JUST LOVE ME!6

Judul: Just love me!6

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

other cast: sunny lee

sooyoung choi

 

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

 

happy reading!

 

 

 

Tetesan embun melapisi setiap benda yang letaknya di luar rumah. Embun-embun tersebut jatuh satu persatu kebawah hingga debu pun ikut pergi bersamanya. Burung – burung mulai berkicau menyanyikan senandung khas bagai alaram pagi bagi setiap insan yang mendengarnya.  Tiffany , gadis cantik berambut merah emerald masih terlelap dalam tidur panjangnya. Setelah semalam penat ia menghabiskan waktunya untuk menemani Nickhun, sahabatnya itu  bercerita panjang lebar via telfon. Rasanya melihat nick bercerita dengan semangat seperti itu bagaikan seorang gadis yang baru saja melakukan kencan dengan pangeran impiannya, nick sangat cerewet untuk potongan seorang lelaki, sangat berbeda jauh dengan taeyeon seorang gadis yang notabene nya pendiam dan sering berbicara kasar semaunya. Meskipun nickhun pria yang berisik, tetapi ia juga merupakan tipe pacar sempurna karena kelembutannya pada orang lain. Nick begitu ramah dan pandai bergaul, maka tak jarang setiap siswi dari sekolah tiffany yang mengenalnya.

 

Tiffany masih ingin bermalas-malasan di balik selimutnya. Ia memeluk erat guling pink bergambar kartun babi imut asal negeri matahari, jepang. Setiap sisi kamarnya di cat berwarna putih dan dilapisi sedikit corak berwarna soft pink, tak lupa dengan aksesoris yang menempel di sisi kanan dan kiri yang juga tentunya bewarna merah muda. Ia seorang maniak pink , bahkan bisa dikatakan  lebih dari itu. Tubuhnya sedikit mengeliat karena merasa di ganggu, mimpi indahnya pun segera beranjak pergi. “ANDWEE!” pikirnya dalam hati. Matanya yang masih terpejam dengan sempurna kini mau tak mau harus terbuka perlahan. Ia merasakan seseorang ada di samping kasurnya, lebih tepatnya berdiri.

“hei nyonya hwang, bangun lah” seseorang menggoyang goyangkan tubuhnya, tetapi ia belum ingin terbangun dari tidur nyenyaknya.

‘dasar pemalas’ batin orang itu. Karena rasa tak sabarnya yang sudah di ujung ubun-ubun(?) ia segera melakukan sesuatu tindakan. Ia mendekatkan tubuhnya dengan tubuh tiffany hingga tak ada lagi jarak yang tersisa, kepalanya condong dan hanya berjarak 4 centi dari bibir tiffany. Nafasnya yang berat menghujam wajah mulus tiffany membuat bulu kuduknya berdiri , jantung pun berdetak tak karuan. ‘mimpi apa ini?’ pikirnya.  Orang tersebut memajukan wajahnya bagai hendak menerkam mangsa nya dengan perlahan “bagunlah gadis pemalas atau kunikmati tubuh indamu sekarang juga!” bisiknya penuh penekanan.

‘GLEEEP’ ia menelan ludah. Ia segera bangkit dari posisi tidurya dan mencoba mencerna apa yang sedang terjadi  . mata indahnya terbelalak  “TAEYEON?. MENGAPA KAMU BISA DISINI?” rancaunya kaget.

“apakah ini mimpiku yang tadi? Atau ini sekuel nya? Hahahaha kau bodoh tiffany” ia bahkan berbicara dan tertawa sendiri mendengar ucapannya.

Si gadis yang tak lain adalah taeyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah teman barunya itu. Ia berjalan mendekati pintu menghiraukan segudang pertanyaan dari sang korban begitu saja “ aku menunggumu di bawah hingga 30 menit, mandilah dan kita akan pergi berbelanja. Ingat tak ada kata telat ya!” ia melesatkan tubuh mungilnya begitu saja setelah membuat pernyataan , lebih tepatnya perintah yang membuat tiffany makin terlihat bodoh di tempatnya.

“aissshh !! apa dia gila? Mengapa aku harus menuruti perintah konyolnya itu. Mana mungkin aku bisa dandan hanya dengan 30 menit. Dasar pendek sialan!” runtuknya dalam hati.

