JUST LOVE ME!3

Judul: Just love me!3

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

 

.

 

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

ENJOY~

.

.

.

.

.

 

 

Hampir sebulan taeyeon dan tiffany mulai dekat sebagai teman baik. Setiap malam mereka selalu bertukar pesan, sesekali berbicara lewat telfon. Taeyeon si gadis pendiam dan tertutup, perlahan lahan bisa kembali tersenyum sejak adanya tiffany si gadis periang dan norak yang selalu mengisi kekosongan harinya.

 

Setelah ujian semester berlalu, maka  liburan panjang pun segera tiba.

 

Kelas taeyeon kembali ricuh , seakan tak ada hari esok untuk membicarakan perihal rencana liburan masing-masing. Begitu juga dengan taeyeon dan teman satu gengnya.

‘’bagaimana rencana liburan tahun ini guys’’ celetuk sooyoung

‘’bagaimana jika kita liburan ke jepang? Aku sangat ingin tinggal disana’’ sunny mencoba beberapa aegyonya. Taeyeon merasa ingin mual sekarang wkwk(?)

‘’daddy meminjamkan villanya yang berada di busan untuk kita, bagaimana menurut kalian?” kali ini Jessica yang membuka suara.

‘’bagaimana menurutmu taengo? Aku sih setuju saja asal banyak makanan disana kekeke” sooyoung tertawa keras seolah itu adalah hal yang sangat lucu. Taeyeon memutarkan mata melihat tingkah konyol teman seperjuangannya itu.

‘’sebenarnya aku punya janji dengan seseorang, kami berencana berlibur bersama” ia kini menatap mata temannya satu persatu.

Sooyoung menyikut lengan sunny “aku rasa ia mulai dekat dengan penyihir cantiknya itu sunny ah” mereka tertawa kompak.

‘’penyihir cantik? Siapa itu taeng? Kamu tak pernah cerita padaku ya” tatap Jessica dengan selidik.

‘’tanyakan saja pada dirimu sendiri ‘ tuan putri” taeyeon berkata dengan penuh penekanan padannya dan kembali menampilkan ekspresi datarnya.

‘’umm bagaimana jika kita ajak saja gadis pemandu sorak mu itu taengo, aku rasa akan lebih baik jika kita pergi bersama-sama, yak an yonggie ah” sunny menatap sooyoung dengan penuh arti.

‘‘ah tentu saja sunny ah, aku benar-benar ingin berkenalan dengannya’’

‘’baiklah kalau begitu aku akan berbicara padanya dulu, aku lapar. Kajja syoo’’ Tayeon pergi bersama sooyoung ke kantin.

 

Hanya tersisa sunny dan Jessica yang kini masih memikirkan perkataan sahabatnya itu. Sunny seakan mengerti keadaan hanya berkata “semenjak kamu dekat dengan yuri, taeng kembali terlihat murung sica. Mungkin ia merasa kalau kamu mulai menjauh dari hidupnya, bahkan kami tak pernah melihat lagi kalian pulang dan menghabiskan waktu bersama’’ ia tersenyum menenangkan Jessica yang kini semakin membisu di balik wajah cantiknya.

.

.

.

.

 

Waktu semakin bergulir, kini bel pulang pun berdering. Seluruh siswa bersorak gembira karena ini hari terakhir sekolah. Taeyeon yang ingin segera menjemput tiffany di sekolahnya pun kini bergegas  menuju parkiran. Ia berjalan dalam senandungnya sesekali bersiul-siul sesuai irama yang ada di pikirannya. Tiba- tiba sebuah tangan mungil menahan jalannya, memeluk pinggangnya dari belakang sambil terisak dibalik punggung taeyeon.

‘’mm-mianhe taeng, mian. Aku sangat jahat padamu karena mengabaikanmu akhir- akhir ini, mohon maafkan aku’’ Jessica kembali terisak dalam tangisnya, sementara taeyeon diam membisu tetap membiarkan kemeja sekolahnya basah oleh airmata sahabatnya.

