali diantara mereka, ciuman panaspun kini tak dapat ter elak an.

***

           Setelah mengantar tiffany menuju sekolahnya, taeyeon pun bergegas memutar arah menuju SMA nya . ia tak mau di hukum karena telat masuk di jam pertama, membayangkan wajah Seosangnim yang killernya melebihi anjing galak milik satpam perumahan elite tempat  tinggalnya sudah membuat bulu kuduknya berdiri. Mau tak mau ia harus menambah kecepatan penuh pada laju motornya, untung saja jalanan Seoul hari ini sedang sepi sehingga ia tak perlu khawatir untuk ngebut. Setelah sampai di parkiran, ia pun segera berlari menuju kelasnya. Butuh usaha ekstra untuk menaklukan ratusan anak tangga dengan kakinya yang mungil, sungguh sebuah anugerah dari tuhan karena kelasnya berada di lantai tiga. Akhirnya ia pun berhasil masuk kedalam kelas dengan nafas yang tersenggal-senggal. Baju yang cukup berantakan serta keringat yang bercucuran membuat seisi kelas terheran-heran. Pasalnya ini adalah pemandangan pertama kali seumur hidup untuk mereka melihat siswa secerdas taeyeon datang terlambat dari biasanya, begitu juga dengan sooyoung dan lainnya.

“hei sini cepat duduk!! Sebentar lagi guru Park datang” teriak sunny padanya.

Taeyeon pun segera mengikuti perintah teman cebolnya. Ia sedikit bersyukur karena guru killer tersebut belum berada dikelas.

“pakai ini untuk membersihkan keringatmu taeng ah” Jessica menyodorkan sapu tangannya, “gumawo princess” balas taeyeon senang. Ia pun segera merapihkan diri. Tak selang beberapa menit, guru yang ditunggu-tunggu pun masuk dan dengan ajaibnya seisi kelas menjadi diam membisu. Pelajaran pun dimulai dengan tenang hingga bel istirahat berbunyi.

Seperti biasa, mereka menghabiskan waktu istirahat di kantin untuk mengisi perut sekaligus mengobrol bersama. Berbeda dari biasanya, kali ini sooyoung lebih tertarik memborbardir teman pendeknya dengan segudang pertanyaan dari pada menghabiskan makanannya. Sementara yang ditanya hanya memandang malas.

“ayolah pendek, aku penasaran kenapa kamu telat” desak sooyoung.

“iyanih, aku juga penasaran. Kamu begadang ya?” Tanya sunny. Sementara Jessica hanya memperhatikan taeyeon sambil menopang dagunya dengan kedua tangan yang di letakan di atas meja. Entah mengapa hanya menatap wajah sahabatnya akhir-akhir ini sudah membuatnya senang dan kenyang(?).

Dengan malas taeyeon menjawab pertanyaan mereka. “ iyaa nih, semalaman aku membantu tiffany mengerjakan tugasnya. Karena itu lah aku telat.” Ia tak ingin jujur akan hal lain yang ia kerjakan bersama tiffany karena takut di ledek habis-habisan oleh sooyoung, lebih baik menyimpan nya sendiri saja, begitu pikirnya. Tanpa sadar memikirkan hal tersebut membuatnya jadi tersenyum sendiri, tentu saja sooyoung semakin ngeri menatap teman pendeknya itu.

“kamu pasti berbuat mesum ya di rumah fany? Dasar byuntae!!” tuduhnya sambil tertawa.

“kamu tuh yang mesum tiang listrik!!” ucapnya membela diri. Sementara sunny dan Jessica ikut tertawa melihat tingkah kedua temannya yang selalu bertengkar. Beberapa menit kemudian seseorang datang ke meja mereka.

“baby.. aku ingin berbicara padamu” ucap yuri yang menatap Jessica penuh harap.

“pergilah yul, aku sedang tak ingin melihat wajahmu” balasnya tanpa menatap wajah yuri.

Taeyeon yang melihat adengan tersebut seakan mengerti, ia mengajak sooyoung dan sunny untuk pergi menuju kelas.

“perjuangkan perasaanmu yul, jangan jadi pengecut seperti aku dulu. Fighting!” bisik taeyeon padanya sebelum menjauh.

            Sudah hampir seminggu Jessica mendiamkan kekasih  tanned nya tersebut. Ia kecewa karena yuri lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman se tim basketnya dari pada dengan dirinya. Malam itu saat taeyeon selesai mengantarkannya pulang, yuri juga tak kunjung menelpon nya atau pun memberi kabar. Jessica kembali menangis karena merasa di abaikan oleh orang yang ia sayang.

              Keesokan harinya yuri datang menemui Jessica di rumahnya, wajahnya sedikit lebam di bagian sudut bibir kirinya, dengan khawatir Jessica membawanya masuk kerumah sembari mengobati luka pada wajah kekasihnya itu. Setelah selesai mengobati, dengan khawatir Jessica bertanya padanya atas apa yang terjadi, dengan wajah lesu yuri pun menceritakan jika malam itu taeyeon datang menemuinya dan memukulnya tepat di depan semua anggota tim. Ia marah besar pada yuri yang mengabaikan Jessica hanya untuk berpesta dengan orang lain, taeyeon mengingatkan kembali atas janji yang yuri buat padanya. Tentu saja Jessica penasaran akan janji yang taeyeon bicarakan pada yuri, mau tak mau yuri pun menjelaskan padanya bahwa taeyeon dulu mencintainya, dan yuri sudah berjanji untuk menjaga Jessica dengan seluruh jiwa raganya pada malam saat mereka di Busan.  karena telah melanggar janjinya yuri pun menyesal dan memohon maaf pada kekasihnya itu, namun entah mengapa sejak hari itu Jessica mengatakan ingin sendiri dulu untuk sementara waktu dan bersikap dingin padanya setelahnya. Ia sangat kecewa pada yuri yang tak jujur sejak awal, dan ia juga kecewa pada dirinya yang tak peka akan perasaan yang di rasakan sahabat kecilnya untuk dirinya.

“baby.. kumohon jangan seperti ini..” ucap yuri kembali, ia mengambil tangan Jessica dan mengenggamnya pelan.

Jessica kembali diam, ia tak ingin melihat yuri sekarang seakan hatinya belum siap.

Dengan penuh keberanian yuri pun memeluk Jessica dengan erat di hadapan semua orang yang berada di kantin. Ia tak peduli lagi akan seluruh penggemarnya yang patah hati karena melihat adegan tersebut. Ia hanya ingin Jessica dalam hidupnya.

“maafkan aku baby, aku sungguh menyesal karena mengabaikan mu.. aku juga menyesal karena berbohong padamu saat itu. Tapi aku melakukan semua ini karena aku benar-benar jatuh cinta padamu sejak kita bertemu di lapangan sekolah aku tau tindakanku salah karena merebut cinta pertama sahabatku sendiri.., tapi seperti yang kamu tau jika cinta bisa membuat seseorang jadi buta dan egois, aku jahat sica. Aku bahkan sudah berhasil membuat taeyeon memaafkanku dan berjanji padanya untuk selalu menjagamu dengan sebisaku, tapi aku malah lalai dengan janji itu. Sungguh aku memang bodoh..” ucapnya dengan penuh penyesalan.

Jessica masih saja diam dalam pikirannya.

Yuri menghembuskan nafasnya berat, ia berlutut di hadapan kekasih nya. Ia mengambil kedua jemari Jessica kembali dan mengecupnya pelan . sontak perlakuannya tersebut membuat seluruh siswa dan siswi di kantin menjadi heboh. Mereka seakan tak rela melihat yeoja yang mereka taksir rela melakukan hal tersebut pada orang lain, sementara di sisi lain tak ada satupun diantara mereka yang berani protes karena gadis beruntung tersebut adalah Jessica Jung, si Princess es!

“baiklah jika kamu tak ingin memaafkanku, aku tau jika yang kulakukan ini tak sebanding dengan semunya yang sudah terjadi. Aku harap bisa memaafkanku nanti…” dia beranjak dari posisinya untuk berdiri, hendak pergi meninggalkan Jessica. Namun tangannya kembali di tahan oleh sang gadis berambut blonde tersebut.

“dasar bodoh! Aku merindukanmu pabo..” ucap Jessica pelan namun masih bisa di dengar oleh yuri. ia pun berbalik untuk menatap kekasihnya seolah tak percaya.

“k-kamu serius kan?”Tanya heran, Jessica hanya menggangguk untuk memberi jawaban.

Dengan senang yuri pun memeluk kekasihnya tersebut dengan erat. “gumawo baby.. aku juga sangat merindukanmu, aku ga tahan berlama-lama jika ga denger suara merdumu. Bisa-bisa aku akan mati besok” ucapnya sambil tersenyum.

“dasar gombal!” ucap Jessica sambil membalas pelukannnya, tanpa sadar ia ikut tersenyum malu.

Seseorang sedang memperhatikan mereka sejak tadi dari kejauhan. Bibirnya pun ikut tersenyum tulus melihat kedua orang yang ia sayangi mampu memaafkan satu sama lain. “ setidaknya ia lebih gentle dari yang ku kira, terimakasih karena menepati janjimu yul” ucapnya pelan, lalu memutuskan pergi dari tempat tersebut.

tbc.

selamat pagi untuk kalian semua para readers di wordpress tercinta~

seperti biasa aku selalu telat apdet untuk ff seupil ini.  curhat dikit boleh yaa~

ntah kenapa ya akhir-akhir ini feels akan taeny shipperku sedikit berkurang haha. mungkin karena aku kebanyakan ngubek2 artikel luar yang ngebahas pendapat mereka tentang taeny kali ya, kebanyakan sih dari mereka bilang kalo tiffany itu ratunya fanservis sementara para locksmith yang udah hardcore tingkat akut kek aku gini banyak delusinya wkwk. yaah sedikit banyak kata-kata mereka ngerubah cara pandang aku tentang taeny yang dari dulu tuh ngotot ngomongin “taeny itu real!” karena menurut aku tatapan tiffany ke taeyeon itu ‘beda’ banget kaya penuh cinta gitu wkwk. eeiiitss tapi bukan berarti aku jadi ga suka sama mereka atau ngebenci kok, aku masih mencintai mereka berdua karena taeyeon bias utama aku di snsd dan yang paling penting mereka berdua itu masih bagian di snsd. ga peduli mau mereka real atau cuma sekedar sahabatan , asalkan mereka masih di satu agency yang sama artinya aku masih bebas berdelulu ria hehehe. 

btw aku mau ngungkapin rasa berdukaku atas berita yang menimpa jakarta hari ini. aku sungguh sangat-sangat menyayangkan atas semua tindakan bodoh yang selalu mengatasnamakan agama. pokonya aku berharap semoga kejadian kaya gini tuh ga terulang lagi di bumi Indonesia yang kita cintai ini. untuk kalian para penerus bangsa, termasuk aku juga sih hehe. pesen aku  cuma satu, jangan mau di adu domba atas apa yang udah terjadi, bagaimana pun kita harus bisa berpikir kritis atas semua masalah, jangan mau terpecah belah. tetap junjung tinggi nilai nkri! karena semua perbedaan itulah yang menyatukan kita, ibarat kaya taeny yang menyatukan kita dalam dunia perDelusian kekeke.

oke segitu aja cuap cuap ga berfaedah dari aku,

salam sayang dari author:*.

bye bye~ 

#prayforjakarta

5,6,7

holla readers!

 

berhubung aku lagi jarang buka wp karena error terus nih, aku memutuskan untuk nge repost ulang semua ff ku yang masih seupil ini di blogger.com.  aku juga masih bimbang mau post lanjutan ff ini di wp atau blogger tapi aku usahakan untuk ngepost di keduanya. kalo kalian yang punya blog bisa follow aku disitu ya hehe.

silahkan di follow ya http://kimrungie.blogspot.co.id/

 

selamat beraktifitas semuanya :3

selamat sore !

just love me! 11

Title: Just love me!

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

other cast: sunny lee

sooyoung choi

 

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

short update.Maaf karena menyelesaikan ff ini dalam waktu yang lama, saya usahakan untuk menyelesaikannya secepatnya *bow*

happy reading!