 

 

 

Setelah setengah jam berlalu, tiffany pun turun ke lantai bawah rumahnya . ruang makan berada tepat di bawah tangga. Ruangan ini tidak begitu besar dibandingkan ruang makan di rumah tayeon, akan tetapi bentuk penataan dan pemilihan warna cat yang lembut membuat siapa saja akan betah disana bersama keluarganya, seperti  benar-benar merasakan kehangatan kekeluargaan. Bagian dinding dapur dibuat satu lorong yang lebar dengan meja makan, jadi setiap ibu atau anggota keluarga yang lain memasak akan segera tercium di hidung mereka.  Disana sudah ada mommy dan daddynya yang sedang berbincang-bincang dengan taeyeon sambil menikmati teh. Keluarga tiffany selalu melakukan ‘RITUAL TEH PAGI’ setiap hari di waktu weekend.  Sungguh sebuah keluarga yang harmonis menurut taeyeon. Apalagi orang tua tiffany sangat ramah dan baik sehingga taeyeon dengan mudah akrab dengan mereka. Buktinya saja pagi ini mereka sudah tertawa bersama dalam ritual teh tanpa menyadari kehadiran tiffany sedari tadi berdiri di sudut tangga .

“morning mom, morning dad’’ ia menciumi pipi ayah dan ibu secara bergantian, dan memberikan tatapan mematikan untuk taeyeon .

“morning honey, ayoo duduk kita makan bersama taeyeon” daddy mengelus rambut putri kesayangannya. Tiffany pun duduk di sebelah taeyeon, karena meja di ruang makan ini hanya empat buah.

“bagaimana tidurmu darling? Nyenyakkah?” Tanya mommy nya dengan penuh perhatian.

“yaap! Pasti dong mommy, hanya saja mimpiku segera berakhir karena orang cebol ini menggangguku tidur” taeyeon menampilkan senyum palsunya kepada tiffany seolah mengatakan ‘kau bosan hidup ya?’.

“oh iya hampir lupa. bolehkah aku meminjam putri kalian sebentar nanti, besok kami akan berlibur ke busan bersama temanku. Jadi kami perlu berbelanja untuk keperluan besok  dan berangkat sore ini juga. bolehkah dad?” Tanya taeyeon dengan sopan.

“ah tentu taeng ah. Aku rasa tiffany juga butuh refreshing sebelum ujian kelulusan tiba. Aku menitipkan putri kecil kami padamu ya, dia sangat rewel jika jauh dari mommynya hahaha” daddy terkekeh dengan ucapannya yang membuat tiffany merengut sebal. Ia heran mengapa taeyeon cepat akrab dengan orang tuanya dan mengapa daddynya dengan mudah memberikan ijin untuk membawanya pergi keluar kota, sementara bora dan nick dulu dilarang oleh daddynya dengan alasan mereka tak bisa jauh-jauh dengan putriya. Mengapa sekarang ? bahkan ia dengan lugasnya menyebut ayahnya dengan panggilan “daddy” apa mungkin ayah nya sangat menyukai taeyeon hingga berniat menjadikannya sebagai putri angkat? Gezzz , jangan sampai deh.

.

.

.

.

.

Mobil yang di lalui taeyeon bergerak melaju dengan kecepatan sedang.  Yaaap ! kali ini taeyeon menggunakan mobil  sedan putihnya untuk menjemput tiffany. Alasan nya satu, motor tak cukup muat untuk mengangkut koper super besar tiffany. Setelah berbincang dan sarapan pagi di kediaman orang tua tiffany, taeyeon juga menyuruh tiffany untuk menyiapkan baju dan segala keperluan selama disana. Padahal mereka hanya pergi seminggu tetapi tiffany membawa satu koper besar yang bisa di gunakan untuk satu bulan. Benar- benar wanita yang merepotkan.

 

 

Mobil tersebut berhenti di sebuah kediaman besar dan megah. Itu adalah rumah orang tua taeyeon yang juga merupakan tempat tinggal taeyeon. Ia membukakan pintu mobil  dan menunggu sang gadis eyesmile untuk turun. Mereka berjalan memasuki ke dalam rumah. Rumah itu bergaya eropa, satu- satunya rumah yang beda dari rumah lainnya di kawasan tempat tinggal taeyeon. Di depan pintu sudah Tiffany terkagum-kagum , mengapa ada rumah sebesar ini. Tiffany adalah orang kaya di sekolahnya tapi ia masih tak percaya jika ada orang yang jauh lebih kaya seperti keluarga kim.  ia juga terheran-heran akan prilaku taeyeon yang sangat sederhana. Jika ia jadi taeyeon, maka bisa dibayangkan ia punya mobil sport pribadi yang bisa ia ganti- ganti modelnya  setiap ingin ke kampus, mungkin seluruh manusia di Seoul akan mencari cara untuk mendekatinya dan mengajaknya kencan tanpa ia harus bersusah payah mencari pasangan. Tetapi tidak dengan taeyeon dan dengan sejuta ke misteriusannya, ia gadis kasar dan dingin yang pernah ia temui. Taeyeon juga tak memiliki banyak teman, hanya beberapa. Mungkin sebagian orang menganggapnya sombong dan angkuh, namun tidak dengan dengan sifat tertutupnya yang baik dan perhatian kepada orang terdekatnya, taeyeon si kaya yang selalu hidup sederhana tanpa sadar makin membuat hati tiffany si gadis manja menjadi menghangat. Ia tak lagi mencintai hartanya , ia lebih mencintai motor biru muda sang gadis kaya. Tanpa sadar ia tengah tersenyum dalam lamunannya.

