JUST LOVE ME! 4

AUTHOR: KIM RUNGIE

CAST: KIM TAEYEON

TIFFANY HWANG

JESSICA JUNG

KWON YURI

SELURUH ALUR CERITA INI ADALAH MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS  TANPA IJIN DAN SILAHKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

”haaaai para readers ! ini chapter ke 4 karya aku hehe, maafkan jika tulisan dan alur masih kurang baik dan terkesan terpaksa. author disini masih dalam tahap belajar, terima kasih atas komentar kalian! itu beneran bikin semangat ku bertambah dalam melanjutkan cerita. okeee cukup sekian cuaps-cuaps saya, selamat membaca~”

Burung – burung yang bertengger di dahan pohon mulai berkicau, menandakan fajar mulai menjelang. Tiffany berangkat menuju sekolah tanpa semangat, bahkan ia tak ingin sarapan pagi ini. Mungkin kejadian kemarin sudah membuat perutnya kenyang lebih dulu sehingga sudah seharian nafsu makan nya tak datang. mommy nya sampai terheran – heran melihat putri semata wayangnya tak menyentuh roti gandum kesukaannya.

Mobil sedan hitam yang di tumpangi tiffany kini sudah berhenti tepat didepan gerbang sekolahnya. Ia turun dengan tampang sedikit lesu dengan secuil senyum yang tampak dipaksakan. Sesekali menghembuskan nafasnya kasar. Rasanya ia ingin mencakar wajah seseorang atau paling tidak ia ingin menjambak rambut indah dari hyuna, si gadis paling sombong di kelas. Entah apa  salah hyuna hingga tiffany ingin berbuat begitu , mungkin saja wajah Jessica kemarin terlihat sama menyebalkannya dengan wajah mulus dari hyuna.

Jam sekolah berlalu dengan begitu lamban. Sebagian siswa merutuki nasib dengan segudang pikiran akan tugas yang diberikan oleh guru mereka. Hingga bel pulang  pun berbunyi. Tiffany tetap lesu. Ia berjalan pelan menuju gerbang depan dengan keadaan kepala yang di tekuk, membuat pemandangan yang sedikit tidak biasa. padahal udara siang itu cukup segar untuk di lewatkan. Sebagian namja yang merupakan pengagum tiffany pun dibuat menatapnya dengan horror (?). karena sejatinya tiffany yang mereka kenal merupakan pribadi yang selalu ceria dan murah senyum. Yap, hanya gadis pendek lah yang mampu mengghilangkan senyumnya dalam kurun waktu semalam.

Bora yang sedikit berlari kini mendekati tiffany

“steph heeey!’’ tiffany menoleh

“wae bora ah, aku sedang tak ingin party” ia menendangi kerikil yang ada disekitar.

‘bahkan aku saja belum mengatakannya’ begitu pikir bora.

“whaaats? Kau yakin? Tapi mengapa?” bora sedang menggoyang-goyangkan tubuh teman baiknya, ia tak menyangka seorang tiffany mampu menolak party.

“aissh berhentilah menggoyangkan badanku, kau pikir aku ini patung hidup apa?! Aku sedang tak mood saja bora” ia melipat kedua tangannya di bahu. Kali ini wajahnya makin jelek(?) melihat bora.

Tiiiiiiiin tiiiiiiiiin………

Tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan mereka berdua. Dengan decitan ban yang sedikit membekas diaspal karena rem yang kuat, membuat seluruh perhatian siswa menuju  kearahnya. Sang pengendara segera turun dari motor dengan membuka helm nya terlebih dahulu

“haaay fany ah” sapanya dengan deretan gigi nya yang putih bersih

Tiffany kini diam mematung. Entah setan mana lagi yang kini merasuki tubuhnya.

‘’heey steph, dia mencarimu” bora sekali lagi menggoyang-goyangkan tubuh tiffany dengan kencang (?).

“kenapa kau menggoyangkan tubuhku lagi bodoh, what the hell bora” tiffany sangat jengkel sekarang.

“oh hai tae’’ tiffany membalas sapaannya dengan datar.

‘’uh ohh , aku ingin menjemputmu pulang fany ah. Mau kan?’’ kini taeyeon sedikit gugup

‘’hmm  bagaimana ya…. Sebenernya aku ada janji dengan bora. Iyakan bora ah” tiffany sedikit memberi kode dengan melototkkan matanya kearah bora. Tapi sepertinya bora sedang asik memandangi ciptaan tuhan didepannya.