 

 

 

 

Part sebelumnya~

Taeyeon menghentikan tangan Jessica dan menatapnya tajam. “ dimana yuri? kenapa dia tega membiarkanmu sendiri hujan-hujan begini?”

Jessica menatap taeyeon dengan murung, matanya berkaca-kaca di penuhi air mata yang hendak keluar. Tanpa aba-aba si gadis pendek pun memeluk tubuhnya. Jessica segera membalas pelukan taeyeon sambil terisak .

“menangislah, biarkan hujan ikut  merasakan apa isi hatimu. Aku disini untuk mendengarkan ceritamu” bisik taeyeon padanya.

 

Taeyeon pov

“jadi yuri sibuk dengan tim basketnya dan mengabaikanmu, begitu?”

Sica menatapku sambil mengangguk. Kulihat pipinya semakin basah karena menangis sejak tadi. Kuhapus air mata itu dengan kedua ibu jariku,  tanpa sengaja mata kami saling menatap satu dengan yang lain.

Beberapa detik berlalu aku pun tersadar dari lamunanku saat menatap matanya, ku alihkan pandanganku dengan segera dan mengacak rambut coklatnya itu dengan kedua tanganku

“jangan menangis seperti ini, apakah yuri terlalu berarti hingga mampu membuat air matamu jatuh? Kamu jelek tau” ejek ku padanya, dia tertawa juga sambil memanyunkan bibir tipisnya itu.

Lama kami berdua hanyut dalam keheningan masing-masing. Ku tatap setiap tetesan air yang jatuh melalui celah-celah atap halte ini, kenangan ini muncul lagi di kepalaku. Kenangan yang selalu ingin ku lupakan sedari dulu, dan yang menjadi pertanyaanku.. mengapa kenangan seperti ini selalu muncul disaat hujan turun.

“taeng ah.. hei, kenapa melamun eoh?” sica menguncangkan bahuku. Kulihat ia sambil tersenyum tipis.

“kamu merindukan umma?” tanyanya kembali dan aku pun mengangguk lemah sembari tersenyum.

Ia memeluk ku dari samping, awalnya aku kaget namun aku langsung membalas pelukannya. Ia menarik kepalaku untuk bersandar lebih dekat dengan bahunya, dan mengelus helaian rambutku dengan lembut.

“aku tau hujan  sering membawa semua kenangan buruk dalam dirimu, tapi jangan pernah batasi kebahagianmu karena rintikan hujan ini taeng ah. Kamu tau, mungkin kesedihan bisa menghanyutkanmu kapan pun ia mau. Tapi kamu juga harus tau kalau kamu sendiri lah yang dapat menghalau badai tersebut, karena kamu sumber kebahagian orang-orang disekitarmu” kurasakan bibirnya menyentuh rambut-rambutku. Jebal… jangan biarkan aku semakin dalam mencintaimu sica ah, aku sudah punya hati yang harus ku jaga.

“beberapa minggu kemarin aku bertemu oppa..”

“mwo? Oppa mu? Bagaimana bisa??” ia melepaskan pelukannya dari tubuhku dan menatapku kaget. Mungkin sudah saatnya aku menceritakan nya padanya.

“ne sica ah. Saat aku itu aku tak sengaja menabrak mobil seseorang, untungnya keadaan dia dan aku baik-baik saja. Kami hanya berkenalan untuk mengganti segala kerugian akibat kecelakaan itu , dan… dia memelukku dan mengaku jika dia itu jiwoong oppa. saat itu rasanya seluruh duniaku seakan berhenti berputar, aku ga bisa mikir dengan benar karena aku sedang buru-buru untuk menemui tiffany , hingga aku memberikannya nomerku dan kamipun berjanji untuk bertemu lagi dalam minggu ini.” Jelasku padanya. Kulihat raut mukanya sedikit berubah. Sedih,kecewa dan marah menjadi satu persis seperti saat dia mendengar kabar saat aku menghajar mantan kekasihnya dulu karena ketahuan berselingkuh.

Dia masih diam dalam pikirannya sendiri, meninggalkanku yang berkecamuk dengan rasa sedih yang mendadak menghujam hatiku.

“selamat ya.. akhirnya kamu sudah menemukan kebahagianmu sendiri taeng ah. Kamu telah menemukan cinta mu bersama tiffany, dan sekarang kamu bertemu oppa yang telah lama terpisah” raut mukanya kembali sendu. “tapi entah kenapa aku takut kalau kamu akan pergi meninggalkan ku dan lainnya nanti. Rasanya kabar kedatangan oppamu akan membawa berita besar nantinya.. apakah tiffany tau?”

Aku menggeleng lemah. Mendadak ponselku berdering, segera ku ambil benda berbentuk persegi panjang itu dari balik saku seragamku. Ini dari tiffany , dengan segera aku menjawab telfon tersebut.

“halo sayang” sapaku dengan nada seceria mungkin

“kamu lagi dimana boo? Sudah dirumah?” suaranya dari sebrang telepon.

“ah ani , aku sedang bersama sica di halte dekat café. Kami terjebak hujan sayang”jawabku jujur.

“oh baiklah taetae, bisakah kamu menginap dirumahku malam ini? Daddy dan mommy ada meeting mendadak ke hongkong selama seminggu.. aku takut sendirian saat hujan-hujan begini” rengeknya manja padaku.

“haha arraseo , aku pulang kerumah dulu untuk mengganti baju. Aku tutup dulu ya telepon nya sayang”

“baiklah boo, hati-hati ya” balasnya sambil menutup telepon.

Ku lihat Jessica sebentar, ia memberikan senyuman tipisnya padaku.

“aku rasa ini belum saat nya untuk memberitahukannya. Tolong rahasiakan ini dulu pada nya dan mereka ya” ucapku padanya. Kulihat hujan sudah mulai reda. “tunggu sebentar ya” ucapku padanya.

 

Aku sedikit berlari menuju café di sebrang jalan,  kedua sepatu putih yang menghiasi kaki ku pun langsung bersentuhan dengan genangan air yang membasahi setiap bibir aspal di tempat ini. Kurogoh kunci yang berada di ransel punggungku dan mengammbilnya.

Ku hidupkan mesin motor matic berlogo vespa ini dan mulai membawanya menuju halte tadi. Kulihat Jessica masih menatap lantai dan menggoyang-goyangkan kakinya pelan.

“hei ice princess! Sepertinya ahjussi masih terjebak macet, ini sudah mulai malam.. ayo aku yang antar” ucapku padanya sedikit berteriak. Ia menatapku sedikit kaget sambil menunjukan wajah bengongnya.

“ayolaah.. motorku memang tidak se keren motor sportnya yuri hahaha. kamu sudah malu ya kubonceng naik ini?” ledek ku padanya. Ia pun menghampiriku sambil tertawa.

Ku berikan helm pink milik tiffany padanya, kulihat dia sedikit jijik menatap warna pada helm yang ia terima.

“apa dia begitu special hingga kamu mau mengubah helm ini dengan warna yang paling kamu takuti?” dia sedikit meledekku soal warna pink ini, ayolaah.. semua orang pasti rela melakukan apa saja demi orang yang ia sayang, begitu juga denganku.

“aishh.. ayo cepat naik. Atau mau aku tinggal?”

Dengan segera ia duduk di belakangku dan memelukku, emm.. mungkin ini bisa dibilang sangat erat dari biasanya. Tapi sudahlah, tak ada salahnya seorang sahabat memeluk sahabatnya sendiri. Tanpa menunggu lama aku pun menjalankan motor ini menuju rumah sica dan pergi ke rumah kekasihku, Tiffany Hwang.

***

 

aku memencet bel rumah tiffany, tak perlu menunggu lama seorang gadis dengan rambut yang sedikit berantakan membukakan pintu rumah ini untukku. Dengan memeluk selimut berwarna merah mudanya ia mengucek-ngucek kedua matanya dengan lemah.

”taetae.. “

“malam sayang” aku menyengir sambil memberikannya selembar kertas yang terlipat menjadi 4 bagian. Kulihat wajahnya sedikit kebingungan menerima lipatan kertas berwarnah merah muda yang ada di tangan kanannya.

“apa ini ?”

Aku sedikit tertawa. Tanpa menjawab pertanyaannya langsung ku langkahkan kedua kaki ini menuju sofa di ruang tv dan merebahkan tubuhku disana. Ahh… rasanya seluruh badanku sangat lelah. Lalu,Ku pejamkan mata ini perlahan.

Bukk..

Kurasakan seseorang menimpa tubuhku, dengan perlahan kembali ku buka kedua mataku mencoba untuk melihat. Itu tiffany, dia menatapku dengan senyuman manisnya. Oh god… jantungku!

“aku tak tahu jika kamu itu romantis tae..” tatapannya berbinar, err.. ini sedikit berlebihan kukira tapi kurasa aku menikmatinya.

“ayolah kamu kan pacarku wajar saja aku meminta itu” ucapku tak acuh

“oh ya?” yah! Dia menampilkan smirknya padaku, omo ini menakutkan!

“kamu ga mau?” tanyaku lagi.

“as you wish. Tentu saja aku mau honey”

Tiffany mulai  mengecup bibirku perlahan. Oh yeah ini menakjubkan, ku kira.

Jari jari lembutnya mengelus pipiku , sedikit membuatku merinding. Nafasku mulai tercekat saat ia mulai menciumku dengan panasnya. Oh tuhan aku akan mati!

“yah.. kenapa kamu mendorong ku?!” dia mulai murka.

“a-ani.. tapi aku kehabisan nafas..” ucapku terengah-engah.

“hmm mianhe sayang aku terlalu bersemangat hehe” dia menampilkan senyum polosnya padaku.

Aku heran bisa jatuh cinta pada orang sepertinya, maksudku coba lihat kadang ia menyeramkan, kemudian berubah menjadi kelinci manis yang meminta wortelnya. Di suatu waktu ia juga berubah menjadi serigala pemangsa yang kelaparan dan sekarang dia menjadi bayi polos di depanku. Ini gila! Yah aku gila karena Tiffany seorang.

 

Tiffany datang dari arah dapur membawa snack dan minuman untuku kami berdua. Sementara aku hanya tiduran di sofa merah nya, rumah ini kebanyakan menyentuh warna terang sedikit membuat mataku sakit. Tapi ayolah, keluarga tiffany sangat fashionable sehingga aku sedikit nyaman walaupun aku tidak paham dengan hal semacam itu.

“aku memintamu kesini bukan untuk tiduran di situ, cepat duduk dan temani aku nonton” ia berkacak pinggang sambil menatapku. Aku hanya memutarkan mata dan duduk di sampingnya.

Ia memeluk pinggangku dan mulai menyenderkan kepalanya di bahuku. Yap, sepertinya dia suka membuatku tak bisa bernafas dengan normal.

Dia mulai larut dalam film bergenre romance yang ia putar. Ini bukan gayaku, tapi tak mengapa selama aku bisa menatap nya dari dekat saja sudah membuatku bahagia . jika di ingat-ingat, Aku dan dia dulu hanyalah tom and jerry yang selalu bertengkar karena insiden ponsel nya yang jatuh kejurang, sejak saat itu entah mengapa tiffany selalu menghantui hari hari ku. Dan sejak dua bulan berteman dengannya aku mendadak jatuh cinta dengan perhatian yang ia berikan padaku. Dan jangan lupakan satu hal jika dia sangat cantik dan seksi. Wajar saja aku sering cemburu saat namja-namja di sekolah membicarakan nya.

Tiffany seperti tau cara nya menjatuh bangunkan hatiku.

“kamu melamun eoh?” tanyanya sambil menatapku.

”ah.. apa? Oh iya apakah jack mati?” aku buru-buru menatap kea rah layar.

“bahkan kamu ga sadar kalo filmnya sudah selesai sejak tadi” dia tertawa mengejek.

“taetae.. aku ngantuk nih” rengeknya lagi dengan manja.

“ayo kita tidur sekarang” ucapku segera bangkit dari sofa. Ku matikan televisi berbentuk slim itu dan meletakan remotenya di meja. Ku lihat tiffany tidak juga beranjak dari posisi duduknya.

“waeyo boo?” tanyaku heran padanya.

“gendong aku”

Saatnya aku harus berjuang untuk sampai di lantai dua dengan selamat. Semoga saja.