“unniee, kamu dari mana? Dan siapa gadis cantik ini’’ sambut Irene dengan hangat. Ia menatap tiffany dengan senyum manisnya .

“aku hanya pergi sebentar, dan ajaklah ia berkeliling aku harus ke kamar dulu” taeyeon pergi meninggalkan adiknya begitu saja bersama tiffany. Irene tersenyum miris melihat kelakuan kakaknya yang semakin hari semangin dingin. Rasanya benar-benar seperti ia tak dianggap oleh taeyeon.

“hei kamu cantik sekali, kamu adiknya taeyeon ya? Kenalkan aku tiffany hwang, panggil saja fany hehe” tiffany menyapa Irene dengan eyesmile indahnya.

“hai fany unnie, aku Irene kim, ya anggap saja aku adiknya hehe”

“loh kenapa begitu? Apa taeyeon selalu kasar kepadamu? Padahal wajah kalian tak bisa di bohongi sebagai saudara kandung” tiffany mengelus rambut Irene dengen penuh perhatian.

“anio unniee… dulu akulah adik kecil kesayangannya, tapi ia sudah lama berubah. Ia tak lagi hangat seperti dulu, bahkan ia tak lagi menganggapku adik hehe” Irene mencoba tersenyum.

“ayoo unnie kita berkeliling, lain kali aku akan bercerita banyak padamu, kajja!” Irene langsung menarik tangan tiffany menuju taman belakang. Tiffany hanya mampu mengikuti tanpa berani bertanya lagi, ia rasa tak perlu ikut campur dalam pribadi mereka lebih jauh lagi, biarlah nanti taeyeon atau Irene yang bercerita sendiri tanpa ia minta.

.

.

.

.

.

Setelah taeyeon mempacking barang- barangnya, ia pun mengajak tiffany untuk berbelanja snack serta makanan ringan untuk kebutuhan disana. Tentunya ia harus membeli banyak stock daging serta snack mengingat si shikshin sooyoung yang akan ‘balas dendam’ dengan tubuhnya yang lapar, padahal ia selalu saja kelaparan di setiap saat, sungguh gadis yang hebat. Mereka berbelanja di supermarket terdekat. Tiffany membantu taeyeon membaca list titipan dari teman-teman mereka, serta mengambil beberapa makanan yang ia inginkan. POTATO CHIPS, MINUMAN KALENG, BIR, DAGING, SAYURAN, SAUS, SOSIS,  PAPRIKA serta bahan lainnya sudah ia masukan kedalam trolly belanjaan. Ia memandang tiffany yang sedang sibuk memilih di bagian snack. Ia sedang menimbang antara memilih marsmellow .YAP,HANYA MARSMELLOW YANG SAMA! Hanya berbeda warna. Yang satu bewarna putih di bagian kemasannya hanya lebih besar , dan yang satu bewarna pink dengan ukuran sedang.

Gezz , taeyeon memutarkan matanya .

“kamu bisa mengambil keduanya sekaligus, aku yang bayar. Dasar maniak pink”

Mata tiffany pun membulat sempurna dan berbinar.

“gumawo taetae, yeaayyy!” ia berteriak kegirangan. Bahkan beberapa pembeli melihat aneh ke arah mereka berdua. Sementara taeyeon hanya mampu tertunduk malu.

”ne ne ne ayo segera bayar dan pergi”

 

 

 

 

Tak terasa hari mulai sore, tiffany serta taeyeon kembali duduk dalam mobil dengan posisi yang sama yakni taeyeon sebagai sang supir (?).  sementara tiffany hanya melihat ke arah jendela. Tak ada satupun yang mau membuka mulut untuk memberikan sepatah kata, hening. Taeyeon yang seolah tau tiffany mulai tak nyamanpun segera angkat bicara.