“benarkah itu bora ssi?’’senyum taeyeon kini memudar

‘’ah ne benar taeyeon ssi, tapi kau bisa membawanya sekarang asal…” bora membisikan taeyeon sesuatu dan dibalaskan anggukan oleh taeyeon. Sementara tiffany hanya diam melongo melihat kelakuan bora yang mulai genit ke taeyeon. Tidak, hatinya tak akan mampu menerima jika mangsanya akan di rebut oleh teman nya sendiri. Kini ia melotot kearah bora seolah mengatakan ‘kau mau apa bodoh’. Sementara bora hanya mengerlingkan matanya ke taeyeon dan pergi menginggalkan mereka.

‘ini jackpot’ pikir taeyeon.

“ayoo nyonya hwang, silahkan naik” taeyeon memasangkan helm pink yang baru ia  beli tadi ke kepala tiffany.

‘’pimk!!!!!!! dari mana kamu mendapatkan helm ini? Kamu begitu menyebalkan tae ah’’ tiffany tampak kagum melihat helm pink , padahal hanya helm biasa yang di cat warna pink -_-

‘’aku baru membelinya tadi di toko langgananku, kamu mau ke toko buku bareng?’’

‘’hmm baiklah jika kamu memaksa’’ tiffany langsung duduk di belakang taeyeon. Sementara taeyeon hanya mampu tertawa melihat sikap ngambeknya tiffany yang menurutnya menggemaskan itu.

‘’baik nona, kita berangkat!’’

.

.

.

.

.

.

.

Motor biru muda itu berjalan menyusuri jalanan perkotaan yang sepi dari lalu lalang kendaraan,  hanya satu dua pasang mobil yang terlihat. rasanya seperti waktu mendukung kedekatan mereka, jalan pun enggan ramai untuk sekarang. Tiffany dari tadi menyunggingkan senyumnya di balik punggung taeyeon. Ia sangat menyukai kedekatan mereka walaupun hanya sederhana seperti ini, pulang bersama naik motor ditemani angin yang menerpa wajah serta menghabiskan waktu di toko buku berdua. Hanya membaca buku, ia sudah sangat gembira. Bagaimana jika itu lebih dari ini? Mungkin ia akan mati. Mati karena bahagia.

Taeyeon memberhentikan motor kesayangannya di depan sebuah toko, bukan toko buku seperti biasa melainkan toko musik. Tiffany yang bingung hanya mengikuti taeyeon saja kedalam toko tersebut, tampaknya ia malas untuk sekedar bertanya.

‘’maaf aku membawamu kesini dulu, aku ingin mencari sesuatu sebentar ppany ah’’ taeyeon berkata seolah ia sudah paham akan apa yang dipikirkan gadis disampingnya.

‘’yaaah terserah kamu saja taetae’’ tiffany masih ngambek dengan taeyeon, ia ingin taeyeon melakukan sesuatu untuknya seperti kata permohonan maaf karena melupakan janji mereka. Tiffany sangat benci akan janji yang diingkari, ia tak mau mudah memaafkan taeyeon begitu saja meskipun hatinya berkata lain.

Disisi lain taeyeon hanya diam , sambil sesekali memilih piringan hitam yang ia cari. dunia nya seakan teralihkan hanya dengan sebuah benda bulat berwarna hitam bodoh tersebut. Tiffany semakin jengkel dengan taeyeon, kenapa si pendek tega mengabaikan orang cantik seperti dirinya, bahkan namja terpopuler sekelas Taehyung saja tergila-gila padanya, begitu pikirnya. Sedari tadi senyum pun tak muncul dari bibir ranumnya, wajahnya merengut bagai tak mendapat uang bulanan oleh daddynya.

‘’kamu suka musik seperti apa tiffany hwang?’’ tiffany yang sedang melamun, segera sadar kalau taeyeon sedang bertanya padanya.

‘’hmmm, aku suka musik terbaru. Apa saja yang penting selalu up todate’’ jawabnya sekedarnya.

‘’hmm begitu ya, selera kita beda. Tapi tak mengapa, yang namaya music tetaplah music. Tak ada yang dapat memisahkan meskipun itu beda genre atau tahun kepopuleranya’’ tiffany hanya mengangguk malas.

‘’kamu bosen ya? Mau ke toko buku atau makan?’’

‘’aku sedang ga mood ke toko buku, aku ingin makan lalu jalan-jalan ke mall’’ kini ia melipat kedua tangannya di dada.

“mengapa kamu tak membalas pesan ku dua hari ini fany ah? apa aku ada salah denganmu?” tanya taeyeon dengan polosnya.