 

 

 

TBC

 

 

 

 

*isi kertas yang di berikan taeyeon kepada tiffany.

 

peraturan yang harus di lakukan sebagai kekasih kim taeyeon:

  1.  memberikan poppo di pagi sebelum sekolah dan saat pulang.
  2.  tidak boleh di bonceng dengan motor lain selain si blue (nama motor taeyeon)
  3.  mencintai kim taeyeon dengan sepenuh hati 
  4. jangan memberikan senyum pada namja manapun
  5. saat menelfon di anjurkan untuk mengucapkan kata sandi “saranghae taetae”. 

                                                                                                 

                                                                                                  di setujui oleh,

 

                                                                                  bocah manis dan lucu, kim taeyeon.

just love me! 10

cast: – Taeyeon

– Tiffany

– Jessica

– Yuri

other cast: – sooyoung

– sunny

– yoona

 

“seluruh cerita ini murni hasil pemikiran author, jangan mengcopas tanpa ijin, dan silahkan komentar jika suka”

 

pesan: ff ini belum berakhir, mungkin masih ada beberapa chapter lagi yang akan aku buat sampai mencapai kata ending. Mungkin bisa jadi ini ga berakhir happy ending/? harap bersabar ya readers ini ujian (?)

 

 

happy reading.

 

 

 

            Langit seoul hari ini lebih gelap dari biasanya.  Hanya sedikit orang yang berlalu lalang di jalanan, mungkin karena jam pulang kerja masih 3 jam lagi. Seorang gadis berambut  merah emerald dengan setia berdiri sejak 20 menit yang lalu di depan gerbang sekolahya. Angin kian berhembus menusuk tulang namun dia tetap semangat seolah tak dapat tergoyah oleh badai yang menerjangnya. Dengan senyuman manis yang tercipta di bibir ranumnya , ia menggeser layar ponselnya untuk membaca sebuah pesan. Yap! Itu dari pacar cebolnya.

From: my boo

“pilih merah atau pink?”

Tanpa berpikir lama ia langsung membalas pesan untuk pacarnya “pink!” begitu isinya. Dengan senyum yang masih mengembang di wajah cantiknya , ia meletakan ponsel nya kembali ke dalam saku seragam miliknya. Setelah beberapa menit berlalu, suara motor berwarna biru muda sudah terdengar dari kejauhan.  Dengan bergegas Tiffany mengambil cermin kecil yang terdapat di dalam tas coklat muda nya untuk merapikan sedikit tampilan wajah serta rambutnya. Tak lupa pula ia memoles bibir ranumnya dengan lip tint(?) bewarna senada, Sempurna! Begitu pikirnya dalam hati.

“hai sayang, maaf mebuatmu menunggu lama hehe” ucap taeyeon  nyengir sembari mematikan mesin motornya, ia melepas helm bergambar pororo  yang mengantung di kepalanya sejak awal dan meletaknya di balik kaca spion motor.

“hai boo!” gadis yang ditanya menggelengkan kepalanya pelan sembari kembali tersenyum malu-malu , “aku juga baru berdiri disini kok” ucapnya bohong.

“aigoo.. apa aku terlalu pantas di cintai hingga kamu harus berbohong untuk membuatku tak merasa bersalah ?” taeyeon mengacak rambut gadisnya pelan sambil tertawa “ sebelum kesini, aku sudah lebih dulu bertanya pada bora tentang keberadaanmu sayang”. Tiffany mengerucutkan bibirnya sebal tentu saja membuat taeyeon tersenyum gemas melihatnya.  Si gadis pendek dengan sigap mengecup pipi gadis didepannya, tentu saja gadis yang sedang cemberut itu mendadak menjadi merah seperti kepiting rebus.

“ini buatmu” taeyeon menyerahkan setangkai bunga mawar bewarna  merah muda. Tentu saja tiffany tersenyum senang saat menerimanya, ia mendekatkan bunga tersebut ke wajahnya sembari menghirup wanginya. Hmmm…. Kedua kelopak matanya nyaris tertutup sempurna.

“gumawo taetae.. ini sungguh indah! Bagaimana kamu mendapatkan ini?” tiffany mengecup pipi taeyeon dengan cepat, membuat sang empunya menyengir lebar.

“kalau tau begini aku akan memberimu setangkai bunga setiap harinya hehehe. Aku tadi mampir ke toko bunga sebelum bertemu denganmu, anggap saja ini sebagai hadiah pertamaku sebagai kekasimu” taeyeon mengelus kepala tiffany dengan penuh kasih sayang. “kamu suka sayang?” tanyanya.

Tiffany menganggukan kepalanya senang.

“kajja kita pergi, langit sudah semakin gelap” ucap taeyeon sambil melepaskan jaket hitamnya. “pakai ini fany, aku gamau kamu kedinginan karna naik motor denganku” ia memasangkan jaket tersebut ketubuh gadis di depannya.

Pipi tiffany kembali merona akibat ulah sederhana yang dilakukan pacarnya itu, hal sederhana seperti itulah yang selalu tiffany harapkan dari mantan-mantannya sebelumnya. Namun yang dia tau mereka hanya mencintai kepopuleran tiffany, bukan dirinya.

“jangan melamun terus,nanti aku cium loh” goda taeyeon yang sedari tadi sudah duduk diatas motor kesayangannya. Dengan malu tiffany buru-buru memakai helm pink nya dan duduk di belakang ,

Taeyeon menghidupkan mesin motornya dan melajukan motornya dengan kencang, begitu juga dengan tiffany yang semakin mengeratkan pelukannya di perut taeyeon.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Sooyoung, gadis tinggi berparas menawan  turun dari mobil sedan hitam milik keluarganya.  Dengan sedikit angkuh ia berjalan memasuki area café , begitu juga dengan supir pribadinya yang sedari tadi sudah meninggalkan nya untuk kembali ke mansion milik keluarga Choi yang terkenal kaya raya. Dengan sedikit menyunggingkan senyuman di bibirnya , ia pun membuka pintu kafe tersebut. Kring!! Begitu bunyi yang di hasilkan bel yang terletak di atas pintu bercat coklat muda , sontak saja sebagian pengunjung lain menatap kearahnya. Namun, Sooyoung tetap lah Sooyoung. Ia akan terus menunjukan keanggunannya sebagai putri Choi satu-satunya.  Dengan bangga ia mengadahkan kepalanya ke seluruh area café untuk melihat orang yang ia kenal, ia tersenyum saat melihat seorang gadis sedang duduk sendirian di ujung café. Dengan langkah yang hati-hati bak seorang model, ia pun melangkah menuju ke meja tersebut.

“anyeeong” sapanya dengan ramah, namun gadis yang ia sapa hanya menatapnya datar. Sooyoung pun hanya mampu menelan ludah, dengan segera ia duduk di depan gadis tersebut.

“umm.. di mana yuri? kamu ga pergi bersamanya?” tanyanya lagi mencoba untuk mencairkan suasana.

“entahlah, membicarakannya membuat mood ku jadi hilang saja”

Sooyoung hanya mengangguk pasrah, dalam hati ia sudah mengutuk gadis di depannya ‘dia nenek sihir atau apa sih?’ sambil menggeleng ngeri. Tentu saja gadis didepannya melihat itu dan melotot tajam ke arahnya. Tak mau mati mendadak, si tinggi itupun segera mengambil daftar menu berinisiatif untuk memesan makanan dan minuman untuk perutnya yang sejak tadi sudah demo.

Beberapa menit kemudian, bel di pintu masuk pun berbunyi kembali. Terlihat dua insan yang saling berpegangan tangan dengan senyum malu-malu yang menghiasi wajah mereka. Dengan senang Sooyoung mengangkat tangannya sembari memanggil mereka untuk bergabung dengannya.

“Tae disini!!”  sapa Sooyoung dengan sok anggun. Membuat gadis di depannya menatapnya jengah.

“hai youngie, hai sica” sapa tiffany ramah.  Taeyeon hanya memberikan senyum, Jessica tersenyum senang saat melihat Taeyeon di depannya, namun senyum nya luntur begitu saja saat melihat kedua tangan yang saling bertautan itu.

“hai Fany ah” balasnya lemah.

Taeyeon menarik kursi disampingnya sambil mempersilahkan Tiffany untuk duduk, tentu saja tiffany di buat tersenyum oleh tingkah pacar cebolnya itu.  “ehheemm “ tegur sooyoung sambil cecengiran melihat mereka. Sementara Jessica hanya menatap bosan pada layar ponsel nya.

“ dimana yul? Kamu ga pulang bersamanya sica ah?” Tanya Taeyeon.

“Josh ahjussi yang mengantarku (supir pribadi Jessica yang berumur 40 tahun) Yuri bilang dia ada urusan mendadak dengan tim basketnya” ucap Jessica murung, suasana hatinya sedang tidak bagus hari ini.

“ah arra, dia selalu saja sibuk dari dulu. Dasar bocah nakal” ucap taeyeon sambil tertawa mencoba untuk mencairkan suasana yang sejak tadi entah kenapa menjadi diam.

“mau pesan apa boo? “ Tanya tiffany .

“vanilla late saja sayang hehe” tangan mungil taeyeon dengan bebas mengelus rambut merah tiffany yang tergurai indah.

“ ne baiklah” jawab tiffany dengan senyum malu-malunya.

“heii tak bisakah kalian berhenti untuk bertingkah manis seperti ini? Bisa-bisa aku kena diabetes nanti” goda sooyoung.

“eheem.. bytheway, kemana sunny? “ Tanya Jessica datar.

“ dia menemui paman sooman, katanya sih urusan bisnis” ujar Sooyoung.

Beberapa menit kemudian, pesanan mereka pun datang.

Mereka berempat makan dengan diiringi obrolan ringan, kecuali Jessica yang hanya mengaduk-aduk spagetthi di piringnya.

“so…? Kapan kalian resmi?” Tanya sooyoung antusias.

“kamu yang jawab atau aku boo?” Tanya tiffany manja pada gadis pendek di sampingnya. “kamu saja sayang” jawab taeyeon tersenyum.

“aigoo aigoo, rasanya aku ingin menjadi fans kalian hahaha. baiklah aku akan menebak saja, saat kalian pulang tengah malam di Busan? Aku benarkan? “ tebak nya dengan bangga.

Tiffany menepukan kedua tangannya kagum. “ bagaimana kamu bisa tau youngie?”

“tentu saja semua orang disana  bisa langsung tau, kamu mau tau rahasia tidak? Taeng itu ga pernah pulang tengah malam seumur hidupnya kecuali terjadi sesuatu yang penting. Tentu saja aku dan sunny sudah curiga jika ada apa apa diantara kalian hahaha”

“aissh kenapa mulut kamu seperti ember sih!” taeyeon menjewer teliga sooyoung dengan kesal. Tiffany hanya menggelengkan kepala melihat tingkah lucu mereka berdua.

Sementara Jessica hanya diam.

……………………………………………………………………………………………………………………………………….

Langit sudah semakin mendung, begitu juga dengan angin sore yang semakin kencang berhembus menembut kulit. Tiffany semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang kekasihnya yang sedang mengendari motor biru yang sedang mereka tunggangi. Tanpa terasa motor itu pun sudah mulai memasuki jalanan perumahan elite yang keluarga Tiffany tinggali sejak pertama kali pindah  dari California tahun 2008 silam. Taeyeon mematikan mesin motornya tepat di depan sebuah rumah yang cukup besar .

“ sayang kita sudah di depan rumahmu” ucap taeyeon sambil mengelus kedua lengan tiffany yang masih setia membungkus di pinggangnya.

“ah ne hehehe maaf aku ga sadar” wajah nya memerah, dengan gugup ia melepaskan pelukannya dan segera turun dari atas motor tersebut.

Taeyeon ikut turun dari motornya, dengan cekatan ia melepaskan pengait dari helm yang ada di kepala kekasihnya  dan melepaskan helm itu dari kepala indah tersebut dengan perlahan.

“gumawo boo”  senyumnya hingga kedua matanya tertutup membentuk seperti bulan sabit.