“aku rasa kaca mobil ini akan segera retak karena beku”

Tiffany menoleh kearahnya, ia tersenyum melihat tingkah kikuk taeyeon.

“bagaimana dengan sebuah lagu, bahaya juga kalau kaca ini mulai pecah , bisa bisa rambutmu akan rusak dan layu jika terkena angin dari luar hehehe”

Tiffany kembali tertawa ‘gadis aneh’ pikirnya.

Taeyeon menyalakan mp3 player di hapenya yang langsung tersambung pada audio mobilnya.

“FREE FALLIN – JOHN MAYER `start played”

 

Music mengalun begitu saja, taeyeon mulai menghentakan jari-jari mungilnya di atas stir, ia begitu terhanyut begitu saja dengan ritme yang mengalun. Sementara tiffany dengan khidmat mendengar lagu yang di putar.

“john mayer right? Ternyata kamu tipe gadis yang  mudah jatuh cinta hanya dengan suara sexy dan gitarnya . Aku heran kenapa kalian para gadis bergitu tergila-gila dengan john,l ihatlah bahkan disetiap lagunya hampir sama sulit di bedakan ” gumam tiffany

“ yes sure, tidak ada wanita di dunia ini yang ga jatuh hati saat mendengar suara mayer. Benar-benar pria ideal. But, kamu ga akan bisa jatuh cinta kalau ga benar-benar mendengarkan,  cobalah dengarkan dan amati liriknya , rasakan kalau ia hanya bernyanyi untukmu dan kamu akan mudah membedakan setiap lagu yang ia nyanyikan. Hanya itu.” senyum taeyeon.

“aku ga begitu tertarik tuh, adam  jauh lebih menarik, sejk remaja aku bermimpi ia mau menjadi suamiku kelak saat dewasa nanti hahaha wajahnya tampan dan lihatlah bahkan seorang model terseksi bisa takluk dengannya.dan  bagaimana kamu bisa yakin aku bisa langsung suka jika mengikuti saran bodohmu itu?” iya tertawa , mereka sama-sama tersenyum.

“hey setidaknya pilihlah satu paket dengan bandnya. Kamu tak bisa meng claim Mr.Levine milikmu seorang , ia sudah punya istri yang lebih cantik darimu hahaha. kamu harus tau bahwa cinta bisa hadir bukan  karena hanya sekedar tertawa dan menghabiskan waktu bersama nya, tapi saat kamu sering mendengarkan isi hatinya serta keluh resahnya kamu akan jatuh cinta dengan sendirinya ” taeyeon menaikan sebelah alisnya memandang tiffany sebentar. Mobil mereka berbelok kekiri kearah menuju stasiun .

 

Tiffany terdiam akan kalimat taeyeon, apa mungkin? pikirnya

“kamu makin aneh jika serius begitu. Ehh wait! Kenapa kita belok kiri, bukankah kekanan menuju airport?” tiffany melihat jalanan di sekelilingnya.

Mobil mereka berhenti tepat di  parkiran. Taeyeon  melepaskan seatbeltnya dan seatbelt milik tiffany, tentu saja tiffany sedikit tersanjung akan hal itu. Mereka turun , taeyeon menuju bagasi belakang dan menurunkan dua koper pink dan biru. Sementara tiffany membawa kantung belanjaan mereka. Taeyeon mengiring kedua koper itu disisi kanan dan kiri berjalan menuju ke gedung stasiun, sementara tiffany hanya mampu mengekori dari belakang.

“sejak kecil, umma sering mengajaku naik kereta berkeliling saat liburan tentunya bersama oppa, dan  juga appa. Kami berekreasi bersama-sama dengan penuh canda dan tawa. Tapi semua itu berakhir saat umurku  8 tahun,  jadi aku kangen ingin merasakan naik kereta lagi, kamu ga keberatan kan?” Tanya taeyeon dengan senyumnya , tiffany terdiam mendengar tutur kata taeyeon tadi,  ‘ia bahkan tersenyum, tapi matanya tak bisa berbohong’ pikir tiffany, ia mengangguk mengiyakan keinginan teman nya itu.

