Judul: Just love me!5

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

.

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

ENJOY~

 

 

 

 

Mentari sudah berdiri dengan gagahnya di tengah langit, menandakan hari sudah semakin siang dan terik. Gedung putih yang di kelilingi beberapa pohon di setiap sudutnya pun tak mampu menghalau panas yang ada. Yaap! Musim panas kini telah tiba seiring dengan datangnya liburan semester bagi setiap siswa di seluruh sekolah yang berada di korea. Hari ini sekolah tempat tiffany dan gengnya berada mengadakan pertandingan basket bagi seluru sekolah – sekolah terbaik yang ada di kawasan elite Seoul. Baik tim basket dari setiap sekolah yang akan bertanding hari ini mulai melakukan pemanasan, begitu juga dengan tim cheers mereka. Lapangan di sekolah tiffany terlihat begitu padat oleh keramaian, para siswa berkumpul untuk mendukung tim sekolah mereka.

“baiklah girls, ayo bersemangat ini penampilan terakhir di tahun ketiga kita jadi berilah penampilan yang terbaik!” seru bora sang wakil ketua cheers.

“neeee fighting!!!!!!” teriak mereka bersamaan.

Mereka mulai menyusun formasi berbentuk lingkaran sembari melakukan gerakan melemaskan otot-otot atletis mereka.

“stephy! Semangatlah. Sangat banyak namja keren yang akan tertuju pada kita” seohyun mencoba memenangkan leader nya yang terlihat gelisah.

“entahlah hyunie, rasanya aku tak bersemangat sekarang” ia menghela nafasnya.

“ada sesuatu yang kamu fikirkan ya?”

“umm itu.. aku hanya menunggu seseorang untuk datang melihat penampilan terakhirku ini, tapi aku takut ia akan melupakan janjinya lagi” kini wajahnya tampak murung.

“heey, apakah ia pacarmu? Aku rasa ia akan datang stephy” seohyun kini menggenggam erat tangan tiffany mencoba memberi semangat.

“anio, dia hanya teman baru ku. Baiklah hyunie aku akan bersemangat” ia memaksakan senyumnya, bagaimanapun ia harus professional sebagai seorang leader, tak boleh mengecewakan anggota lainya yang sudah menunggu kemenangan untuk berpihak kepada mereka.

 

 

 

Sementara disisi lain~

 

Seorang yeoja berseragam SMA sedang mengendarai motornya dengan kecepatan penuh, ia menggunakan jacket kulit hitam untuk menutupi bajunya yang sedikit berantakan di terpa angin. Ia mengendarai sepeda motornya dengan kesetanan, seperti ada sesuatu hal penting yang harus ia kejar. Seharusnya ia takkan terlambat sampai ke tempat tujuan jika tidak menuruti permintaan sooyoung untuk makan sushi di restoran jepang yang baru saja buka dekat sekolah mereka. Harusnya ia berangkat sejak satu jam yang lalu untuk menemani teman barunya tampil. Ia akan sangat bersalah jika ia kembali ingkar janji kali ini, itu benar-benar bukan tipe nya.

.

.

.

 

Tiffany sangat gugup, tidak biasanya ia bertingkah seperti ini. Semua orang selalu mengidolakannya karena rasa percaya dirinya yang tinggi mampu memberi semangat bagi orang di sekitarnya. Ia khawatir, akan kah gadis itu datang kali ini, atau ia harus benar-benar melupakan perasaan bodohnya sekarang. Tinggal satu sesi pertandingan lagi, maka giliran tim sekolahnya yang akan bertanding, sedikit waktu yang tersisa untuk kembali berharap.

.

.

.

 

 

Taeyeon kini benar-benar mengendarai motornya dengan penuh gairah, pikirannya hanya tertuju pada tiffany. Ia takut akan mengecewakan teman barunya itu setelah kemarin melupakan janji mereka dan memilih pergi dengan Jessica. Ia melewati beberapa mobil dengan gesitnya. Di depan sana sebentar lagi menunjukan lampu merah, tak ada waktu untuk menunggu lagi pikirnya ia harus mampu melewati persimpangan sebelum lampu merah itu menyala, begitu pikirnya. Ia tak lagi memperhatikan keadaan sekitar dan ia lega begitu tau mampu melewati persimpangan ber pas an dengan munculnya lampu merah hingga…..