“aniyo, aku yang seharusnya berterima kasih karena kamu terus tersenyum indah seperti ini” dengan sedikit berjinjit, ia mengecup dahi tiffany dengan penuh kasih sayang. Kemudian melepaskannya dengan perlahan.

Tiffany pun membuka matanya yang sedari tadi reflex tertutup saat bibir tipis dari taeyeon yang menyentuh dahinya.

“kajja masuklah. Kerjakan Pr mu dan istirahat kemudian”

Tiffany mengangguk sembari terus tersenyum. “kamu juga hati-hati di jalan. Sebentar lagi sepertinya akan hujan boo. Jangan keluyuran lagi ya! Byee boo”

“ayey kapten!”  taeyeon pamit untuk pulang meninggalkan rumah tiffany.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Jessica sedari tadi masih saja di kafe. Padahal sudah dua cangkir espresso yang ia minum, namun suasana hatinya masih saja kelabu. Entah apa yang mempengaruhinya hari ini, tidak seperti biasanya ia begini.

Drrrtt… drrtttt…

Ponselnya yang ia letakan di atas meja berdering. Sekilas ia membaca dari siapa panggilan itu berasal.

“seobang” dengan segera ia menggeser layar hijau di ponselnya .

“haloo yul?”

“halo baby. Maaf aku baru bisa mengabarimu” ucap suara di sebrang telepon.

“gwenchana. Kamu sudah pulang?”

“malam ini sepertinya aku menginap di rumah hyoyeon, teman-teman se tim ku mengadakan party dirumahnya. Bagaimana harimu? ” Tanya yuri

“ne seobang, ingat! Jangan sampai mabuk!! Membosankan, moodku tidak begitu baik hari ini, nado yul” ucap Jessica pelan, rasanya ia ingin menumpahkan seluruh isi hatinya pada yuri dan memeluknya sembari menangis, namun orang yang ia butuhkan tak ada di sampingnya.

“ aku merindukanmu baby, aku harus menemui pelatih dulu. Istirahatlah “ ucap yuri sebelum mematikan panggilannya.

“ne nado” balas Jessica lemah.

Ia meletakan ponselnya kedalam tas nya, dan mengambil dompetnya untuk membayar bill pesanannya. Saat membuka dompet tersebut tanpa sengaja ia melihat foto nya dengan taeyeon yang terletak di saku dompet tersebut. Tanpa sadar ia melamun, memandang dua gadis yang memakai seragam sekolah dasar saling berangkulan di foto tersebut. Jemarinya dengan lembut membelai foto yang hampir usang itu sambil tersenyum sedih. Entah mengapa mendadak ia merindukan sahabat kecilnya itu, padahal sejak tadi mereka sudah bertemu dan begitu juga setiap harinya disekolah.

Sadar atas apa yang ia lamunkan, dengan segera ia mengambil beberapa lembar uang dan meletakannya di meja. Kemudian ia berdiri dari kursinya, sedikit merapikan seragam sekolah yang sejak pagi masih ia kenakan. Segera ia meninggalkan kafe tersebut menyusuri jalanan sekitar untuk menunggu taksi, namun sayang karena langit mendadak menangis sama seperti suasana hatinya yang sejak tadi masih abu-abu. Dengan sedikit gelagapan ia mengadahkan tangan di atas kepalanya namun air hujan yang semakin deras itu kini hanya menyentuh sepatunya saja.

Ia kaget ketika melihat Taeyeon yang entah sejak kapan sudah melindungi badannya dengan jaket kulit bercorak kehitaman, yang tak lain merupakan hadiah ulang tahun yang ia berikan untuk taeyeon. Mendadak ia menjadi gugup tatkala Taeyeon yang merangkulnya erat  sambil memegang jaket tersebut untuk melindungi tubuh mereka dari guyuran hujan.

“ayoo kita lari ke halte itu” ucap taeyeon sedikit berteriak. Ia menarik Jessica untuk lebih dekat dengannya agar jaket itu tetap bisa melindungi kepala sahabat tercintanya. Mereka pun sampai di halte bis yang dekat dengan café.

“kamu gapapa?” Tanya taeyeon khawatir sambil mengambil sapu tangan dari saku roknya. Dengan sigap ia mengelap butiran-butiran air yang membasahi wajah dan helaian rambut Jessica.

Jessica hanya mengangguk diam sambil menatap pergerakan tangan taeyeon, entah mengapa tubuhnya mendadak mati rasa atas perlakuan sederhana taeyeon padanya. Padahal selama ini taeyeon selalu memperhatikannya seperti sekarang dan Jessica menerima semua perlakuan tersebut dengan suka rela karena yang ia tau taeyeon sangat menyayanginya seperti saudara kandung sejak mereka kecil.

“heii.. kenapa melamun eoh?” taeyeon sedikit mengacak rambut gadis di depannya sambil tersenyum.

“mian hehehe. Kenapa kamu bisa disini?” Tanya Jessica heran, yang ia tahu bahwa taeyeon sudah pergi sejak satu jam yang lalu bersama tiffany.

“aku merasa jika kamu belum pulang, aku khawatir kamu kehujanan sica ah”ucap taeyeon tulus.

Jessica sedikit tersipu atas perkataan taeyeon barusan. Dengan nafas yang sedikit tak beraturan ia mengambil ponsel dari tasnya. Jemarinya mengetik sejumlah teks pesan untuk supirnya agar segera menjemputnya .

“apa ahjussi tidak menjemputmu?” Tanya taeyeon kembali.

“ aku baru saja menghubunginya untuk kesini. Seharusnya kamu pulang saja taeng ah. Lihatlah bajumu juga basah begini” Jessica mengambil sapu tangan dari tangan gadis berkulit pucat itu dan gentian mengeringkan tubuh gadis itu dengan sebisanya.

Taeyeon menghentikan tangan Jessica dan menatapnya tajam. “ dimana yuri? kenapa dia tega membiarkanmu sendiri hujan-hujan begini?”

Jessica menatap taeyeon dengan murung, matanya berkaca-kaca di penuhi air mata yang hendak keluar. Tanpa aba-aba si gadis pendek pun memeluk tubuhnya. Jessica segera membalas pelukan taeyeon sambil terisak .

“menangislah, biarkan hujan ikut  merasakan apa isi hatimu. Aku disini untuk mendengarkan ceritamu” bisik taeyeon padanya.

 

 

tbc.

JUST LOVE ME 9!

cast: – Taeyeon

– Tiffany

– Jessica

– Yuri

other cast: – sooyoung

– sunny

– yoona

 

“seluruh cerita ini murni hasil pemikiran author, jangan mengcopas tanpa ijin, dan silahkan komentar jika suka”

 

 

happy reading.

 

 

“Terimakasi untuk waktu-waktu yang telah kita lalui bersama. Untuk saat-saat bahagia yang telah kamu tanamkan di dasar hatiku, Tiffany. Jika kemarin aku ragu akan perasaan ini, maka sekarang adalah saat yang tepat untukku memantapkan hati.”

 

 

 

Rona sang senja sudah kelihatan, namun semangat dua insan yang sedang di mabuk asmara itu belum juga sirna. Saling menatap lekuk wajah masing-masing  diselingi senyum bodoh yang memabukkan tanpa merasa bosan sedikitpun. Merekalah tiffany dan taeyeon. Duo sejoli yang resmi berpacaran sejak dua hari yang lalu, tak ada yang tahu bagaimana hal itu bisa terjadi namun bagi siapa saja yang mendengar berita tersebut tentu akan ikut merasa bahagia juga.

 

 

Beberapa hari sebelumnya.

 

Taeyeon segera meninggalkan kursinya untuk menemui yoona. Ia sedikit berlari dengan kaki kecilnya untuk dapat menyamakan langkah kakinya dengan si gadis  jangkung.

“yoong tunggu!” teriaknya.

Sementara sang gadis jangkung hanya diam pada tempatnya. Nafasnya naik turun seiring dengan pergerakan bahunya.

“ayoo kita bicara sebentar” pinta taeyeon sambil mengenggam tangannya. Namun yoona menggelengkan kepalanya lemah.

“please.. kumohon”

Sang gadis itupun akhirnya mengangguk.

 

Di dalam resto~

 

“bukankah yoona sangat dekat dengan mu yul? Taeng sering bercerita tentang kedekatan kalian dulu saat smp, benar kan?” Jessica menatap yuri dengan intens. Namun yuri hanya menghela nafasnya

“ne.. kamu benar. Dia hanya menggunakanku untuk mendekati taeng, aku hanya alat yang membantunya”

Tiffany yang sedari tadi  sibuk dengan ponselnya,kini mengalihkan perhatiannya ke yuri. ia tampak tertarik akan cerita itu, begitu juga dengan sunny dan sooyoung.

“waah..  ini menarik. Ayoo lanjutkan yul” seru sooyoung.

“baik lah-baiklah…mari kuceritakan. Jadi saat kami berada di tahun pertama di kelas dua, aku dan taeyeon sudah cukup terkenal dikalangan para siswa. Seperti yang kalian tau, taeyeon itu dingin dan cuek pada orang lain! yoona yang merupakan adik kelasku, datang kepadaku bersama taeyeon yang mengenggam tangannya. Aku saat itu cukup kaget, karna yang kutahu taeyeon hanya lengket dengan sica disetiap harinya. Saat kutanya, taeyeon mengatakan kalo yoona suka padaku dan ia ingin mendekatkan aku dengannya. Jujur saja dia membuatku  ge’er hehe, dan saat  di semester akhir aku ingin menyatakan perasaanku pada yoona, di saat itulah aku tau apa maksud sebenernya yoona mendekati taeng, karna si pendek itulah cinta pertamanya” jelas yuri dengan miris (?).

“jinjaa?taeng sungguh penakluk hati para gadis”seru sunny.

“yaah begitulah, meski awalnya aku kecewa karna yoona berbohong, tapi saat itu aku senang si pendek mendapatkan cinta yang tulus dari gadis seperti yoong. Namun… tampaknya cinta yoong tak terbalas karna saat itu taeyeon pacaran dengan kakak tirinya.” Yuri tersenyum miris di akhir penjelasannya. Sungguh ia tak menyukai nana begitu banyak mengingat gadis itu telah menyakiti perasaan sahabatnya.

Mendadak gadis di ujung meja berdiri dari kursinya, bergegas menuju pintu keluar café.

“eh heey!! Fanny ah Kamu mau kemana???” teriak sooyoung.

“aku ingin ke toilet sebentar” balas tiffany singkat.

 

Tiffany , gadis pemilik eye smile indah itu merasa tak enak hati setelah mendengar cerita dari yuri. entah setan apa lagi yang akan memasuki dirinya, rasanya hatinya takkan tenang melihat  taeyeon dekat-dekat dengan gadis tinggi bermata rusa itu lagi. Dengan cepat iya ingin menyusul keberadaan taeyeon dan yoona. Hingga tibalah ia di depan sebuah kedai es krim yang letaknya hanya beberapa gedung dari resto semula.

 

 

 

Taeyeon pov

 

 

Hari ini aku berencana ingin mentraktir teman-teman untuk terakhir kalinya, rasanya seperti aku akan merindukan setiap momen-momen sederhana ini mengingat liburan musim panas akan berakhir, itu berarti hanya ada satu liburan terakhir setelah sekolah akhir menuju kelulusan.

 

Tanpa sengaja aku bertemu yoona, si dongsaeng kesayanganku yang tingginya melebihi ukuran tubuhku. Aku tak tahu jika yoona bekerja di restoran ini, tepat dimana aku akan mentraktir mereka. Tentu saja kesempatan berharga ini takkan kusia-sia kan begitu saja, aku ingin segera menemuinya untuk menuntaskan rasa rindu yang telah bersarang kurang lebih 3 tahun ini padanya.

Yoona-ya tunggu unnie mu ini!

“yoong, tunggu!” jeritku padanya. Dan dia menoleh padaku, aku menjelaskan bahwa aku ingin berbicara banyak padanya hari ini, tapi menggingat waktu liburan ku di kota ini tinggal 2 hari , kurasa itu takkan mungkin. Aku hanya bisa menanyakan kabarnya saja hehe.