‘’kumohon jangan diam taeng, maafkan aku hiks hiks jebal bicaralah”aku memang bodoh’’ kini taeyeon membalikan badan dan memeluk tubuh Jessica dengan erat

‘’uljima sica ah, jangan menangis aku akan selalu disini bersamamu’’ Jessica menenggelamkan wajahnya di ceruk leher taeyeon, ia sangat merasa nyaman dalam posisi ini.

 

Ponsel  taeyeon di saku roknya bergetar, tapi kini seluruh perhatian taeyeon hanya tertuju pada Jessica, ia merasa kini sahabatnya akan kembali lagi padanya, sesekali ia mengecup kening sahabatnya.

 

Disisi lain ada seseorang yang melihat kejadian itu dengan tersenyum sedih. Ia menggenggam erat ponselnya. Ia tak tau apa yang terjadi , namun hatinya seperti tertusuk ribuan duri. Tiffany tak pernah menyukai seseorang dengan begitu dalam seperti ia menyukai taeyeon.

 

Tapi ia tak ingin terlihat egois mengingat taeyeon hanya lah sebatas teman baiknya. Untuk cemburu pun ia tak mampu. Tiffany memutuskan untuk pergi  tak ingin taeyeon tau keberadaanya sekarang ia berjalan dengan tergesa – gesa meninggalkan taeyeon dan Jessica.

‘’hey tiffany tunggu” seorang namja terlihat berlari melewati taengsic, tiffany kaget saat seseorang menepuk pundaknya. ‘’nickhun !’’ kagetnya.

.

.

.

.

.

.

 

 

Taeyeon pov.

 

Aku sangat senang mengingat Jessica sudah kembali ke sisiku, ia berkata sangat menyesal karena telah mengabaikanku dan meminta maaf sekarang. Ia menangis dengan memeluku, akupun kembali memeluknya erat untuk menenangkan nya. ‘aku sangat merindukan pelukan ini sica ah’ ku cium keningnya sesaat, ia pun kembali mengeratkan pelukannya terhadapku.

 

Seorang namja berlari melewati kami sambil meneriakan nama orang yang sangat ku kenal.

 Deg! Jantungku kini berdetak cepat. ‘tiffany’ lirihku saat melepaskan pelukan Jessica. Ku edarkan pandanganku ke asal suara, itu benar tiffany. Tetapi mengapa ia kesini? Siapa namja itu? Mereka sangat terlihat akrab.

 

Aku hendak menemui tiffany  dan menyusulnya saat kemudian Jessica kembali menahan lenganku , ia menatap kedua manik mataku dengan dalam

“tetaplah bersamaku taeng, aku ingin menghabiskan waktu berdua kembali bersama-sama” aku kembali mengangguk dan memutuskan pergi bersama Jessica menggunakan motor matic kesayanganku. Saat melihat kearah tiffany tadi berada, yap.. mereka sudah menghilang . baiklah dengan berat hati aku pergi bersama Jessica.

 

.

.

.

.

.

 

 

Jessica pov.

 

Aku sangat lega mengingat taeyeon mau menerima ku kembali sebagai sahabatnya. Jujur saja selama ini aku menyukai keberadaan taeyeon disisiku. Dialah pahlawanku selama ini yang selalu menolongku dalam kondisi apapun. Aku sedikit cemburu saat mendengar taeng dekat dengan orang lain, bukan lagi denganku sebagai wanita special di hatinya lagi.

 

Taeyeon memelukku dengan erat, pelukan penenang yang selama ini kurasakan dikala sedih dan bahagia, hanya taeyeon tempatku berbagi. Dia mencium keningku,aku merasa sangat nyaman hingga tanpa sadar memejamkan mata hingga kudengar suara seseorang memanggil nama “tiffany” yang kutahu adalah seorang leader  dari tim cheerleaders sma seoul highschool.

.

.

.

.

.

.

.

Flashback~

 

Hanya tersisa sunny dan Jessica yang kini masih memikirkan perkataan sahabatnya itu. Sunny seakan mengerti keadaan hanya berkata “semenjak kamu dekat dengan yuri, taeng kembali terlihat murung sica. Mungkin ia merasa kalau kamu mulai menjauh dari hidupnya, bahkan kami tak pernah melihat lagi kalian pulang dan menghabiskan waktu bersama’’ ia tersenyum menenangkan Jessica yang kini semakin membisu di balik wajah cantiknya.