‘’ bahkan kamu tak meminta maaf sudah ingkar janji kemarin, dasar pendek sialan’’ tiffany menjitak kepala taeyeon dengan kesal. sepertinya kesabarannya sudah habis melihat wajah si pendek tanpa dosa. apalagi kejadian kemarin terus muncul di pikirannya.

‘’yaaashh! Aisss.. kamu wajah saja yang cantik tapi kelakuan seperti penyihir’’ taeyeon mengelus jidat indahnya. ‘’baiklah aku tau aku salah, aku akan menebusnya sekarang’’

Taeyeon menarik tangan tiffany keluar toko.

‘’ayo naiklah’’

‘’gamau’’

‘’waeyo?’’

‘’kamu tak tulus meminta maaf, bahkan ngatain aku penyihir segala’’

‘’aiss jinja. Kenapa kamu sensitive sekali, aku minta maaf nyonya hwang yang baik hati’’

‘’no!! aku belum jadi ahjuma. Panggil aku tuan putri’’

‘’fyuuuuuh, baiklah tuan putri yang cantik. Silahkan naik’’

Tiffany naik ke kursi belakang motor, dagunya ia naikan seolah ia seorang putri sungguhan. ‘’ dan kamu adalah pengawal seorang putri yang cantik, jadi jangan membantah ya tae!’’

‘’baiklah tuan putri, saya mengerti’’ taeyeon mendekat. Menatap wajah tiffany dengan lurus. tangan nya mendekat ke wajah tiffany diiringi tubuhnya yang hanya berjarak beberapa centi . nafas nya hangat menerpa wajah mulus tiffany.

‘’jangan melupakan mahkota indahmu tuan putri, nanti kamu celaka’’ taeyeon selesai memakaikan helm pink di kepala tiffany, sedangkan tiffany hanya diam mematung dengan wajah yang memerah.

taeyeon tersenyum dan naik keatas motornya. ia menghidupkan mesin.

‘’ayooo jalan’’ taeyeon memberi aba-aba dan kemudian menancap gas dengan kencang, membuat tiffany mau tak mau memeluk pinggangnya dengan erat.

Sesampainya di mall~

Mereka berjalan bergandengan tangan. Tiffany menggenggam tangan taeyeon seolah tak mau terpisah sedikitpun. Bahkan hingga tiba di restoran cepat saji, ia memaksa taeyeon untuk duduk di sampingnya, minta di suapin seolah semua itu adalah perintah penting yang harus dipatuhi. Semua orang memandang mereka, tapi tiffany hanya cuek saja, seolah itu hal biasa yang dilakukan sepasang kekasih pada umumya. Taeyeon sendiri pun tak keberatan meskipun ia sedikit risih dengan pandangan orang yang tertuju padanya.

Setelah selesai dari restoran, mereka berjalan bergan dengan kembali menuju tempat permainan atau game center yang ada di mall. Tiffany merengek meminta taeyeon untuk memainkan semua permainan dengannya, tentu taeyeon tidak menolak karena ia seorang yang maniak games, tetapi tiffany kembali meminta taeyeon untuk mendapatkan boneka beruang di stand game tangkap boneka(?). awalnya taeyeon senang-senang saja tapi ia jadi jengkel karena setelah mencoba beberapa kali , tetap saja gagal. Tiffany tertawa riang melihat wajah jengkel taeyeon yang berusaha mati-matian untuk mendapatkan boneka tersebut.

‘’sudahlah tae ah, hahaha kamu takan bisa mendapatkannya. Bahkan nickun saja langsung dapat dalam sekali tangkap’’

‘’kamu jangan meremehkanku ya, aku pasti bisa lebih dari dia’’

‘sialan!kenapa dia harus membandingkanku dengan namja bodoh itu’ runtuk taeyeon dalam hati.

‘’yasudahlah tae ah, aku hanya bercanda. Ayoo kita ke photobox saja. Ini perintah’’ tiffany kini menampilakan eyesmilenya.

‘’hmm baik lah fany ah’’ taeyeon kembali diam mengikuti tiffany

Mereka sekarang foto berdua di dalam photo box. Tiffany memilih latar pink untuk foto mereka, taeyeon hanya memutar mata melihat tingkah penyihir cantik itu. Mereka berpose dengan senyum manis, sesekali bergaya alay(?). tentu saja taeyeon mau karna paksaan dari tuan putri barunya.

.

.

.

.

.

.

Tak terasa waktu telah berlalu dengan cepat, dan malam pun tiba. Motor taeyeon menyusuri jalan perumahan yang sepi, sementara tiffany masih setia mengeratkan pelukannya di pinggang sang pengawal. Hingga motor biru muda tersebut berhenti tepat di depan rumah tiffany.