Mereka masuk ke dalam gerbong eksklusif KTX , kereta super cepat milik Korea selatan menuju Busan. (sebenernya author salah tulis di part sebelumnya yang menceritakan kalau mereka ke jeju, sorry wkwk)

Jika menuju Busan menggunakan pesawat hanya memerlukan waktu kurang lebih 1 jam, maka jika menggunakan KTX ini memerlukan setidaknya waktu perjalanan 3 jam sampai di stasiun Busan. Mereka duduk bersebelahan, ia merebahkan tubuhnya di tempat duduk mereka sementara tiffany  masih berkutat dengan ponselnya. Seperti kebiasaan sebelum-sebelumnya, ia mulai melakukan aksi selfie narsis dan mengapload beberapa foto dn video pada akun sosmednya, taeyeon kembali tersenyum melihat tiffany , entahlah mungkin keberadaannya sekarang mampu menghilangkan rasa risaunya akibat kejadian kemarin, bertemu dengan pria yang ia rindukan.

 

Taeyeon pov

 

FLASHBACK~

 

Tiiiiin!

 

Ckiiiiit!

 

Braaak!!!!!!

 

Motor yang aku kendarai hampir menabrak sebuah mobil sedan bewarna silver.

 

aku tak terluka parah, tubuhku hanya terhempas kepinggir jalanan dan beruntung itu dipenuhi rerumputan taman meninggalkan sedikit lebam pada tangan dan goresan di lutut.

 

Namun mobil di depanku tampak mengalami kerusakan yang cukup serius karena menabrak sebuah pohon. Sang pengemudi turun dari dalam mobil dengan sempoyongan sambil memegang kepalanya yang tampak lecet di bagian dahi. Ia melihat keadaan mobilnya sambil mengumpat kesal.

 

Aku  yang merasa bersalah pun segera menghapiri namja pemilik mobil tersebut.

“maafkan aku ahjussi, aku kurang berhati-hati tadi” aku buru-buru membungkukan badannya berulang- ulang.

“dasar bocah nakal, wajahmu saja yang cantik tapi kelakuanmu seperti berandalan geng motor. Kau tidak lihat mobilku lecet karena ulahmu, syukur aku tidak mati tadi!!” si namja tinggi itupun tak segan-segan menasihatiku sambil mengomel tentang harga mobil nya yang mahal.

“ah itu aku benaran tak sengaja, aku harus cepat sampai tempat karena ada yang menungguku. Karena ini salahku biarkan aku mengganti kerugian mobilmu, tapi aku harus segera pergi sekarang’’ aku berkata jujur  dan segera mengambil secarik kertas dari balik saku jacket.

“ini nomer telfonku, beritahu aku berapa harga kerugiannya dan aku akan datang lagi untuk menebusnya. Aku kim taeyeon, mianhee tapi aku harus benar-benar pergi sekarang” aku melihat arloji di lengan kiriku dan buru-buru membungkuk ,aku  hendak segera pergi meninggalkan pria tersebut.

Sang pria menahan langkahku, ia tiba-tiba langsung memeluk tubuh  ku di depannya dengan sangat erat.

“aku merindukanmu taenggo” bisiknya.

DEG!

Pelukan ini, aku seperti mengenalnya. Tapi siapa dia dan bagaimana…

“ini oppa  taeng, oppa benar-benar sangat merindukanmu” pria itu yang mengaku sebagai oppaku  kembali memelukku dengan erat, mau tak mau akupun membalas pelukannya sambil mengelus bahu bidangnya.

“ba-bagaimana ini bisa , kenapa kau bisa disini oppa? Bukankah kau di amerika?” aku benar-benar lesu dan senang secara bersamaan. Aku memandang wajahnya lekat, appa dulu sering memujiku karena sangat mirip dengan oppa , itu dulu saat kami kecil. Yah , sekarang ia sangat tampan. Ia benar-benar terlihat beribawa meskipun umur kami hanya terpaut 3 tahun. Di sudut hatiku merasa tak enak saat melihat kedatangan oppa, mungkin aku belum bisa menerima semuanya sekarang.

Pria itu melepaskan pelukannya padaku secara perlahan, ia kemudian menatapku dengan tidak percaya sembari mengelus puncak kepalaku.

“aku hanya 2 minggu di seoul taeng ah, aku ingin bertemu denganmu dan menjelaskan sesuatu padamu dan juga ingin melihat keadanmu tentunya. Tolong rahasiakan pertemuan kita dengan appa. Ini nomer telefon mu kan? “ ia memasukan secarik kertas yang kuberikan kedalam sakunya.