“tapi bukankah taeyeon tau bahwa aku kini dekat dengan yuri? Kenapa ia tak pernah bilang langsung kalau tak suka” Jessica tampak memijit kepalanya. Sunny hanya tersenyum.

“ kamu tau, taeyeon tipe orang yang tertutup bahkan kamu lebih lama bersama dengannya seharusnya kamu paham kepribadiannya. Tapi semenjak taeyeon dekat dengan gadis pemandu sorak itu, aku rasa ia semakin sering tersenyum hehe’’.

“ma- maksudmu apa sunny-ah? Aku bahkan tak kenal wujudnya seperti apa, aku tak mau taeng dekat dengan gadis yang tak baik” Jessica menghela nafas dengan kasar. Sunny kini beranjak dari kursinya , berjalan menuju luar kelas.

“yang ku tau namanya tiffany hwang, see ya sica ah” teriaknya dari luar. Jessica kembali terdiam dengan segudang hal dalam pikirannya. Ia merasa kini terabaikan oleh taeyeon yang membuat sedikit luka di sudut hati nya.

‘apa aku mulai menyukaimu taeng? Tapi mengapa baru sekarang setelah yuri menyatakan cintanya kemarin’ begitu bisik hatinya. Ia terlalu sibuk berfikir sampai tak menghirukan suara cacing-cacing diperutnya yang membutuhkan makan.

 

End of flashback.

 

.

.

.

 

Taeyeon dan Jessica kini sudah berada di mall. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, senyum pun tak mampu luntur dari kedua sudut bibir Jessica. Sudah hampir setahun ia tak pernah menghabiskan waktu berduaa dengan taeyeon, mereka selalu menghabiskan waktu berempat sejak sma. Begitu juga dengan taeyeon yang diam-diam merindukan hal yang sama dengan Jessica.

Jessica menarik Taeyeon kesudut toko yang menjual benda-benda dari merk fashion ternama. Seperti julukannya sebagai seorang princess , ia dengan anggunnya memilih berbagai barang sesuai seleranya sementara Taeyeon hanya patuh mengikuti sambil membawa beberapa kantung tas belanjaan tuan putrinya.

‘’kamu tak lelah sica-ah?” Tanya Taeyeon dengan hati-hati.

Jessica hanya menyengir kuda, ia tak sadar jika sahabatnya sudah penuh membawa kantung belanjaannya itu.

“kajja taeng-ah, ayoo kita makan dulu” ia menarik tangan taeyeon menuju restoran italia di kawasan mall. Mereka memutuskan untuk duduk di meja pojok, tempat biasa yang mereka gunakan saat nongkrong berdua dahulu.

“ahh… rasanya aku kangen tempat ini. Kamu mau pesan apa prince?” Jessica sedang menatap taeyeon dengan senyum mengembang bagai permen kapas(?). Taeyeon hanya membalas senyuman dengan sekedarnya, entahlah hatinya senang memiliki quality time dengan wanita pujaannya tapi batin kembali merasa janggal akan sesuatu hal, seperti ada bagian yang kosong disana.

“pesankan aku makanan seperti biasa sica-ah”

“baiklah hehe” Jessica memesan makanan mereka kepada pelayan.

 

Mereka makan dalam keadaan damai, sesekali mereka mengambil obrolan ringan tentang sekolah hingga rencana liburan. Jessica sesekali tertawa akan perlakuan manis yang taeyeon berikan, itu seperti sesuatu hal candu yang akan ia rindukan. Taeyeon adalah segalanya bagi sica, meskipun tak di pungkiri kwon yuri………..

“hei nichkun ssi!” Jessica melambaikan tangannya pada sepasang pemuda dan pemudi yang sedang mencari meja untuk duduk. Nickun menoleh.

“hai sica ssi, hai taeyeon ssi” nickun dan temannya menghampiri meja taengsic. Ia tersenyum dengan manisnya.

“ff-fany ah” kaget taeyeon. Ia seperti beku seketika melihat tatapan datar dari tiffany.

“ah kalian ternyata sudah kenal ya, ini tiffany kenalkan Jessica ssi dan taeyeon ssi teman satu sekolahku” nickhun menyikut pelan lengan tiffany.

