kereta cinta

title: kereta cinta

author: kim rungie

genre: yuri or g x g

cast : temukan sendiri

 

 

 

“ jika manusia sudah ditakdirkan memiliki pasangan masing-masing, maka aku yakin, kamulah orang itu”

 

 

 

happy reading~

 

 

sejumlah insan manusia terlihat berdesak- desakan untuk mengantri ticket kereta menuju arah tujuan masing- masing. mulai dari pekerja muda hingga ibu- ibu yang akan mengantar anak mereka untuk bersekolah. mungkin karena ini hari senin, hari tersibuk di sepanjang perhitungan hari di kalender membuat kondisi stasiun sedikit lebih sesak dari hari biasanya.

setelah hampir setengah jam menunggu, ada yang berdiri didekat pagar pengangga namun banyak juga yang memilih untuk duduk di bangku yang sudah di sediakan oleh pihak perusahaan kereta. pengeras suara yang berada di pojok atas tembok mulai berdering, memperdengarkan suara seorang wanita untuk memperingatkan bahwa kereta telah datang dan penumpang diharapkan untuk bersiap-siap untuk memasuki gerbong-gerbong kereta.

seorang wanita muda terlihat berlari dari pagar menuju gedung stasiun dengan tergesa-gesa. nafasnya tampak tersenggal-senggal, kemeja putih yang ia kenakan terlihat sungguh berantakan dimana setengah ujung kemeja keluar dari balik celana biru dongker yang ia kenakan. sedikit keringat meluncur dengan mulusnya di balik wajah turun hingga ke leher. penampilannya terlihat sangat buruk sekarang. meski kecantikan wajahnya tak akan berkurang sedikitpun. ia sudah tidak lagi memperdulikan penampilannya, yang ia fokus kan sekarang hanya segara sampai ke gedung dan naik ke dalam kereta agar tidak terlambat ke tempat kerjanya. ia bergegas membeli ticket dan berlari kedalam stasiun.

 

saat kereta tiba di stasiun awal, seluruh penumpang yang memiliki ticket segera mengantri untuk masuk kedalam gerbong melalui pintu pintu yang sudah tersedia di setiap sisinya. yaa, dari sejak jaman dahulu mereka sudah terbiasa untuk selalu tertib dan membudayakan sikap mengantri. sementara disisi lain, si gadis  tampak berbinar-binar melihat keretanya telah tiba. rasanya seperti mendapatkan eskrim kesukaanya yang di berikan secara cuma-cuma oleh sang penjual. nama gadis itu adalah kim taeyeon, seorang staff di salah satu perusahaan majalah fashion di seoul. jarak kantor dan rumah yang cukup jauh membuatnya harus menggunakan transportasi jalur darat yakni kereta, terbiasa hidup dalam kesederhanaan membuatnya mau tak mau harus bangun jam setengah lima pagi dan sampai menuju stasiun awal jam setengah enam. demi meghemat ongkos dari gaji yang sudah di terima untuk mencukupi biaya hidupnya di kota besar tersebut. kini ia harus berdiri di dalam kereta hingga satu jam kedepan.seluruh kursi telah di tempati oleh penumpang lain yang sejak tadi sudah terlebih dahulu datang, siapa cepat dia yang dapat dan siapa yang sigap maka dia yang beruntung. begitulah pikirnya.

 