‘’sudah sampai di istana anda tuan putri’’ raeyeon turun dan menggenggam tangan putrinya. bergaya seperti layaknya seorang pengawal sungguhan.

‘’hmm baiklah pengawalku. Aku akan turun’’ tiffany tersenyum dengan anggunnya.

taeyeon tertawa dan mengacak rambut tiffany

‘’yasudah sana masuk, ini udah malam sekali fany ah’’

Chuuuup!

‘’ terima kasih pengawalku, byeeee!’’

Tiffany berlari masuk kedalam rumah. Sedangkan taeyeon diam mematung. Wajah nya merah padam.

‘’bahkan dia tak mengembalikan helm ku’’ taeyeon tersenyum senang sambil memegang pipinya.

.

.

.

.

.

.

.

Tepat pukul Sembilan malam, taeyeon sampai dirumahnya. Ia masuk kedalam rumah besar nan megah itu. Appa nya yang duduk di ruang tamu, memanggilnya.

‘’kemarilah taeng, appa ingin bicara’’

Taeyeon hanya menghela nafas dan duduk di samping ayahnya.

‘’ada apa appa, jika ingin membicarakan perusahaan aku lelah ingin tidur’’

‘’huufft, kau sudah mulai dewasa nak. Ini sudah tahun ketigamu di SMA, apa kau tak mau menata masa depanmu? Perusahaan appa juga membutuhkan pemimpin selain adik mu Irene sayang.’’

‘’ tidak appa! aku tak pernah tertarik pada bisnis sejak kecil. Apa appa tak ingat? Justru bisnis appa lah yang membuat oemma pergi meninggalkanku, meniggalkan kita. Appa bahkan dengan mudah menemukan pengganti oemma dan memaksaku memanggil dia sebagai adik kandungku, adikku hanya haeyeon appa! Bukan yang lain’’ rahang taeyeon mengeras sekarang, ia sangat marah. Ini adalah hal sensitive yang paling dihindarinya.

‘’ kau benar nak, appamu ini salah karena terlalu sibuk dulu. Tapi apa kau tak melihat tujuan appa bekerja keras selama ini untuk apa? Hanya untuk mengidupi kau , dan saudara mu taeng ah. Bahkan oemma mu yang tak tahu diri tega meniggalkan kita berdua’’ tuan kim kini mulai emosi , ia sangat membenci mantan istrinya itu.

‘’ cukup appa! Aku tak mau mendengar appa menjelekan oemma lagi, bagaimana pun dia itu ibuku! Ibu kandungku yang sebenernya.’’

Taeyeon meniggalkan appanya begitu  saja. Hatinya sakit mendengar perkataan appanya yang selalu menyalahkan oemmanya. Sementara ia sendiri yang harus menjadi korban dari keegoisan orang tuanya. Taeyeon harus terpisah dengan oppa dan adik mungilnya, sementara umurnya masih terlalu muda untuk bisa mengerti situasi mereka dulu.

Ia membanting pintu kamarnya dengan keras, menenggelamkan wajahnya di balik bantal dan berteriak keras. Ia sangat benci appanya, ia benci ibu tirinya, ia benci Irene kim. Ia menangis sendiri meratapi nasibnya. Tanpa ia tahu seseorang sejak tadi yang mendengar pembicaraan taeyeon dan appanya , ikut menagis terisak kuat . hatinya  terlalu lemah untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya, bahwa ia bukan adik kandung dari taeyeon, kakak yang paling ia cintai di dunia ini. Ia sangat benci melihat dirinya lah penyebab taeyeon murung selama ini, gadis itu menangis di balik kamar kakaknya.

Dia Irene kim.

tbc.

Advertisements

12 thoughts on “JUST LOVE ME! 4

  1. Vin RfKimHwang says:

    Kasian irene ,tae..dia ga salah, mgkn tae blm mengetahui yg sesungguh nya knpa dgn appa dan oemma nya dulu..

    Fany klo ngambek, bikin gemes sini fany-ah tek cubit pipi nya kekeke

    Liked by 1 person

  2. Q'cho11 says:

    Huff😧 mau di apa kan jika permasalahan orang tua dan anak lah yg akan di bawa jg tp ambil positifnya saja krna disana ada seorang adek yg membutuhkan kasi syg jg wlpun itu anak ndak tau apa penyebabnya.. seharusnya masa remaja itu yg paling indah, terlalu syg jika di buat sedih^^
    Semoga tae sllu bahagia di sisi pany

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s