Aku segera memeluk tubuhnya erat, begitu juga dengan nya. “aku merindukanmu yoong.. mengapa kamu tak pernah menghubungiku lagi setelah lulus?” rengek ku padanya, dia tertawa lebar mendengarnya sambil menunjukan ruang pada mulutnya. Seperti julukannya yaitu alligator yoong.

“ani.. umm maksudku nado bogoshippo unnie..! maaf untuk menghilang darimu untuk waktu lama, aku terlalu sibuk untuk mempelajari bisnis. Kamu tau kan appaku seperti apa? Ia sangat berambisi menjadi pewaris semenjak Nana unnie lebih memilih dunia entertaint. Lihat saja restoran Im, aku harus datang jauh-jauh dari seoul untuk mengembangkannya hingga seperti sekarang..” keluhnya sambil diikuti nada menyesal. Aigoo.. bocah ini tak pernah berubah, tau kah kamu aku begitu mengkhawatirkan kabarmu yoong?

Aku memberikannya senyuman terbaik, lalu kuusap rambutnya pelan. “gwenchana yoong, aku hanya mengkhawatirkan keadaanmu, aku begitu panik saat tau nomermu tak bisa dihubungi lagi. Aku khawatir akankah para alien sudah berhasi menculikmu dan membawamu ke pluto , kemudian dinikahi oleh raja alien berkepala marmut huaaah!!! Tapi aku senang melihatmu sudah tumbuh dewasa seperti sekarang, lihatlah tubuhmu! Aigo.. aigo.. aku jadi lebih pendek sekarang kekeke” ia kembali tertawa mendengar lelucon yang kuberikan. “sayang sekali kita hanya bisa bertemu sebentar disini, aku bahkan tak bisa mengajakmu menjelajah seoul dengan vespa biru ku, waktu liburanku hanya sampai dua hari kedepan yoong, jika kamu ke seoul.. tolong hubungi aku” pinta ku padanya dengan senyum termanis andalanku, tentu saja ia tersenyum sambil mengangguk kegirangan sambil menatapku. Tatapannya bahkan masih sama seperti dulu, selalu tepat sasaran di bola mataku saat kami berbicara seperti ini, sungguh ia memperhatikanku dengan banyak.

 

Tangan yoona kemudian memegang jemariku dengan lembut, meremasnya dengan penuh kehati-hatian. Aku sedikit kaget dengan perlakuannya, namun aku  tetap memberikan senyum terbaik untuknya.

Kulihat wajahnya sedikit memerah memandang kearahku, entahlah mungkin dia malu melakukan ini setelah sekian lama, aku rasa itu menggemaskan. Aku mencubit pelan pipinya dengan gemas, ia hanya mengomel sambil tertawa.

 

Tiba-tiba saja ada sebuah lengan membungkus pinggangku,

“taetae, aku menunggumu sejak tadi…” suara itu sangat manja, membuat aliran darahku berdesir saat mendengarnya. Aku pun melepaskan jemariku pada pipi yoona dan menoleh kebelakang, dan seperti yang ku duga dia tiffany, gadis favoritku.

“eh.. mian fany ah, aku hanya ingin menemui yoong. Perkenalkan ini yoona, dongsaeng kesayanganku hehe..” ucapku padanya. Kulihat ia menjabat tangan yoona dengan senyuman tipis, sambil berkata “hai, aku tiffany hwang. Teman ‘dekat’ tae. Kamu teman smp nya tae kan? Senang bertemu denganmu yoona ssi”

Sementara yoona memberikan senyuman manisnya untuk tiffany “hai fany unnie,namaku im yoona, panggil saja yoong. Iyaa aku temannya taeng unnie, dan aku begitu menyayanginya dulu, dan bahkan sampai sekarang perasaan itu takkan pernah berubah. Kamu juga begitu kan unnie?” Tanya yoona padaku masih dengan senyuman manisnya. “tentu saja yoong” balasku sambil mengacak rambutnya.

Tiffany mendadak melepaskan pelukannya dari tubuhku,tentu saja hal tersebut tanpa sadar membuat hatiku sedikit kecewa. Aku menatapnya, tapi ia mengalihkan wajahnya kearah yoona. Kenapa..

“baiklah yoong. Kamu boleh memanggilku unnie karna aku juga ‘akan’ menjadi kakak untukmu seperti tae hehe. Dan kau Kim Taeyeon! Cepat kembali ke restoran karna makananmu sudah dingin sejak tadi!” ia menatapku dengan kejam. Ya tuhan apa salahku…

Ia segera meninggalkan kami berdua begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, mau tak mau aku mengajak yoona untuk kembali ke restoran mengingat yoona masih memiliki segudang pekerjaan lagi disana.

 

Tiffany pov.

 

Sungguh menjengkelkan melihat taeyeon berlaku manis pada gadis tinggi itu, apa dia tidak bisa sedikit saja melihat bahwa aku cemburu! Yasshh! Apa yang kau pikirkan stephy.. taeyeon bukanlah siapa-siapa bagimu, ia hanya teman baik, tidak lebih. Tidak seharusnya aku menyukainya sebanyak ini, taeyeon sungguh sempurna. Wajar jika banyak namja dan yeoja yang tertarik padanya.

Sudahlah lebih baik aku pergi dari sini saja.

Akupun meninggalkan mereka berdua, lebih baik aku makan saja agar moodku kembali seperti semula.

 

At Resto Im

 

Sooyoung dan yang lainnya sudah menghabiskan makanannya, dan bisa di tebak mangkuk yang banyak ini akibat ulah siapa. Tentu saja si shikshin yang sedang mengelus- elus perut ratanya inilah pelaku utamanya. Aku hanya mampu menggelengkan kepala melihatnya.

“aku kembali!! Dimana makananku?” tanyaku heran pada mereka. Namun mereka hanya menggelengkan kepala tak acuh.

“hehehe… mian ppany aku khilaf..” si jangkung kembali menyengir dengan muka tak berdosanya.

Aku hanya menghela nafas pelan sambil mengangguk pasrah.  Tak beberapa lama pelayanpun datang sambil membawa bill. Yuri menerimanya, sembari memberikan senyum kepada pelayan yeoja tadi.

Dahinya sedikit mengerut melihat angka yang tertera. Sunny yang sedari tadi fokus bermain psp pun ikut penasaran karna tak biasa melihat ekspresi dari gadis hitam di depannya “sini biar kulihat” begitu katanya.

“yaak!!!! Kenapa banyak sekali tagihanmu!! Ayoo kemarikan uangmu youngie..” amuk sunny dengan murka, sementara Jessica yang sedari tadi tertidur di bahu yuri masih saja tak bergeming. Sooyoung melihat bill tersebut sambil mengelus dadanya kuat. “ ba-bbagaimana ini bisa terjadi? Mereka pasti salah! Aku hanya makan sedikit tau” elaknya sambil mengelus dahi.

“gamau tau! Sini kemarikan uangmu rakus!!” balas sunny melotot. Namun sooyoung masih bersikeras tak ingin disalahkan.

“ hey.. hey.. hentikan. Biar aku saja yang bayar semua” kulihat taeyeon datang bersama dengan yoona sambil tersenyum. Aku benar-benar ingin mual melihat mereka.

“jinjaaa? Wahh kamu pahlawanku!!! Taeng jjang!!” seru sooyoung dengan semangat, namun sunny hanya memandang jijik kearahnya.

“kamu serius taenggo? Tapi itu jumlahnya cukup banyak” ucap yuri. kulihat taeyeon menggeleng sambil tersenyum simpul “anioo yul, aku memang berencana untuk mentraktir kalian sejak awal. Jadi biarkan ini aku yang urus. Kalian pergilah ke mobil duluan” ia mengambil bill tersebut, dan kembali beranjak bersama yoona menuju meja kasir. Sungguh! Aku akan muntah sekarang.

 

Kami berlima pun keluar dari restaurant menuju parkiran. Sunny berjalan dengan tergesa-gesa karena tak ingin berjalan beriringan dengan  sooyoung, yuri di barisan paling belakang sambil menggendong Jessica di punggungnya karena gadis angkuh itu masih tertidur dengan damainya (?) sungguh membuatku iri. Sementara sooyoung kembali mengomel tak henti-hentinya, ia berkata “seharusnya aku memesan lebih banyak lagi karna ini gratis” dengan nada frustasi.

 

Aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anehya itu, tapi jika sunny dan soo berjodoh kelak, aku rasa mereka akan saling melengkapi hahaha. si soo yang menyebalkan bertemu dengan sunny yang cool, membayangkan itu saja sudah membuatku tersenyum geli.

Namun seseorang telah merusak khayalan seru ku dengan menjitak kepalaku pelan,

Taak!

Awww, eluhku pelan sambil cemberut.  Tentu saja itu ulahnya si pendek yang menyebalkan tadi, aku sangat tak ingin melihat wajah bodohnya itu sekarang. Dengan buru-buru aku mempercepat langkah kakiku.

“kamu mau kemana ppany. Jangan lari lagi” ucapnya pelan sambil menahan tanganku. Aku pun berhenti tanpa melihat wajahnya. Aku masih merasa kesal padanya, padahal ia tidak berbuat salah sama sekali. Tapi tetap saja menurutku dia brengsek!

“ayoo ikut aku” ia dengan tiba-tiba menyeret ku mengikuti langkanya. Sebelumnya ia berteriak kepada teman-teman lainnya yang sudah lebih dulu sampai di depan mobil yang terparkir “aku ada janji dengan fany, kalian pulanglah lebih dulu!” teriaknya.

Mereka hanya mengendikan bahu, dan segera masuk kemobil untuk pulang. ‘’buatkan aku adik kecil yaa!” teriak si sooyoung sebelum mobil mereka benar-benar hilang dari pandangan kami berdua, tentu saja hal tersebut membuat aku dan taeyeon sama-sama merona malu.

“dasar gilaa..” ucap taeyeon.

“kamu tuh yang gila”

“kenapa aku?” dahinya mengerut.

“kamu sudah gila karna menahanku pulang dan bilang punya janji denganku”

“ahh.. itu.. aku ingin menghabiskan waktu-waktu terakir kita disini berdua denganmu fany ah, kamu keberatan?” dia menatapku cemas.

“bukan begitu! Ah baiklah tae.. aku mau” aku masih enggan memberikannya senyum.

Dia tersenyum tipis padaku, kemudian menarikku untuk mengikutinya. Jemarinya perlahan mengenggam tanganku dengan erat. Perasaan hangat ini datang lagi padaku dan aku sangat menyukainya.

Kami berjalan di sepanjang  pertokoan di sudut kota. Hari sudah mulai gelap, dan dia masih setia menggenggam jemariku. Aku tak bisa berhenti tersenyum tanpa dia ketahui saat melihat kedua jemari kami yang terpaut indah satu sama lain, sangat cocok. Aku rasa hanya jemari taeyeon yang pas untuk tanganku, seolah tuhan hanya menciptakan jemarinya untuk menggenggam jemari milikku ini. Tanpa sadar langkah taeyeon berhenti di sebuah kedai ramen. Ia menatapku sejenak, “aku tau bahwa kamu belum makan karna yoongie, tapi.. maaf ya karna aku hanya bisa mentraktirmu makan disini pany, kamu mau kan?” ia meremas tanganku pelan, tentu saja aku mau bodoh! Bahkan jika kita hanya makan sepiring berdua asal itu denganmu aku juga mau. hehehe apasih yang sedang kupikirkan.

“ayoo tuan putri duduklah” ia menggeser kursi untuk kududuki, tentu saja perlakuan manisnya membuatku tersenyum diam-diam.

“tetaplah seperti itu,kumohon” ucanya tiba-tiba yang baru saja berhasil mendaratkan bokong di depanku.

“apa maksudmu tae?” tanyaku heran.

“senyum mu fany, itu sangat indah saat kamu melakukannya. Tetap lah seperti itu karena aku menyukainya”  ia menatap mataku sambil tersenyum. Deg! Hatiku terkejut lagi.

“ahjuma aku pesan ramennya 2 ya!” teriaknya.