taeyeon berpegangan pada gantungan penyangga yang dikhususkan untuk para penumpang yang tak kebagian tempat duduk. keringat nya kini tak lagi bercucuran sembari kereta mulai bergerak dari rel nya. pendingin ruangan kini telah bekerja, membuat para penumpang tak lagi merasa gerah, lagi pula ini masih terlalu pagi untuk berkeringat. ia memutuskan untuk mendengarkan lagu di balik earphone. mendengar sejumlah lagu favorite sembari menunggu kereta sampai adalah hal yang cukup baik untuk menemani selama perjalanan berlangsung. semua orang terlihat sibuk dengan gadget masing – masing. taeyeon tampak tak perduli dengan sekelilingnya, yang di pikirannya hanyalah kerja, kerja dan kerja agar dapat kaya di kemudian hari. memperhatikan kegiatan orang lain bukanlah gayanya. tapi ada sesuatu yang menarik perhatiannya selama lima menit yang lalu, seorang wanita muda yang baik hati rela memberi kursinya untuk seorang kakek tua yang berdiri. gadis itu mempersilahkan sang kakek untuk duduk di bangkunya sementara ia menggantikan posisi kakek untuk berdiri. sang kakek tampak bahagia melihat masih ada orang-orang yang bermurah hati seperti wanita tersebut, sementara wanita itu hanya membalas dengan senyum indahnya. senyumnya tampak tulus sangat sesuai dengan parasnya yang cantik dan anggun. sungguh wanita yang mulia ,pikirnya.

.

.

.

.

.

tepat pukul tujuh kereta pun sampai di stasiun seoul. taeyeon bergegas turun dan berjalan sedikit menuju halte. ia menunggu bis yang biasa ia tumpangi untuk sampai tepat di sebrang kantornya. sepuluh menit menunggu, bis yang ia tunggu pun tiba. tepat seperti perkiraannya, bis ini tak pernah telat dari jadwal pemberhentian setiap hari. ia naik dan duduk di pinggir dekat dengan jendela. untung lah bis nya kali ini cukup sepi sehingga ia bisa mengistirahatkan bokong mungil nya, jika tidak dapat di pastikan kakinya bakal patah karena kelamaan berdiri.

seorang wanita muda duduk tepat di sampingnya. taeyeon yang sedari tadi asik memainkan ponsel, kini beralih untuk memperhatikan gadis di sampingnya. tanpa sadar bibirnya melengkungkan senyum tipis mengingat siapa sosok yang duduk disampingnya itu. ya, gadis itu adalah gadis yang sama saat di kereta tadi, sang gadis malaikat. taeyeon yang asik memperhatikan gadis tersebut tanpa sadar telah mengusik waktu sang gadis. wanita itu kini menoleh kan kepalanya ke arah taeyeon, membuat taeyeon menganga tanpa  sadar melihat wajah sang wanita malaikat dari jarak yang dekat. si wanita hanya mampu tersenyum melihat wajah aneh dari gadis asing disebelah nya, baginya wajah itu sangat lucu saat menatapnya. taeyeon yang sadar telah ketahuan mencuri pandang, kini hanya mampu tersenyum kikuk. hatinya bergetar karena malu, ia membalas senyum ke gadis tersebut dengan sekedar nya dan merutuki nasibnya itu sambil mengalihkan perhatian keluar jendela. ia sangat terlihat bodoh, mungkin ia memang bodoh (?).

sudah dua halte yang dilewati dan sang gadis kini turun pada halte ketiga. taeyeon terus memperhatikan punggung sang gadis yang kini semakin menjauh tatkala bis yang melaju menuju ke halte selanjutnya yakni halte tempat tujuan taeyeon. ia melihat arloji di lengan kirinya, masih pukul setengah delapan, maka ia tak akan telat kali ini. ia tak sanggup jika harus mendengar semprotan dari sang bos yang berwajah sangar bagai singa yang hendak menerkam mangsanya kapan saja.

bis kini berhenti. taeyeon pun bergegas turun dari sana. ia segera merapihkan kemeja nya dan menyemprotkan sedikit parfum ke tubuhnya agar bau yang tak di ingikan muncul begitu saja. ia berjalan menuju kantor dan segera masuk ke ruangan tempat ia bekerja. di sepanjang jalan ia menyapa para karyawan lainnya. ia duduk di mejanya di mana, disana sudah terdapat berbagai file-file yang harus di selesaikan. deadline yang menumpuk pun tak dapat di hindari. kini perhatian harus benar-benar di fokuskan pada pekerjaan bukan yang lain. ia mulai menyalakan komputernya dan mulai mengetik sejumlah angka-angka kedalam sebuah kolom. ia harus segera menyelesaikan pekerjaan ini dengan benar, tapi tanpa sadar pikirannya teringat akan kejadian tadi pagi. ia tersenyum. mungkin gadis itu bisa menjadi sumber semangatnya pagi ini.