“ah ne oppa, simpanlah dengan baik. Aku rasa aku bisa merahasiakannya hehehe. Tapi aku harus pergi sekarang, ada seseorang penting yang sedang menungguku. Mianhe oppa karena merusak mobil mahalmu, aku akan segera mengganti kerugiannya besok”

“tidak taeng ah, tak usah repot-repot karena yang menabrakku adalah adik kecil yang kurindukan. Ini tak seberapa dengan perpisahan yang kita alami selama bertahun-tahun .  baiklah, seminggu lagi aku akan kembali ke sini setelah mengurus bisnis di gangnam, aku harap kita bisa bertemu lagi taeng-ah. Oppa pamit dulu ne” oppa mencium dahiku dan mulai beranjak dari tempatnya, meninggalkanku dengan sejuta kebimbangan yang tak bisa diartikan. Tuhan , aku harus apa…..

 

End of flashback.

 

 

Sudah satu jam perjalanan sementara aku masih tenggelam dalam lamunanku. Kulihat kesamping sejenak, gadis berisik ini tampak mulai tak sadar akibat rasa kantuknya, bibirnya sedikit terbuka dan kepalanya sedikit bergoyang ke atas dan kebawah, ia sangat nyenyak . Aku memegang kepalanya pelan dan meletakanya secara hati-hati di samping bahuku takut tidurnya akan terganggu. Dia pasti kelelahan setelah seharian menemaniku sejak pagi, tanpa sadar aku memandang wajah tidurnya sambil mengelus rambut merah nya yang indah. ‘cantik’ satu kata itu tanpa sadar keluar dari bibirku. Aku pun tersenyum,  gadis ini terlihat anggun dalam tidur damainya. Semoga liburan nanti bisa membuat kamu senang Fany ah. Tanpa sadar aku juga tertidur di dalam perjalanan.

 

 

kreek .

Suara pintu coklat keemasan berdecit. Yaap kami sudah sampai di villa yang dikirimkan alamatnya oleh Jessica. Aku dan tiffany hanya berdua disini di temani seorang ahjushi penngurus villa keluarga Jessica , sooyoung , sunny, serta Jessica dan satu tamu lainnya yang diajak Jessica untuk ikut serta dalam liburan terakhir kami ini  akan menyusul besok hari.  Sementara aku dan tiffany yang datang di awal sesegera mungkin merapikan barang- barang bawaan kedalam lemari.

“tae ah” panggil seseorang yang kuyakini adalah tiffany.

“ne” jawabku seadanya, aku sengaja  menjawabnya dengan sekedarnya. Aku kesal karena saat di kereta tadi ia mengerjaiku saat tertidur. Ya tiffany bangun setelah kereta hampir sampai di stasiun, bukannya membangunkanku ia malah memfoto wajahku saat tertidur dan menguploadnya ke sns miliknya. Ia tertawa keras hingga aku terbangun karena terganggu, aku melihat ponselku yang bergetar dibalik saku dan membukanyaa. Sial! Wajahku sangat buruk di foto itu. Karena kesal aku langsung turun dan meninggalkannya, tak lupa membawa kopernya juga -_-.

“bolehkah aku tidur sekamar denganmu? Aku takut akan tempat asing yang belum pernah kukunjungi” ia tampak memainkan jari jari tangannya sambil menunduk ‘cute’ pikirku.

“ hmm gimana ya, baiklah boleh saja asal kamu tidur di sofa hahaha” taeyeon tertawa sambil meletakan barang-barangnya kembali pada lemari. Tiffany sedikit kesal mendengarnya, ia menggerutu.

“KAU MAHLUK PALING MENYEBALKAN. DASAR PENDEK SIALAN!” ucapnya sambil berdecak pinggang.

“kalau gamau yasudah, pintu keluar selalu terbuka fanny ah” taeyeon tersenyum evil.

“yassh! Baiklah aku tidur disofa.” Ia dengan lesu mengambil bantal dan guling serta selimut dan mulai tidur di sofa putih di kamar tersebut. Mungkin karena terlalu lelah atau mungkin tak ingin berdebat denganku  ia langsung saja tertidur dalam waktu beberapa menit.

Aku baru selesai merapikan barang-barangku . hufft ! rasanya sangat lelah seharian penuh tanpa istirahat yang cukup, aku benar-benar perlu mandi untuk mengembalikan kesegaran di tubuh. Aku mengambil handuk dan menuju kedalam kamar mandi. Kamar ini memiliki beberapa fasilitas modern termasuk kamar mandi sekelas hotel berbintang, ummm rasanya sangat nyaman . selesai mandi aku pun keluar dengan pakaian yang sudah utuh kembali (?), kulihat tiffany sudah terlelap dalam tidurnya. Lihatlah bahkan ia belum merapikan kopernya yang super gede itu. Dengan senang hati aku merapikan koper merah mudanya, menyusun beberapa pakaian dan beberapa aksesoris serta alat make upnya kedalam lemari. Sunggu gadis perfeksionis, ia bahkan membawa barang yang sangat lengkap hanya untuk satu minggu liburan, tanpa sadar aku terkekeh sendiri.