 

Tiiiiin!

 

 

Ckiiiiit!

 

 

Braaak!!!!!!

 

 

Motor yang ia kendarai hampir menabrak sebuah mobil sedan bewarna silver.

 

Ia tak terluka parah, tubuhnya hanya terhempas ke pinggir jalanan dan beruntung itu dipenuhi rerumputan taman meninggalkan sedikit lebam pada tangan dan goresan di lututnya.

 

Namun mobil di depannya tampak mengalami kerusakan yang cukup serius karena menabrak sebuah pohon. Sang pengemudi turun dari dalam mobil dengan sempoyongan sambil memegang kepalanya yang tampak lecet di bagian dahi. Ia melihat keadaan mobilnya sambil mengumpat kesal.

 

Taeyeon yang merasa bersalah pun segera menghampiri namja pemilik mobil tersebut.

“maafkan saya ahjussi, aku kurang berhati-hati tadi” ia membungkukan badannya berulang- ulang.

“dasar bocah nakal, wajahmu saja yang cantik tapi kelakuan mu seperti berandalan geng motor. Kau tidak lihat mobilku lecet karena ulahmu, syukur kau tidak mati tadi!!” si namja tinggi itupun tak segan-segan menasihati taeyeon sambil mengomel tentang harga mobil nya yang mahal.

“ah itu aku benaran tak sengaja, aku harus cepat sampai tempat karena ada yang menunggu ku. Karena ini salah ku biarkan aku mengganti kerugian mobilmu, tapi aku harus segera pergi sekarang’’ taeyeon tampak mengambil secarik kertas dari balik saku jacket nya.

“ini nomer telfonku, beritahu aku berapa harga kerugiannya dan aku akan datang lagi untuk menebusnya. Aku kim taeyeon, mianhee tapi aku harus benar-benar pergi sekarang” taeyeon membungkuk dan hendak segera pergi meninggalkan pria tersebut.

Sang pria menahan langkahnya, ia tiba-tiba langsung memeluk tubuh mungil gadis di depannya dengan sangat erat.

“aku merindukanmu taenggo” bisiknya.

 

.

.

.

Setengah jam berlalu dan kini tim cheer yang di pandu tiffany segera menuju ke lapangan. Mereka berbaris dan mulai membentuk formasi sesuai arahan tiffany. Wajah masing-masing dari mereka sangat bersemangat menampilkan senyum yang ceria. Sebagian orang mulai membentuk dua lingkaran kecil di sisi kanan dan kiri. Bora dan seohyun mulai naik di kedua sisi lingkaran tersebut. Setelah berhasil berdiri dengan sempurna, mereka mulai mencoba melompat ke udara sesuai hitungan dan tempo music yang ada, sedangkan orang-orang yang di bawah harus bersiap – siap menangkap tubuh keduanya. Hap! Mereka berhasil ditangkap dengan sempurna. Seluruh penonton bertepuk tangan dengan riuhnya. Kini giliran tiffany untuk naik keatas setelah anggota tim nya mulai membentuk piramida manusia dengan ia yang akan menjadi puncak tertinggi pirammid tersebut.

Ia gugup, keringat kini turun diantara lehernya. “aku harus bisa” batinnya dalam hati.

Bora dan seohyun sudah berdiri disampingnya bersiap siap mengangkatnya sampai ke atas.

‘ayolah tiffany, jangan pikirkan dia’ mantranya dalam hati.

Bora dan seohyun menatapnya, ia mengangguk penuh keyakinan. Bora dan seohyun mulai mengangkat tubuh tiffany ke barisan paling atas. Dengan aba-aba mereka mulai mengayunkan kaki tiffany keatas di iringi lompatan tinggi dari sang leader. Tiffany benar- benar melayang ke udara sekarang. Tubuhnya mulai berputar hingga turun mencapai dasar, dan dengan penuh keseimbangan ia mendarat kembali di barisan orang-orang yang berada di bawah menangkapnya, hap ! Ia pun sukses berdiri dengan pose yang sempurna kearah penonton. Dengan senyum khasnya yang menunjukan mata bulan sabit, ia memandang ke sekeliling.