.

.

.

.

.

.

tak terasa sudah 10 jam ia bekerja. kini ia pulang dengan wajah yang lesu. perut yang lapar membuatnya harus bergegas menuju warung ramen terdekat dari staiun. ia makan dan menghabiskan dua mangkuk ramen sekaligus, mungkin ia sangat lapar karena melewatkan jam makan siang. ”ah..kenyangnya” begitu ucapnya setelah berhasil mengisi perut kecilnya itu. hampir separuh pengunjung warung menatapnya heran , bagaimana gadis sekecil itu bisa makan dua mangkuk ramen sekaligus?. entahlah, taeyeon tak peduli dengan tatapan mereka, ia memilih untuk segera pulang dan tidur di ranjang empuknya.

taeyeon menunggu keretanya datang , ia duduk di bangku yang telah disediakan. kondisi stasiun kini tak terlalu ramai, mungkin karena sebagian orang belum pulang bekerja.

tuittt… tuitttt.

kereta pun datang. taeyeon segera berjalan menuju pintu gerbong. namun perhatiannya kembali teralihkan oleh sosok wanita malaikat yang ia temui tadi pagi, kini mereka kembali bertemu. apakah ini hanya sebuah kebetulan atau kah ini takdir? itu konyol menurut taeyeon. tanpa sadar ia tertawa sendiri karena berkutat dengan pikiran anehnya. ia mengikuti gadis itu dan memilih untuk duduk di gerbong yang sama denganya. ia duduk di sebrang kursi gadis tadi tak mau dekat- dekat karena ia takut dianggap sebagai gadis aneh penguntit setelah kejadian memalukan tadi pagi.

sepanjang perjalanan , taeyeon terus memperhatikan gadis itu. hingga kereta berhenti pun, ia tetap memperhatikan dan tanpa sadar mengikuti gadis itu. sang gadis berjalan keluar stasiun dan menyetop taksi yang melewatinya. taeyeon tersenyum melihat punggung gadis tadi telah menghilang seiring dengan taksi yang ia tumpangi mulai menjauh.kini ia sadar kalau harus segera pulang, anjingnya ginger belum ia beri makan.

keesokan harinya, seperti biasa . taeyeon selalu berlari tergesa- gesa menuju stasiun. padahal ini masih setengah 6 pagi. tidak terlalu telat jika ia bersantai sejenak. tapi taeyeon tetaplah taeyeon, ia harus disiplin jika ingin kaya, karena kunci sukses adalah kedisiplinan. begitu menurutnya. ia harus mandiri karena terbiasa hidup sendiri sejak kecil. orang tuanya telah meniggal dunia saat kecelakaan mobil yang mereka tumpangi. tapi hidup tetaplah hidup, tak ada waktu baginya untuk bersedih lagi mengingat umurnya yang sudah mencapai angka 24 tahun, because life must go on! begitu motto hidupnya.

keesokan arinya~

saat kereta datang, ia segera masuk kedalam gerbong dan duduk di bangku terdekat. keringatnya kini bercucuran, membasahi sedikit kerah di kemeja nya. ia menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya dengan kasar. seseorang memberikan ia sapu tangan berwarna merah muda. taeyeon kaget, dan menoleh kesisi tangan putih yang terulur itu. sang penyelamat kini tersenyum kepadanya sembari berkata

“pakailah untuk menghapus keringatmu”.

hatinya menyejuk mendengar tutur kata dari gadis malaikatnya. ya! gadis yang sama lagi seperti di kereta dan di bis kemari.

“kamu bukankah gadis di bis kemarin?” tanya taeyeon keheranan.