Setelah selesai beres-beres kamar,aku pun mencoba mendekati tiffany “dasar gadis manja hahaha” ia bahkan mau menuruti perkataanku begitu saja, mana mungkin aku tega membiarkannya tidur di sofa seorang diri, bisa – bisa tubuhnya sakit besok. Tanpa aba-aba akupun menggendongnya perlahan dan membawanya ke kasur dengan hati-hati, tubuhnya cukup berat untuk wanita selangsing ini. aku meletakannya di kasur dan mulai menyelimutinya. Aku ikut berbaring di sebelahnya dan memandangnya sebentar. Percakapan kami yang tak pernah akur, tapi mampu membuatku tersenyum terus jika di dekatnya. Aku ragu tiffany, jika rasa suka ku ini takkan berubah perlahan-lahan. Dan jika suatu hari nanti aku memantapkan hatiku untuk memilihmu dan melupakan cinta sepihakku pada Jessica, akankah kita bisa terus bersama dan bahagia selalu? Bagaimana bila kamu menangis karena aku? Aku rasa aku tak akan siap untuk hal itu. Entah lah terlalu banyak hal yang sejak pagi ku pikirkan seharian ini, tubuhku benar-benar lelah sekarang. Aku beranjak sebentar untuk mencium dahi tiffany perlahan .

CHUUUU

“Night penyiihir cantik”

Aku kembali pada posisi semula dan mulai tertidur menuju ke alam mimpi.

 

 

 

Keesokan harinya.

 

Sinar mentari sudah masuk melalui celah celah tembok kamar . Hnggg .. seorang wanita mengeliat di balik selimutnya. Ia meresa seseorang telah memeluk tubuhnya , ia pun ikut merapatkan serta mengeratkan pelukannya ke pada orang tersebut. Shhttt.. shhtt.. suara nafas seseorang menerpa kulit wajahnya. Hangat , ia menyukai situasi ini. Ia heran mengapa gulingnya bisa bernafas? Bahkan sedikit mendengkur. Ia membuka sedikit matanya, pandangannya buram. Ia melihat seorang gadis. WAIT! Ia membuka matanya dengan lebar. Mengapa taeyeon? Mengapa ia bisa disini? Mengapa mereka bisa berpelukan? Ia mencoba mencerna segala kejadian sekarang, tanpa sadar wajahnya memerah “jangan mesum tiffany” pikirnya dalam hati. Ia duduk di samping ranjang dan mencoba memandang wajah gadis di sampingnya. ‘sangat cantik’ batinnya. Tangannya yang tanpa di minta mengelus wajah sang gadis, mulai dari mata, turun ke hidung dan pipi , dan kemudian kebagian bibir. Ia tersenyum memandang wajah polos taeyeon, bagaimana bisa ia tetap cantik saat tidur?.

Ceklek

Seseorang masuk tanpa ijin, membuat tiffany kikuk dan menarik tangannya dari wajah taeyeon dengan cepat,

“haii! Selamat pagi. Kamu pasti tippany nya taeng ya? Maaf mengganggu, tapi kalian sudah di tunggu di ruang tengah hehehe, oh ya namaku sooyoung, panggil saja younggie fany ssi.” Soyoung jalan mendekati kasur, sementara tiffany hanya mampu mengangguk , wajahnya sudah sangat memerah sekarang.

Sooyoung mencoba untuk mengerjai taeyeon , ia mencubit hidung nya hingga taeyeon sulit bernafas. Sang empunya pun terbangun karena merasa kekurangan oksigen, sooyoung tertawa terbahak-bahak dan melepaskan tangannya dari hidung taeyeon.

“yak! Tiang rakus, kau mau membunuhku ya!” taeyeon meruntuk kesal, bagaimana jika dia mati .

Sementara sooyoung masih tertawa melihat ekspresi dari taeyeon “hahaha kamu membuat perutku sakit taengo. Kalian mandilah, kami akan menunggu di ruang tengah untuk sarapan. Ingat! Jangan memperkosa tiffany di kamar mandi ya! Hahahaha” ia keluar dengan tertawa. Sementara tiffany dan taeyeon terdiam dengan wajah yang sama-sama merah padam.