 

Deg!

 

Gadis bodoh itu datang juga. Kini senyumnya benar-benar tulus saat mengakhiri pertunjukan cheers mereka. Seluruh tim membugkuk kearah penonton di lanjutkan dengan tim basket mereka yang menuju ke dalam lapangan untuk bersiap-siap. Kemudian tiba giliran untuk tim cheers lawan menunjukan aksi panggung mereka.

 

“good job girls, itu tadi yang terbaik!!!” tawa renyah dari hyorin sambil memeluk tubuh bora dan tiffany. Semua tim kini tertawa bahagia bisa tampil dengan baik.

Tiffany ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang dirasakan tim seperjuangannya. Setidaknya ia bangga bisa memimpin tim ini untuk terakhir kalinya. Karena semester depan ia sudah harus melepaskan jabatannya ke pada junior mereka, ia harus serius belajar mempersiapkan ujian kelulusan.

 

Drrtt~

Sebuah pesan masuk ke ponselnya

 

Dari: taetae

“apakah kamu sibuk? Aku akan menunggumu di taman sekolahmu. Datanglah jika sudah selesai”

 

To: taetae

“30 menit lagi aku kesana. Aku harus mendukung tim ku yang bertanding dulu taetae ^^”

 

Send~

 

tiffany menggenggam ponselnya dengan senyum yang menghiasi bibir sexynya. Rasanya kesal yang sejak tadi melanda pun sirna. Ia menunggu teman-temannya yang sedang bertanding sambil sesekali memberi semangat. Ia harus segera ke taman, pikirnya.

 

 

 

Author pov.

 

Taeyeon berjalan di sepanjang taman sambil menikmati pemandangan di sekitarnya. Ia menemukan sebuah bangku panjang di pinggir taman dan duduk disana. Ia menyenderkan tubuhnya dan menatap langit yang bewarna kebiruaan. Tangan kanannya mencoba menyentuh dadanya yang mulai merasakan sesuatu perasaan nyeri yang tak bisa tergambarkan. Pakaiannya benar-benar kusut sekarang, sangat mencerminkan diri seorang berandalan padanya, benar-benar bukan tipenya. Tapi sepertinya perasaan yang ia rasakan lebih penting dari pada tampilan nya yang kotor, ia seakan tak peduli lagi dengan pandangan para siswa yang memperhatikan sejak ia menginjakan kaki di sekolah tiffany.

‘kenapa ini harus terjadi. Mengapa harus sekarang ‘ batinnya seolah menjerit ingin menangis. Ia benar-benar senang bertemu pria tadi, pria yang sangat ia rindukan di masa lalunya yang kelam. Pria yang ternyata kembali ke kota ini untuk menemuinya , ia bersyukur akan hal itu. Namun ia sangat sedih ketika mengetahui alas an di balik kedatangan sang pria yang mencarinya, waktunya sangat tak tepat.

Ia mulai memejamkan matanya, takut air matanya akan jatuh tiba-tiba. Ia menghela nafas dengan berat.

 

“kamu disini rupanya. Aku bingung mencarimu sejak tadi tau dan mengapa kamu sangat suka duduk di tempat yang sulit di jangkau?” Tanya seorang gadis yang kini mulai duduk di sebelahnya.

“aku hanya ingin sendiri fany ah, dan aku minta maaf untuk keterlambatanku kali ini” kini taeyeon menatap tiffany dengan serius.

“hmm kamu kan selalu saja lupa padaku tae, aku sudah memakluminya. Tapi aku sudah senang kok kamu beneran datang melihatku. Kamu dari mana kok berantakan banget?” Tanya tiffany dengan heran.

“ah itu tadi aku mengebut untuk cepat sampai kesini dan tak sengaja menambrak mobil seseorang, untunglah kami tak ada yang terluka” kini taeyeon menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“whaaat? Kamu sangat ceroboh tae ah, bagaimana kalau kamu celaka tadi. Seharusnya jangan mengebut bodoh” tiffany mengomel sambil memukul lengan taeyeon pelan.

“awww” ringgis taeyeon pelan.