 

 

***

 

Setelah makan malam, tae mengajakku untuk duduk di salah satu taman pinggir kota. Kondisi taman ini cukup sepi, sangat cocok dengan kepribadiannya yang tak terlalu suka keramaian dari hiruk pikuk  orang banyak.  Aku duduk sendiri di sebuah bangku taman yang terbuat dari besi bewarna hitam yang di singgahi pohon yang rindang, sementara taeyeon baru saja pamit untuk membeli beberapa cemilan. Diam-diam aku tersenyum bahagia sambil menatap langit malam yang dipenuhi banyak bintang, sesekali ku elus tanganku sendiri, seolah ingin merasakan lagi atas apa yang tae lakukan padaku tadi.

Beberapa menit berlalu, taeyeon pun kembali sembari membawa 2 bungkus eskrim dan satu permen kapas berwarna merah muda. Aaahh.. aku sangat menyukai warnanya.

Taeyeon duduk di sebelahku sambil menyerahkan es krim rasa strawberry padaku.

“ tadi aku ga sengaja melihat permen kapas ini, sebenernya aku ingin  beli dua, tapi hanya tersisa satu. Ini ambilah panny” dia menyerahkannya padaku, aku pun tersenyum senang menerimanya.

“ayoo kita makan berdua tae, tapi setelah es ini abis ya”

“baik madam” ucapnya lucu.

 

Taeyeon menjilat es krimnya dengan khidmat, sepertinya ia terlalu fokus pada benda berbentuk persegi yang sedang mencair itu dari pada aku, sedikit membuatku tak enak karena suasananya jadi sepi begini. aku pun berinisiatif untuk memulai pembicaraan.

“emm.. kamu dan yoona, emm.. teman dekat?”

Taeyeon hanya mengangguk, namun masih setia menjilati es krimnya.

“apakah sedekat itu?”

“yah begitulah”

“kamu suka dia?”

‘’Tentu saja”

Aku terdiam, sedikit bingung mau Tanya apalagi.

“aku juga menyukaimu”

Eh, aku sedikit kaget dengan ucapan nya.  Dia memandangku sebentar dan berkata lagi “aku juga menyukai sunny,soo dan Jessica. Dan aku bahkan menyukai yuri saat smp. Kalian teman-temanku, tentu saja aku menyukainya” ucapnya polos. Padahal perkataannya tadi sudah membuatku geer duluan, aku bingung dia ini tipe manusia seperti apa sih -_-.

 

Suasana kembali menjadi diam, kami berdua hanya menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Kebetulan sekali suasana di taman ini cukup sepi, membuat moodku untuk berbicara jadi hilang seketika.

 

“apa yang sedang kamu pikirkan?”

“kamu” aissh kenapa mulutku ini tidak bisa diajak kerjasama sih, kulihat tae kini menatapku heran.

“aku juga sedang memikirkanmu fany” ucapnya yang sukses membuatku terdiam.

 

Taeyeon menggeser posisi duduknya menjadi menghadapku, ia mengambil tanganku untuk di genggam. Mata onixnya menatap tepat di bola mataku, tuhan.. cobaan apalagi ini.

Ia mendekat, wajahnya hampir menyentuh pipiku. Bahkan nafasnya sangat terasa menyapu kulit di wajahku, membuat sekujur tubuhku menjadi kaku. Ia memejamkan matanya perlahan seperti hendak menciumku, apa yang harus kulakukan?

Ia menjilat sedikit es krim yang menempel di sudut bibirku, nyaris sekali…

“maaf.. ada noda eskrim di pipimu. Aku ingin membersihkannya hehe” ia membuka matanya sambil menatapku kembali.

Aku hanya bisa melongo heran, bagaimana bisa aku berfikir jika ia akan menciumku? Aigoo fany.

“eheem.. ak- aku.. yaah , terima kasih tae” buru-buru kurapihkan rambutku, menyelipkannya di balik telinga.

“tiffany” ucapnya, aku masih menunduk malu tak ingin melihat wajahnya.

“lihat aku”

Aku meliriknya sebentar, dia masih menatap wajahku dengan serius. Kupalingkan wajahku ke bawah lagi, seolah daun- daun yang berguguran ini lebih menarik dari dirinya.

“aku menyukaimu tiffany, bukan.. maksudku aku mencintaimu” ia mencium tanganku dengan lembut.

Deg! Akhirnya.. kata yang ku tunggu-tunggu muncul juga, tapi.. entah kenapa aku hanya bisa diam membisu.

“fany ah.. saranghae”

 

 

Author pov.

 

Taeyeon berusaha mengatur detak jantungnya yang sejak tadi kian meningkat , sudah lama ia ingin menyatakan perasaannya pada tiffany , namun ia masih terlalu ragu untuk melupakan Jessica yang tak lain adalah cinta pertamanya. Seperti yang kita tahu, kedatangan tiffany sudah banyak memberi perubahan pada hidup taeyeon, ia mampu membuat si gadis pendek berkulit pucat itu melupakan perasaan terpendamnya pada sahabatnya sendiri. Taeyeon begitu menyukai tiffany, dan inilah saatnya yang tepat untuk dia menyatakan perasaannya pada gadis ber eyesmlie tersebut, sebelum keberaniannya akan hilang seketika. Taeyeon paham betul jika gadis yang ia taksir banyak di cintai oleh siswa-siwa lain, apalagi saat apa yang dikatakan yuri kemarin, sungguh membuatnya takut.

 

 

Flashback~

 

Taeyeon duduk termenung di balkon villa, padahal jam sudah menunjukan pukul 03.05 dini hari. Ia memandang langit malam yang gelap, hanya lampu jalan dan pepohonan yang terlihat. Entah apa yang dipikirkan gadis pendek tersebut, hingga seseorang datang menghampirinya sambil membawa dua botol softdrik.

“kamu melamun eoh?” gadis berkulit gelap memberinya minuman kaleng, taeyeon tersenyum menerimanya.

“ani, hanya ada beberapa hal yang kupikirkan yul”

Yuri mulai meneguk minumannya, kemudian ia ikut duduk di sebelah taeyeon dan menyandarkan tubuhnya pada tembok. Taeyeon menatap yuri sebentar “dimana sica? Apakah sudah tidur?” yuri mengangguk.

“saat kamu pergi kemarin, sica sangat mengkhawatirkanmu. Aku rasa dia sangat menyayangimu taeng. Aku sungguh menyesal karena merebutnya darimu, aku minta maaf taeng, sungguh” yuri menatap atap, tak ingin membiarkan airmatanya jatuh begitu saja. Taeyeon yang melihatnya tersenyum kecil, dengan sekali gerakan ia membuka penutup minuman yang ada di tangan kanannya, kemudian meneguknya perlahan. “kamu masih sama seperti dulu ya.. selalu ingin terlihat kuat di depanku. Kamu tau? Justru itu yang membuatmu salah yul, sahabat bersama untuk saling menguatkan satu dengan yang lain, bukan hanya berjuang sendiri agar terlihat benar”

Yuri mendadak menjadi diam, air matanya turun begitu saja tanpa bisa ia tahan.

“aku sudah memaafkanmu sejak lama, aku hanya tidak menyukaimu yang mendekati sica, karna aku tau bahwa kamu player. Aku merestuimu bersamanya, jagalah dia dengan baik yul. Seperti aku menjagamu dulu” taeyeon mengacak rambut yuri pelan sambil tersenyum lebar.

“kamu yakin? Tapi aku rasa aku ga bisa bersama dengan sica, aku ingin memulai pertemanan kita dari awal lagi taeng ah. Ku mohon, aku sangat menyayagimu.kamu satu-satunya sahabat yang aku punya..” lirih yuri. taeyeon mendekat untuk memberi pelukan pada si gadis tanned. “aku sudah melupakan perasaanku pada sica, seseorang telah membuatku sadar yul. Aku menyukainya banyak, ani aku cinta padanya. Jadi kumohon, jagalah sica dengan sepenuh hatimu, karna kamu masih sahabatku, begitu juga dengan soo dan sunny”

“gumawoo taenggo, aku berjanji padamu untuk selalu menjaga sica, aku mencintainya” yuri pun tersenyum sambil mengeratkan pelukannya pada taeyeon. “aku rasa tiffany juga menyukaimu taeng, dia selalu saja mengkhawatirkanmu disaat kamu pergi. Seleramu selalu bagus hahaha” taeyeon melepaskan pelukannya , dan menatap yuri kaget. “bagaimana kau tau? Dan yaah!!!” ia menjitak kepala yuri dengan kesal.

“semua orang disini juga tau jika kalian saling suka, mata tak pernah bisa berbohong sobat kekeke. Dan asal kamu tau saja ya, tiffany banyak yang tergila-gila padanya. Bahkan siwon oppa berencana untuk menembaknya minggu depan, berhati-hatilah taeng!” yuri terkekeh melihat ekspresi wajah taeyeon yang mulai gusar.

“andwee! Aku harus lebih dulu mendapatkan tippanyku, enak saja!” taeyeon buru-buru masuk ke dalam, untuk menemani tiffany yang sedari tadi terlelap dikasurnya.

 

End of flashback.

 

Taeyeon menghirup nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya pelan. Ia menggenggam kedua tangannya dengan erat, sambil berbisik dalam hati untuk memantapkan niatnya “aku pasti bisa!”, “kau keren taeng”, “tippany ga akan menolak pesonamu, lihat saja!” begitu pikirnya.

ia menatap wajah tiffany dengan serius, sesekali ia memeriksa dadanya yang sebentar lagi akan meledak (?) keluar. Sementara tiffany masih menundukan kepalanya entah kenapa. Dengan perlahan ia mengambil tangan kanan milik tiffany untuk ia genggam, sesekali ia elus tangan tersebut dengan ibu jarinya yang pucat.

“tiffany” ucap taeyeon lantang, kini keringatnya sudah mampir di sekitar dahinya.

Namun gadis yang ia panggil masih tertunduk.

Ia ingin mencoba nya sekali lagi “lihat aku” begitu ucapnya

Tiffany  meliriknya sebentar, lalu memalingkan wajah ke bawah lagi, tak tahu kah dia bahwa gadis di sampingnya sedang berjuang melawan serangan jantung/?.

Taeyeon berusaha mengelap sedikit keringatnya yang hendak jatuh dengan tangan kirinya,  dengan penuh keberanian dia berkata lagi “aku menyukaimu tiffany, bukan.. maksudku aku mencintaimu” ia mencium tangan sang gadis dengan lembut.

Si gadis tersebut terlihat kaget dan menatapnya heran, seolah ingin bertanya ‘apakah kau bercanda?’ namun hanya diam tak bersuara.

“fany ah.. saranghae” kali ini taeyeon sungguh gugup, ia mengigit bibir bawahnya dengan cemas melihat tiffany yang tak kunjung buka suara.

Keduanya kini terdiam, saling terikat dalam pikirannya masing-masing.

Beberapa menit kemudian.

“kenapa kamu  tadi menemui yoona ?” taeyeon mengolongo mendengar ucapan tiffany, bukan ini yang ia harapkan.

“jawab aku taetae” tiffany menatap taeyeon dengan serius kali ini, taka da ekspresi sedih ataupun senang yang ia perlihatkan.

“ani.. itu karena aku merindukannya” jawab taeyeon malas.

“kamu menyukainya kan? Sehingga kamu tega ninggalin aku tanpa bilang dulu” ucap tiffany kesal.

“bukan begitu fany, aku dan yoona sudah lama ga ketemu. Jadi aku tanpa sadar mengejarnya, aku merindukannya banyak, ia sudah seperti adik kandungku sendiri” ucap taeyeon jujur, sungguh ia tak mengerti apa maksud dari pertanyaan tiffany.

Tiffany menghela nafas, ia tersenyum senang kali ini. Entah kenapa dia ingin memeluk gadis disampingnya. “gumawo taetae, aku juga mencintaimu kok” ia melepaskan pelukannya pada taeyeon, namun sang gadis yang sedari tadi di peluk hanya diam keheranan.

“yaah !!! kenapa kamu diam saja” teriak tiffany hingga mengagetkan taeyeon dari lamunannya. “nee..?” Tanya taeyeon.

“aku menerimamu bodoh!  Kenapa kamu ga dengerin aku? Dasar cebol” ucap tiffany sedikit kesal, namun didalam hatinya ia sungguh bahagia sekarang. “jinjaa? Woaaah.. gumawo fany ah, aku mencintaimu sungguh” ucap taeyeon antusias.