“oh iya kamu benar. hehe” sang gadis beranjak pergi meninggalkan kereta sementara taeyeon masih bingung akan waktu yang yang mempermainkannya. kereta sudah berhenti di tempat tujuan lima menit lalu, semua penumpang sudah turun dan pergi meninggalkan

stasiun. taeyeon yang sadar langsung berlari bergegas mencari gadis itu

“heyy!!!! bagaimana dengan sapu tanganmu nona?” teriaknya dari jauh sambil berlari mengejar wanita itu. sang wanita menoleh lagi sambil tersenyum

“pakailah, jika ini takdir maka kita akan bertemu lagi nanti. dan kamu bisa mengembalikannya padaku”.

taeyeon terdiam di tempatnya.

deg!

perasaan apa ini.

perlahan ia tersenyum akan perkataan gadis itu .

takdir

mungkinkah?

ia tersenyum sambil mendendangkan beberapa lagu di senjang perjalanannya menuju kantor, hatinya berseri-seri hari ini tak lupa sesekali menyapa para pegawai lainnya dengan senyum yang mengembang.

ia berjalan  menuju meja nya, seperti biasa berkutat dengan tugas dan pekerjaannya. ia ingin cepat pulang dan bertemu gadis tadi di stasiun. ia ingin memastikan apa yang ia dengarkan tadi benar atau tidak.setidaknya taeyeon ingin melihat wajahnya saja. wajah yang kini menjadi candu bagai pill ekstasi untuk terus dinikmati. ia mengambil sapu tangan di balik saku celananya, ia melihat sapu tangan merah muda itu dan merabanya dengan lembut. di ujung sapu tangan itu terdapat ukiran huruf berinisial T. Taeyeon mencoba menerka-nerka apa mungkin itu nama asli dari sang pemilik ataukah hanya merk semata. entahlah rasanya ia ingin segera pulang dan melihat gadis itu besok.

.

.

.

.

sudah seminggu berlalu, namun hati nya tampak kecewa. wanita yang ia tunggu sejak pagi dan malam di setiap harinya tak kunjung datang. ia bahkan tak segan – segan untuk bangun lebih pagi untuk bisa melihat wanita tersebut lebih lama. ia ingin berterima kasih pada gadis itu atas segala bentuk kebaikannya yang telah ia terima.namun tampaknya takdir berkata lain, ia mungkin tak diijinkan untuk bertemu dengan malaikat tanpa sayap itu lagi. dengan lesu ia naik kedalam kereta dan duduk seperti biasa. ia menggenggam sapu tangan itu dengan erat dan memejamkan matanya. ia terlalu malas untuk memperhatikan pemandangan kali ini. seakan harapannya hancur untuk bertemu orang asing yang ia rindu kan kehadirannya. sudah sejak seminggu ini gadis itu mampu mengisi dan memporak-porandakan isi hatinya. ia benar-benar kacau. rasanya ia sangat malas untuk melanjutkan perjalanannya ke kantor.

pagi ini seluruh pegawai terlihat cukup tegang, karena sang bos besar marah-marah di pagi yang cerah seperti ini. bos berkata bahwa siang nanti ada meeting besar dengan petinggi perusahaan lain .

si bos gendut dan bertubuh besar di buat bagai kebakaran jenggot, pasalnya sang manager marketing yang ditugaskan hari ini untuk memimpin rapat tak dapat hadir. ia tampak cemas akan materi apa yang harus ia gunakan untuk menggantikan tugas bawahannya tersebut.

“mana kim taeyeon!” ia berseru keras menuju ruang staff

taeyeon yang semula melamun di buat kaget dengan suara sang bos yang menggelegar kuat.

“ah ne , saya pak” taeyeon segera merapikan penampilannya dan mendekati bos tersebut.

“taeyeon-ssi , saya tugaskan padamu untuk mengetik ulang naskah materi meeting untuk nanti siang. lee ju an tak bisaa datang, jadi mau tak mau aku lah yang harus menggantikannya. aku harus pergi dulu ke kantor iklan, jadi aku tugaskan kau lah yang mengurus perihal materi ya” ia kini memijit pelipisnya.