“sini coba ku periksa tanganmu dulu” tiffany mencoba membuka jacket taeyeon pelan. Ia kaget melihat lengan kanan taeyeon yang membiru.

“kamu bodoh atau apa sih, kenapa tak pergi ke rumah sakit. Bagaimana jika lukamu serius, ini tak bisa di biarkan tae!”

“kamu ini benar-benar cerewet tiffany, tak salah aku menyebutmu penyihir. Mengapa kamu bisa marah-marah dan memaki ku bodoh. Setidaknya ini hanya luka ringan bukan masalah.” Taeyeon mengambil jacketnya mencoba memakainya lagi.

“dasar gadis pabo! Kemarikan jacketmu! Ayoo ikut aku ke uks sekarang” tiffany menyeret taeyeon dengan paksa menuju uks.

 

Ia mengambil kotak p3k di lemari ruangan tersebut, ia menyuruh taeyeon untuk duduk di kasur sementara ia duduk di pinggirnya memangku kotak tersebut.

“kemarikan tanganmu” perintahnya. Ia membersihkan lengan dan lutut taeyeon dengan alcohol agar tidak infeksi. Dan mengoleskan krim pada luka lebam di lengan kanan taeyeon dengan pelan dan hati-hati. Taeyeon meringgis sedikit merasakan perih saat krim dan alcohol yang menyatu pada lukanya, namun melihat tiffany yang begitu telaten dlam mengobati lukanya seakan membuatnya lupa akan rasa sakit tadi.

Ia terus memperhatikan wajah serius dari gadis disampingnya, ia terpana akan kebaikan seseorang yang begitu perhatian padanya. Tanpa sadar ia terus menatap tiffany hingga sang gadis selesai dengan tugasnya.

Sadar akan wajah yang mulai memerah karena terus di perhatikan oleh si gadis bodoh, ia pun berdehem.

“sudah selesai tae” ia mulai merapikan peralatan tersebut dan mengembalikannya ke tempat semula.

“ah ne maaf aku melamun, gumawo fanny ah ini terasa lebih baik sekarang” taeyeon yang gugup pura-pura menggerakan tangannya kekanan dan kiri.

“ini juga salahku yang memintamu untuk datang tae, jika saja kamu ga datang pasti kamu ga bakal jatuh seperti ini” tiffany menundukan kepalanya.

“heyy diamlah, jangan merasa bersalah begitu. Aku hanya ingin menepati janjiku padamu fany ah, ini murni kecerobohanku. Seharusnya aku berangkat kesini sejak awal agar tak terlambat” ia merogoh saku jacketnya mengambil sesuatu.

“ini ambilah sebagai tanda permintaan maafku sekaligus rasa terima kasihku padamu. Aku dulu menemukan setangkai bunga ini saat mencari hape mu yang terjatuh ahaha” taeyeon menyerahkan setangkai mawar putih yang telah ia awetkan.

“ini sangat indah tae, aku akan menyimpannya dirumah” tiffany mengambil bunga itu dan menggenggamnya. Ia memandagi bunga itu dengan seksama, bunga sederhana yang entah mengapa ia sangat senang menerimanya.

Taeyeon mulai beranjak turun dari kasur.

“aku harus segera pergi fany ah, ada urusan yang harus aku selesaikan sekarang. Oh iya, aku dan teman-teman mengundangmu untuk berlibur bersama minggu depan, kita akan ke jeju dan tinggal di villa Jessica jika kamu bersedia ikut.” Taeyeon merapihkan baju serta memakai kembali jacketnya.

“pikirkan baik-baik fany ah, aku pergi dulu dan selamat atas penampilan indahmu tadi, byee” taeyeon pergi meninggalkan tiffany sendiri di ruang uks.

Tiffany kini memegang dadanya sambil tersenyum, pipinya memerah mendengar perkataan taeyeon. Rasanya jantungnya mengadakan konser saat ini.

 

 

 

 

 

 

Tbc.

 

 

 

 

Advertisements

15 thoughts on “

  1. Q'cho11 says:

    Wahhh.. ff baru lagi.. ff yg ringan tp maqy menyukainya.. gomawo thor.. mau menyuguhkan ff TAENY yg amat maqy sukai kpd pasangan couple maqy^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s