“arra.. arra.. sekarang mana ciuman pertama untukku?”

“nde? Mak-maksudmu.. aku cium.. kamu?”

“iyaa taetae sayang, cepat cium aku, itu tandanya kita sudah resmi jadian hehe”

“bb-baiklah pany”

Taeyeon mendekatkan wajahnya kearah tiffany, dan mengecup pipinya lembut.

“yeay.. akhirnya aku punya pacar lagi! Pany hanya milik tae mulai dari sekarang” ucap taeyeon bahagia sambil memeluk tiffany, namun tiffany menahan tubuh taeyeon dengan kedua tangannya.

“belum taeyeon,aku tak memintamu menciumku di situ. Aish.. mari aku saja yang mengajarkannya”

Dengan tersenyum tiffany mengalungkan tangannya di leher taeyeon, dan mulai mengecup bibir si gadis pendek dengan perlahan sambil sesekali mengulumnya, dan si gadis tersebut hanya bisa pasrah dan menikmatinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

end(?).

 

 

 

 

 

 

mianek mianek hajiman readers kusayang, readers ku cinta wkwk. maapkan aku yang ga profesional jadi author huuhu. aku lagi sibuk jadi ga bisa apdet ff ini , sampe bersarang laba-laba nih wepe ga ada penghuninya lagi yakan wkwk. btw akhir-akhir ini terlalu banyak moment kekasihku si tatang yang bertebaran di ig, abis dia uah ketularan alaynya kaya pany (?) tapi gapapa, eneng rela kok di spam terus sama tatang tercinta hehehehew. semoga aja ada yang nungguin ini epep yaa, kalo ga ada juga gapapa wkkw. selamat sore sone~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Just love me! 8

cast: – Taeyeon

– Tiffany

– Jessica

– Yuri

other cast: – sooyoung

– sunny

 

“seluruh cerita ini murni hasil pemikiran author, jangan mengcopas tanpa ijin, dan silahkan komentar jika suka”

 

happy reading.

 

 

 

Tiffany pov

 

““yoongie ah aku membawa makanan!”

 

Deg!

Suara itu, dialah yang ku tunggu sejak tadi. Tanpa pikir panjang aku pun melepaskan pelukanku ke yuri dan segera beranjak ke luar kamar. Aku berjalan dengan senyuman di pagi indah ini, yap lihatlah! Bahkan dia juga tersenyum padaku. Tae ah…, aku bersyukur kamu baik-baik saja .

 

“taetae ah!” aku segera berhambur memeluknya.

Dia juga membalas memelukku.

“kemana saja  kamu semalam? Apa tidurmu nyenyak?”

“aku tidur di rumah teman lama fany ah, hehe kamu mengkhawatirkan aku sebegitunya ya?” tae mengelus rambutku, perlakuannya yang tiba-tiba ini membuat aku sangat senang walaupun sedikit malu. Sangat jarang melihat dia perhatian begini padaku, apakah mungkin kepalanya terbentur keras semalam? Sikapnnya selalu berubah-ubah, tapi untungnya aku suka.

“andwee mataku ternodai oleh kalian, andwee kekeke” celetuk sooyooung  sambil duduk di sofa lain, langsung saja tanpa babibu ia mengambil makanan yang tadi di bawa oleh taeyeon. Kulihat wajah taeyeos sedikit bersemu, namun dengan cepat ia  melepaskan tangannya dari rambutku. Mungkin dia sedang malu kekeke, omo! Wajahnya lucu saat sedang kikuk begini. ingin sekali aku mencium pipi tirusnya itu , tapi harus kutahan agar mereka tak curiga atas perasaan bodohku ini.

Sunny yang datang bersama yuri, jangan Tanya Jessica dimana, karena ia pasti mati suri di kasurnya (?).

“wah syukurlah kamu membawa makanan taeng ah, kita sudah kehabisan bahan makanan di kulkas” seru sunny yang mulai mengambil ayam goreng, sementara yuri hanya berdiri di samping dinding ruang tengah mereka.

“yuri ah ayoo duduk disini” aku berdiri dari sofa menarik tangan yuri , kemudian menyuruhnya untuk duduk di sofa nya sooyoung. Bagaimana pun aku harus membantu mereka untuk berteman kembali.

“dimana Jessica? Ayoo kita makan bersama , kalian pasti lapar” ujar taeyeon. Ia mulai mengambil ayamnya dan memakannya.

“biar aku yang membangunkannya, kalian makanlah dulu” yuri bangkit dari duduknya dan beranjak menuju kamarnya. Aku mengambil sepotong ayam dan memakannya dengan perlahan, kulihat tae sudah mulai bercanda kembali dengan sooyoung. Kami tertawa bersama, rasanya sangat senang melihat ia kembali ceria. Walaupun hatiku sedikit sakit mendengar cerita sunny tentang perasaan taeyeon terhadap Jessica yang begitu besar, tapi aku cukup senang melihat taeyeon yang masih bisa tersenyum setelah kejadian tadi malam yang sangat menyesakkan.

“good morning guys” sapa Jessica yang datang bersama yuri. Dengan begitu kami bisa sarapan bersama kembali pagi ini. Sungguh rasanya menyenangkan bagiku bisa berkumpul bersama mereka. Tuhan kumohon janganlah buat mereka berpisah! Mereka sangat menyayangi satu sama lain, tak seperti teman-temanku disekolah yang seluruh pikirannya hanya tertuju ke pesta saja, dan barulah sekarang aku bisa merasakan ikatan pertemanan yang begitu erat, sungguh manis!.

 

***

“taeng ah ayoo pergi jalan-jalan !” ajak jessica.

“aku lelah sica ah, aku di villa saja” elak taeyeon.

“kita sudah 3 hari disini, masa kamu ingin mengurung diri terus disini?? Ayolaaah kita belum ada pergi bersama-sama tau. ” jessica merengek manja, sementara tiffany datang dari arah dapur menghampiri mereka.

“hai jess, kalian sedang apa?” Tanya tiffany dengan senyuman manisnya. Ia melirik kearah taeyeon sekilas yang terlihat sedang menggaruk rambutnya.

“hmm gimana ya, fany ah kamu jadi ikut aku kan?” taeyeon menatap tiffany seolah memberi isyarat lewat tatapan matanya.

Tiffany masih tak paham, ia bingung atas apa yang di maksudkan oleh gadis imut di depannya itu. Kini malah gadis eyesmile lah yang terlihat menggaruk rambut pendek sebahunya itu.

“ah.. ternyata kamu lupa ya ppany ppany tippany. Kajja bersiap-siap dulu. Byee sica ah” taeyeon memberikan senyum palsunya  sambil menggandeng tangan tiffany menuju kamar mereka. Jangan tanyakan bagaimana ekspresi jessica saat ini, karena ia hanya mampu menganga keheranan melihat perilaku sahabatnya itu. Namun yuri yang melihat mereka sejak tadi pun hanya tersenyum.

“gumawo taengo” bisiknya dalam hati.

 

 

Back to taeny

 

Setelah sampai di dalam kamar , taeyeon diam di tempatnya berdiri. Ia melamun,  dan tiffany  dapat melihat itu yang tergambar jelas lewat tatapan kosong gadis di sampingnya. Mereka sudah berdiam diri di balik pintu selama beberapa menit .Tanpa sadar tangan mereka masih terpaut satu sama lain, namun tiffany makin mempererat genggamannya ke taeyeon. Tentu saja hal itu membuat pikiran si gadis kembali ke alam sadarnya, perlahan ia mengangkat wajahnya dan memandang gadis yang baru saja merebut perhatian serta pikirannya. Ia melihat sebuah senyuman manis yang tiffany berikan ke taeyeon, tetapi taeyeon masih diam tanpa melepaskan tatapan nya pada tiffany.

“gumawo fany ah” ucapnya

“untuk apa ?“ tanya tiffany

“ karena kamu satu-satunya alasan untukku jauh dari sica“ ucap taeyeon

‘dan melupakannya’ bisik nya dalam hati kemudian.

Taeyeon dengan tiba-tiba memeluk tubuh gadis di depannya, sementara tiffany yang kaget hanya mengangguk dan tersenyum senang di balik pelukan taeyeon. Entah mengapa perkataan singkat taeyeon tadi mampu membuat hatinya bergetar.

 

 

***

“kita mau kemana tae ah?”

tiffany sudah bersiap dengan pakaian santainya. Ia memakai kemeja tipis bewarna merah muda serta celana pendek dan flat shoes putih. Ia menunggu taeyeon yang sedang berganti pakaian, kemudian taeyeon datang menghampiri.

“ne kajja aku akan mengajakmu ke tempat aku menghabiskan waktu semalam,wow kau cantik sekali noona” taeyeon tertawa di sela ucapanya, membuat tiffany menjadi tersipu malu.

“berentilah menggodaku, ayoo pergi sekarang karena hari mulai sore” ia menarik lengan taeyeon keluar villa.

“ah ani aku hanya jujur fany ah, jangan marah. Kemana mereka? Sepi sekali”

“bukankah kamu menolak ajakan jessi tadi, tentu saja mereka semua pergi ke pantai bersama” mereka mulai berjalan menyusuri jalan setapak di belakang villa milik Jessica. Taeyeon berjalan di depan dan tiffany hanya mengikuti di belakangnya.

“hati-hati fany ah, ini sedikit berbatu. Mari kubantu” taeyeon menggenggam kedua tangan tiffany pelan saat hendak menaiki sebuah tanjakan berbentuk bukit. Tiffany terlihat kesulitan untuk naik, namun taeyeon dengan sigap menarik tubuhnya hingga mereka berdua berhasil naik ke atas.

“ah ini melelahkan. Mengapa kamu mengajakku pergi ke tempat seperti ini, lihatlah baju kesayanganku jadi kotor begini” cemberut tiffany sambil merapihkan kotoran yang menempel pada kemeja dan celannya, sementara taeyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“kamu manja sekali, ini bahkan belum seberapa sulitnya dari perjuangan meraih impian fany ah”

Taeyeon menarik tangan tiffany dan mengajaknya berlari menyusuri rerumputan di bukit tempat mereka sekarang. Ini adalah tempat favoritnya taeyeon sejak kecil, saat dulu taeyeon sangat dekat dengan keluarga jung yakni keluarga dari Jessica. Bahkan orang tua Jessica sering mengajaknya ikut berlibur bersama mereka di villa. Saat itu malam tahun baru di usianya ke 12 tahun, pertama kalinya ia merayakan malam yang bahagia bersama keluarga jung, ia bermain bersama krystal serta Jessica sementara ibu dan ayah jung sedang memanggang daging dan makanan lainnya untuk mereka.

Ibu dan ayah jung terlihat bercanda sesekali saat memanggang, dan taeyeon melihat kemesraan mereka yang membuat hatinya merasa sedikit iri karena hal tersebut tak pernah terjadi pada orang tua kandungnya. Bahkan umma dan appanya tega berpisah saat menjelang di hari ulang tahunnya yang  ke 8 tahun. Sungguh miris hati taeyeon saat itu, namun ia menyembunyikan kesedihannya di depan keluarga jung dan ikut merayakan pesta bersama. Hingga saat keluarga jung memutuskan untuk tidur , taeyeon diam-diam keluar villa lewat pintu belakang. Ia berjalan seorang diri di malam hari dan saat itu ia menemukan bukit tersembunyi di belakang villa dan menumpahkan seluruh kesedihannya disana sembari  menangis seorang diri. Dia sangat ingin merayakan hari-hari penting seperti ini bersama keluarganya, namun takdir tak pernah berpihak kepadanya.  Begitulah mengapa taeyeon menyukai tempat tersembunyi ini yang menyimpan sedikit kenangan di masa kecilnya dulu.

“ini hanya padang rumput tae, kamu ingin kita berlari terus seperti ini?” ucap tiffany sambil terengah-engah. Taeyeon berhenti dan melepaskan tangan tiffany tepat di dekat sebuah pohon besar. Ia hanya diam sambil mengatur nafasnya juga.

“woah! bahkan pohon ini mengingatkanku saat bertemu padamu pertama kali, kamu ingat kan saat menjatuhkan ponselku ke dasar jurang? Hahaha pabo”

“yeah hanya pohon tiffany, mari lihat apa yang ada di balik nya” taeyeon meninggalkan tiffany dan duduk di rerumputan yang ada di balik pohon tersebut. Tiffany pun mengikutinya , dan ia mmenganga takjub untuk beberapa saat.