“baik pak, itu saja kan?” tanya taeyeon dengan hati-hati-hati

“ah ne , umm begini taeyeon ssi.jika sudah selesai harap print kan  dan muat ulang pada file slide. nanti jam 2 siang kamu antarkan ke ruangan meeting ya” ucapnya sambil menepuk bahu taeyeon pelan.

“baik pak” jawab taeyeon langsung pamit untuk kembali ke mejanya.

rasanya kepalanya mau pecah mengerjakan tugas tambahan dari bos gendut nya, sementara tugas utamanya juga belum selesai sepenuhnya. bisa di pastikan hari ini dia akan lembur hingga malam. mungkin ia harus makan di kantor hari ini, jika tidak mungkin dia bisa mati kelelahan dan kelaparan.

setelah selesai mengerjakan tugasnya dan menyerahkannya ke ruang meeting. taeyeon pergi ke kantin kantor untuk makan siang. padahal ia sangat jarang pergi ke kantin meskipun sudah setahun berkerja disini. setelah makan siang ia kembali ke mejanya dan mengerjakan tugas tugas lainnya hingga pukul 7 malam.

ia harus segera pulang, jika tidak ia bakal ketinggalan kereta terakhir malam ini. ia berjalan dengan tergesa- gesa. tak jarang keringatnya berjatuhan membasahi sela sela pakaiannya. namun kali ini ia tak peduli lagi , ia berlari menuju gerbong yang sedikit lagi segera tertutup rapat.

syiiiiiit.

syukurlah ia tak terjepit di pintu kereta. nafasnya yang tersenggal-senggal membuatnya jadi bahan objek penglihatan orang- orang. namun seperti biasa ia tak memperdulikan tatapan mereka.

ia mengambil sapu tangan merah mudanya di balik saku dan mengahapus seluruh keringat di wajah serta lehernya.

deg!

sapu tangan ini tanpa sadar mengingatkanya akan wanita itu.

dimana ia sekarang?

apakah ia sudah pindah dari kota ini?

ataukah ia sudah memiliki mobil baru sehingga tak lagi naik kereta?

mungkinkah ia takdirku?

ataukah takdrilah yang sedang mempermainkanku?

begitulah isi hatinya. ia galau sekarang. apa mungkin ia di takdirkan untuk bertemu dengan malaikat cantiknya lagi. ia bahkan berdoa kepada tuhan, jika memang ini takdirnya maka ia akan bertemu dengan wanita itu malam ini. dan jika tidak, maka ia memutuskan untuk tak akan menunggunya lagi dan berhenti untuk berharap.

kereta yang ia tumpangi berhenti di tempat tujuan. taeyeon turun dari keretanya dan memutuskan untuk duduk di kursi tempat penungguan. malam ini akan ia habiskan untuk melihat seluruh penumpang yang turun , apakah ia menemukan orang yang dicarinya atau tidak. ini adalah malam penentuan baginya. ia melihat dengan seksama dan memperhatikan seluruh penumpang dengan jeli, namun tak seorangpun yang ia kenali. sudah hampir seluruh penumpang yang turun hanya tersisa beberapa orang lagi. kini taeyeon mulai kecewa, langkahnya sangat berat untuk bangkit. ia ingin menunggu tapi otaknya menyuruh untuk pergi dari sana. ini sudah terlalu lama untuk ia menunggu. kereta terakhir bahkan sejak tadi sudah datang menandakan stasiun sudah mau tutup malam ini. ia akhirnya memutuskan untuk beranjak pergi meninggalkan stasiun. ini sudah pukul sepuluh malam.

ia berjalan menuju halte untuk menuggu bis menuju komplek apartementnya, tubuhnya sudah terlalu lelah hanya untuk makan malam. ia ingin segera tidur, besok adalah hari sabtu waktu yang tepat untuknya istirahat dengan full. ia duduk di bangku halte . kepalanya tertunduk karena setengah mengantuk. seseorang duduk di sebelahnya. namun ia terlalu malas untuk melihat.