 

 

Taeyeon yang baru saja selesai mandi menyusul tiffany , sooyoung dan lainnya di ruang tengah . Dengan sedikit senyuman di bibirnya mengingat kejadian konyol tadi. Di ruang tengah sudah ada Jessica yang tengah membaca novel , tiffany yang berbincang dengan sooyoung serta sunny yang sedang merapikan meja makan.

“morning guys” sapa taeyeon dengan senyuman. Dijawab dengan serupa oleh lainnya. Jessica langsung lari memeluk taeyeon dan bergelanyut manja padanya.

“morning prince, aku merindukanmu” taeyeon tersenyum dan membalas pelukan Jessica. Semua orang tersenyum melihat tingkah mereka, hanya satu orang yang berekspresi tak suka.

“ayoo guys kita makan” ujar sunny , di ikuti yang lainnya duduk di kursi masing masing. Taeyeon duduk di antara tiffany dan Jessica , sementara sunny dan sooyoung duduk di sebrang mereka. Pagi ini sunny memasak kimchi serta nasi hangat, ada juga sup ayam. Mereka makan sambil bercanda sesekali, khususnya tiffany yang tertawa akibat lelucon dari sooyoung. Rupanya mereka cukup akrab, tak kecuali Jessica yang masih datar menghadapi tiffany , begitu juga sebaliknya .

Seseorang mengetuk pintu villa mereka.

Jessica tersenyum , ia berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang. Sementara yang lainnya masih melanjutkan makan.

“anyyeong semua, maaf aku sedikit telat” seorang gadis berkulit coklat sedang membungkuk untuk memberi salam tak lupa ia memberikan senyuman manisnya. jessica dengan senyum manisnya menarik kursi untuk gadis tersebut.

“khaa, duduklah yuri ah”  jessica memberikan mangkuk berisi nasi panas untuk yuri. yuri duduk tepat disamping jessica “gumawo sica ah” ia tersenyum manis sambil mengacak rambut jessica, sementara  sang empunya memberikan wink imutnya. #duh gabisa bayangin kalo author di posisi yuri wkwkk

Taeyeon tiba-tiba terdiam, tampaknya ia tak suka dengan kehadiran yuri di liburannya. Ia segera menghabiskan makanannya dan beranjak dari kursinya.

“kamu mau kemana taeng ah?” Jessica bertanya dengan khawatir.

“aku ingin keluar sebentar mencari angin, kalian makanlah lagi hehe” ia pura-pura tersenyum dan meninggalkan mereka begitu saja. Tiffany merasa khawatir atas perubahan sikap taeyeon yang secara mendadak. Ia memandang kearah sunny dan sooyoung, sunny yang mengerti menganggukan kepalanya. Tiffany segera keluar mencoba mengikuti taeyeon , ia benar-benar khawatir dengan gadis itu. mungkin taeyeon bisa tersenyum tapi matanya tak pandai berbohong ia bisa melihat kesedihan gadis itu dari sana.

Sementara yuri terdiam, ia sudah tau sejak awal jika taeyeon mungkin membencinya.

 

 

Tbc.

Advertisements

19 thoughts on “JUST LOVE ME!6

  1. Q'cho11 says:

    Huff😧 yahh tae masa Ia ada fany disitu tp sikapnya flat aja semenjak kedatengan yuri.. mungkin itu hanya sekedar syg terhadap sahabtnya krna tae sllu bersama jessi oleh sebab itu ada yg beda ketika jessi menemukan yuri orang yg disukai jessi^^.. mungkin dgn adanya pany tae rela melepaskan jessi bersama orang yg tepat, why not?!

    Liked by 1 person

  2. Yeon TaeNy says:

    annyeong thor…salam kenal dari sya anak baru disini hehehe
    walaupun saya belum ngerti jalan ceritanya, tapi sepertinya ini menarik. Soalnya dari yang saya perhatiin bakalan ada cinta segi tiga sama sisi nih antara taenysic hahaha..

    oh iya thor saya izin baca ff sebelumnya yah?

    ~Pai
    ~Pai

    Like

  3. Wahyu ningsih says:

    Wah kyk nya kmrn bacanya g slesai thor dan lp baca ulang. Wiiih bgs donk y klo ortu fany suka sm tae. Trus bgs klo tae udh mlai ska sm fany wkwkwk msh aja cmburu sm yulsic

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s