“ah ne, tiffany hwang imnida. Senang berkenalan dengan kalian” ia menjabat tangan Jessica dengan senyum yang sedikit dipaksakan, begitu juga dengan Jessica yang berprilaku dengan hal yang sama.

“aku rasa perutku mulai lapar nick, ayoo kita pamit”

“baiklah nona hwang, umm kami pamit dulu ya. Kalian selamat makan” sapanya ramah sambil beranjak dari meja taengsic.

Taeyeon kini hanya mampu diam menatap punggung tiffany yang menjauh dari mejanya. Ia merasa bersalah karena lalai akan janjinya dengan si penyihir cantiknya, padahal mereka akan menghabiskan waktu bersama hari ini ke toko buku Jeonghan bookstore yang kini akan beralih menjadi tempat favorite kencan tersembunyi ia dan Tiffany. Jessica yang melihat sahabatnya melamun berusaha mengebalikan kesadaaran sang empunya dengan mengelus tangan mungil itu.

“kamu kenapa taeng?”

“gwencana sica-ah, aku rasa aku mulai lelah. Kajja kita pulang”

“ah ne taeng ah, biar aku yang membayar kali ini” Jessica tersenyum riang sambil pergi menuju meja kasir.

 

.

.

.

.

 

Setelah mengantarkan Jessica menuju rumahnya, Taeyeon memutuskan pulang menuju rumahnya. Ia sangat lelah sekarang, lelah hati dan lelah fisik. Sebelum adik tirinya mengganggu ketenangannya untuk mengajak makan malam bersama, ia lah yang lebih dulu pamitan dan mengaku kenyang karena sudah makan sore tadi dengan sahabatnya. Sementara Irene yang merindukan kehangatan dari keluarga besarnya itu hanya mampu menghela nafas melihat sikap kakaknya. Walaupun mereka saudara tiri, tetapi Irene sangat menyayangi kakak pendeknya itu seperti saudara kandungnya.

 

Taeyeon pov.

 

Moodku berasa hancur malam ini, Jessica dan Tiffany. Mereka berdua mampu memporak porandakan hatiku.  Aku menyukai dan menyayangi Jessica melebihi sahabat sendiri sejak lama, dan tiffany …….

Entahlah aku menyukai kebersamaan kami yang singkat ini tapi aku tak menyukai kedekatan ia dengan namja Thailand tadi. Apa mungkin aku cemburu?

Apa mungkin aku menyukai penyihir itu secepat ini? Aku bahkan sulit melupakan perasaan terlarang dengan Jessica selama bertahun-tahun. Apa mungkin dalam kurun waktu sebulan ia benar-benar menyihir hatiku?

TIFFANY…

Kamu membingungkan.

.

.

.

.

.

.

tbc

Advertisements

15 thoughts on “JUST LOVE ME!3

  1. adex says:

    ada2 ja sica nie
    uda nerima cinta Yuri msh pengin ma Taetae
    Taetae yg plinplan jadilah Fany di embat Nikon
    bsk sica ketemu Yuri, jadilah Taetae gi2t jari
    jd orang tuch hrs tegas dong Tae !!!

    Like

  2. Yeon TaeNy says:

    Annyeong thor *bow,, salam kenal dari saya anak baru di wp kamu thor…hehehe

    Untuk ceritanya sepertinya seru nih, jadi ijin baca dulu dari awal yah thor ..

    ~pai
    ~pai

    Like

  3. Yeon TaeNy says:

    Annyeong thor *bow 🙂 ,, salam kenal dari saya anak baru nih di wp kamu hehehe

    Cerita baru lagi nih,.bergenre yuri pula nambah koleksi ff kesukaan saya,, hoho. Kalau gitu saya ijin baca thor,, biar ga bingung nntinya..,

    Liked by 1 person

  4. Q'cho11 says:

    Loh sudah jelas bukan.. hanya waktu Kurun 1 buln loh tae sudah nyaman dgn kehadiran nenek sihir cantik dan terbukti jika itu bukan sekedar rasa melainkan
    Hati yg menunjukan jika tae jealous hahhaha😃😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s