“hey kamu” terdengar suara seorang wanita disebelahnya.

deg!

suara itu.

taeyeon segera menoleh ke arah sumber suara.

tanpa sadar ia langsung tersenyum dan berkata

“kamu takdirku, takkan kulepas lagi mulai sekarang”

ia tanpa sadar memeluk gadis itu. gadis yang sama saat pertama kali mereka bertemu di gerbong kereta, gadis yang sama saat dibis. gadis yang sama yang berbaik hati memberikannya sebuah sapu tangan. gadis yang sama  yang selalu ia tunggu kehadirannya untuk menetapkan isi hatinya. gadis itu adalah takdirnya, begitu pikir taeyeon.

sang gadis kaget menerima pelukan yang tiba-tiba dari gadis asing aneh lucu yang mengemaskan. tanpa sadar ia membalas pelukannya dan ikut tersenyum.

“kamu tau, aku menunggumu setiap hari untuk mengembalikan sapu tanganmu. akirnya kita bertemu juga”

“benarkah? terima kasih telah menungguku taeyeon ssi”

“bagaimana kamu tahu namaku?” tanya taeyeon ke heranan pada gadis itu.

“ntahlah, mungkin kita ditakdirkan untuk saling mengenal taeyeon ssi, aku tiffany hwang” tiffany mengulurkan tangannya sembari tersenyum.

taeyeon menjabat tangannya “tiffany ssi bermarga hwang, sepertinya aku pernah mendengar marga itu” ia tampak berpikir..

deg!

astaga …

ternyata diaa….

“putri tuan hwang, aku rasa kita sungguh terikat oleh takdir” ucap taeyeon dengan lantang.

“tak kusangka kamu putri dari bosku” kini teyeon menggaruk kepalanya yang tidaak gatal.

“sebentar lagi aku akan menjadi bosmu nona” tawa tiffany diiringi senyum evil (?)

“ini sapu tanganmu, aku ingin mengembalikannya” taeyeon menyerahkan sapu tangan merah muda dari sakunya.

“simpan saja sapu tangan itu dengan baik, seperti kamu menjaga hatimu untuku ” ucap tiffany

“kamu tahu , aku sudah lebih dulu menunggumu selama bertahun-tahun taetae”

deg!

nama itu…

panggilan dari gadis kecilku.

teman lama yang telah pergi meninggalkanku.

“kk-kamuu! stephany?” wajah taeyeon memerah , kini ia kembali memeluk tiffany dengan erat

“boghoshippoyo taetae, jangan pernah lepaskan aku lagi” ucap tiffany tersenyum bahagia.

“tak akan pernah tiffany” pikir taeyeon.

end

halooo readers, ini oneshoot keduaku maybe(?) yang pertama masih acak-acakan dalam penulisan, mungkin ini agak sedikit lebih baik, sedikit  yaa wkwkw. hmm, untuk ff just love me! masih tahap pengerjaan, mungkin aku bakal update minggu depan karena aku lagi sibuk uts huhuhu. semoga kalian suka dengan cerita ini, maaf endingnya rada gantung. makasih sekali lagi buat yang udah koment, kalian luar biasyah (?) wkwkw . see you ~

Advertisements

14 thoughts on “kereta cinta

  1. Q'cho11 says:

    ^^ takdir ia.. so cheesy.. mengagumkan TAENY sosok mrk sllu menjadi panutan bagi LS tak hayal para author berlomba lomba menyuguhkan krnya tulis nya hanya untuk reader yg menyukai couple sweet ini dan tentunya sy termasuk thor.. oleh krna itu.. sy ucapkan terimakasih sudah ngebuat sy mengagumi krya tulis mu.. semangat untuk utsnya.. fighting^^

    Liked by 1 person

  2. ross says:

    Tulisan ff mu bgus kok thor drpd q g bs nulis ff sm skali hhh mksih sdh memanjkn LS yg haus ff taeny,q tu klu bca ff jd bhagia hhhh,sukses uts ny sehat bahagia sukses sll utkmu

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s