“ini luar biasa taetae!! Aku tak tau bisa melihat seluruh isi busan dari atas sini”

“kamu suka?”

“tentu saja, aku sangat suka. Bagaimana kamu bisa tau tempat tersembunyi seperti ini ?”

“semuanya punya cerita fany, dan kamu orang pertama yang ku ajak ke sini”

“gumawo taetae, please biarkan aku mendengarkan cerita-ceritamu”

“baiklah, tentu saja”

Dan mereka mulai bercerita satu sama lain disana, di temani angin sore yang berhembus di musim panas. Hanya berdua, tanpa paksaan dan tekanan emosi dari pihak manapun, sekedar bercerita ringan namun tanpa mereka sadari hal itulah yang membuat mereka semakin dalam mengenal satu sama lain dan saling percaya.

***

“taengo bangunlah!! Hari semakin siang” sunny membuka tirai di kamar taeny, agar cahaya mentari pagi dapat masuk dengan leluasa ke kamar mereka. Ia menghela nafas melihat tingkah sahabat pendeknya yang masih bermalas-malasan di balik selimutnya.

“jika kamu tak bangun, sarapanmu akan di habiskan sooyoung begitu saja, kamu tak ingat jika dia selalu kelaparan setiap saat?” sunny tertawa sembari menarik selimut yang membalut tubuh sahabatnya, kemudian ia melipatnya dan meletakannya di pinggir kasur.

“ne.. nee.. aku akan ke sana 5 menit lagi, pastikan dia tak menyentuh sedikitpun piringku!” dengan terhuyung-huyung taeyeon menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara sunny kembali untuk bergabung bersama teman-teman lainnya di meja makan sambil terkekeh.

“wae sunny ah? Di mana taeyeon?” Tanya Jessica

“aniya dia langsung bangun saat ku bilang yoongie akan memakan jatah sarapanya, dan dia sebentar lagi dia akan kemari haha”

Tiffany dan yuri hanya tertawa, sedangkan sooyoung masih setia pada makanannya.

“yaah choi!!! Jangan sentuh makananku” taeyeon yang baru datang segera lari merebut makanan yang di pegang sooyoung, tentu saja sooyoung kaget karna perlakuan teman pendeknya yang tiba tiba itu.

“YAHH APA KAU GILA PENDEK?!! INI MAKANANKU” sooyoung merebut kembali piringnya.

Tiffany dan yang lainnya terkikik geli , yuri berdiri dan memberikan piring yang berisi makanan untuk taeyeon.

“ini punyamu taeng, kamu salah paham” yuri memberikan senyum.

“gumawo yul” balas taeyeon datar.

 

***

Siang ini mereka berenam duduk di ruang tv. Taeyeon duduk di sofa sambil membaca novel, tiffany dan sooyoung menonton tv, serta sunny yang sedang bermain game di psp vistanya. Sedangkan yuri sedari tadi mengecat kuku Jessica yang sedang terlelap di pangkuannya. Tak ada aktivitas yang berarti untuk mereka lakukan sehingga sooyoung lama kelamaan menjadi merasa bosan, ia beranjak sebentar menuju dapur dan membuka kulkas, namun tak ada makanan di dalamnya, hanya susu kotak serta telur. Melihat itu tentu saja membuat Ia menjadi kesal dan berteriak “omoo!!!! tak ada makanan disini, Aku akan mati!!”. taeyeon yang sedari tadi asik membaca novel pun merasa terganggu, kini sooyoung berjalan menuju ruang tengah dan kembali mengomel tak henti – hentinya seperti ”omo!! Perutku semakin mengecil. Andwee!!!” dan “sunny ah tolong kasiani aku, jika aku mati nanti siapalagi yang akan mengejekmu. Apa kamu tak merindukanku? Jebal beri aku makan”.

Tentu saja setiap perkataan yang keluar dari bibir si gadis tinggi itu membuat tiffany menganga seketika, ia heran melihat ternyata ada manusia sejenis  sooyoung yang tak bisa menahan lapar walau sebentar saja. Sedangkan yuri hanya tertawa melihat tingkah temannya itu,dan  sunny hanya diam seolah sudah bosan mendengar keluhan sahabat tingginya itu. Jika kalian tanyakan apa reaksi dari Jessica, tentu saja dia masih di alam mimpinya dalam keadaan damai dan tentram. Bahkan jika kalian mengadakan parade marching band di samping telinganya, ia takkan bangun . percayaah,lol.

Taeyeon kini menutup bukunya, ia memutarkan bola matanya dengan jengah. Kemudian ia beranjak menjauh dari mereka menuju kamarnya sambil membanting pintu dengan keras. Tentu saja itu membuat sooyoung dan lainnya menjadi diam seribu bahasa. Mereka saling tatap satu dengan yang lain, tentu saja tanpa Jessica karena matanya masih tertutup rapat. Tiffany dengan segenap keberanian bertanya pada mereka dengan pelan “ apakah taetae marah?”,   dan sunny hanya menjawab “entahlah mungkin saja”.

Cukup lama suasana hening, hanya bunyi cacing di perut sooyoung lah yang mampu bersuara. Mungkin keheningan ini lah obat dari penangkal tidur si princess jung yang tak lain adalah Jessica,  karena tiba-tiba saja ia terbangun dari tidur indahnya dan berkata dengan polosnya “apa aku tertidur sejak tadi? Err.. mengapa kalian semua diam seperti ini?” namun yang ditanya hanya diam dengan tatapan yang sama bingungya dengan dia, kecuali yuri yang memberikan senyuman selamat bangun terbaiknya untuk Jessica.

Selang beberapa menit taeyeon pun keluar dari kamarnya,ternyata ia sudah berganti pakaian . Tentu saja para sahabat-sahabatnya di buat semakin bingung atas apa yang di lakukan taeyeon,mereka sempat berfikir apakah ia ingin melarikan diri lagi dari mereka, atau bahkan ingin pulang ke seoul seorang diri karena marah atas kebisingan yang di ciptakan oleh teman tingginya. Entah lah, mereka hanya  kembali menunjukan raut wajah kebingungan. Taeyeon yang melihat ekspresi temannya kini membuka suara , “waeyo? Kajja makan bersama-sama di luar”. Sooyoung dan tiffany kini kembali menganga terheran-heran melihat sikap teman pendeknya itu, “kamu sehat kan?” Tanya sunny tak percaya sedangkan Jessica yang tak mengerti hanya mengangguk-ngangguk saja atas ajakan taeyeon “ ne aku akan berganti pakaian dulu, kajja yul” ia menarik tangan yuri begitu saja ke kamar mereka berdua.

“hey kalian bertiga! Apa yang kalian tunggu, bukankah kita juga sudah lama tidak makan bersama-sama? Ayoo ganti pakaian kalian, aku akan menunggu di luar” taeyeon beranjak begitu saja dengan santainya ke luar villa, sedang tiffany,sooyoung dan sunny hanya menggeleng-geleng kepala keheranan.

***

Mereka sudah tiba di tempat tujuan dengan selamat , mobil yang mereka kendarai sudah terparkir rapi pada tempatnya. Sooyoung yang kelaparan sejak tadi lebih dulu berjalan menuju restoran dengan tergesa-gesa, sunny yang melihat itu segera menyusulnya. Tentu saja dengan kaki yang kecil seperti itu membuatnya harus berlari untuk mengejar sooyoung. Bahkan ia sedikit melompat untuk bisa menarik rambut pendek sooyoung, “yaaah!!! Apa-apaan kau pendek! Appo..” runtuknya kesal sambil mengelus kulit kepalanya yang sakit, “makanya jangan bikin malu seperti itu, jagalah wibawamu jangan berlari seperti itu” ucap sunny santai. Yuri dan yang lainnya hanya tertawa menyaksikan tingkah dua sahabat mereka yang sudah seperti tom & jerry itu.

Taeyeon sengaja memilih sebuah restoran yang letaknya di dekat pantai Haeundae, pantai terbesar di Korea Selatan.  Mereka memilih meja yang letaknya di dalam ruangan khusus vip, yakni ruangan yang cukup tertutup dari kawasan pengunjung umum agar mereka bisa bebas tanpa harus mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya. Mungkin maksud taeyeon untuk mengantisipasi hal yang tidak-tidak yang bisa saja terjadi dari sooyoung (?) wkwk.  Seorang pelayan wanita datang menghapiri meja mereka dan membungkuk dengan sopan, “anyeeong haseyo, bisakah saya mencatatat pesanan kalian? Ini menunya, silahkan” ia tersenyum dengan manis.

“ah nee, aku ingin pesan 1 ramen udon, serta sushi dan takoyaki” ucap sooyoung semangat.

“aissh kamu ini, kenapa banyak sekali?” Tanya sunny sebal.

Sooyoung hanya menjulurkan lidahnya.

“kalau aku okonomiyaki saja, kamu yul?” Tanya Jessica.

“aku sama saja sica ah,apapun yang kamu makan pasti enak untuku” yuri tersenyum lagi untuk Jessica, tentu saja ia merona atas perkataan manis yuri.

“aku pesan satu soba serta onigiri , kamu pesan apa fany?” Tanya sunny

“ah aku sushi saja deh”

Lalu taeyeon datang , dan duduk di kursinya tepat di samping tiffany.

“maaf aku lama, ah ne aku pesan ramen saja” ucapnya lalu melihat pelayan yang hendak mencatat pesanannya.

“yoo.. yoona? “ ucapnya kaget.

“ne, ah unnie. Kamu taeyeon unnie kan?” balas yoona yang juga tak kalah kaget.

“waah kamu semakin cantik saja ya, lama tak bertemu hehe”

“ah ne gumawo unnie, kamu juga semakin imut saja hehe” ucap yoona dengan cengiran khasnya.

Sunny dan yang lainnya hanya saling menatap satu dengan lainnya, mereka tak tau jika si pelayan restoran saling mengenal dengan taeyeon. Taeyeon yang melihat raut kebingungan dari para sahabatnya segera berdiri untuk mengenalkan yoona pada mereka.

“oh iya aku lupa, kenalkan mereka teman-temanku. Yang pendek itu sunny , yang hitam itu yuri serta disebelahnya itu Jessica. Dan yang di sampingku ini namanya tiffany hehe”

“anyyeong “ ucap mereka serempak.

“ ah ne anyyeong, im yoona imnida. Kalian pasti kenal dengan kakak tiriku im nana kan? Hehe”

“ woah ternyata kamu adiknya nana ya, kamu bahkan tak kalah cantik darinya” ucap sooyoung.

“hehehe gumawo unnie, ah aku ijin untuk menyiapkan pesanan kalian terlebih dahulu ya” ucap yoona ambil membungkuk sopan, lalu meninggalkan mereka.

“waah adiknya saja jauh lebih sopan dan ramah dari kakaknya yang sok popular itu” ucap sunny.

“bukankah nana pindah sekolah saat semester akhir kelas 2 lalu? Beruntunglah taeng tak bersamanya lagi” ucap Jessica acuh.

“yap, dia pindah ke luar negri untuk sekolah modeling. Anak – anak di tim tak berhenti begitu saja membicarakan kepindahannya dan itu membuatku pusing” jawab yuri.

Tiffany yang tak mengerti kemana arah pembicaraan mereka hanya bisa diam, yang ia tahu hanyalah nana adalah mantan kekasih dari taeyeon yang juga merupakan rivalnya dulu di dunia cheers. Ia sedikit merasa cemburu melihat taeyeon yang begitu akrab dengan adiknya nana, tapi ia hanya bisa diam untuk menutupi rasa cemburunya tersebut.

Disisi lain taeyeon berdiri dari kursinya dan hendak beranjak dari meja mereka, sunny terlebih dulu bertanya sebelum ia benar-benar pergi dari tempatnya.

“kamu mau kemana taeng?”

“aku ingin ke toilet sebentar” ucapnya lalu pergi.

“pasti ia ingin menghampiri yoona, biarkan saja” ucap yuri santai.

“ah ne baiklah” .