my last letter

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

 

 

 

 

hey, kamu. apakah sudah tidur?

atau masih terjaga semalaman begini?

aku harap kamu sudah terlelap dengan nyenyak sambil diiringi mimpi yang indah.

jujur, aku ingin melihat senyummu pagi ini, sangat! tapi jarak tak pernah memungkinkan untuk keinginan konyolku. tapi aku harap jika kamu sedang membaca surat ini, kamu harus tersenyum, ya ini perintah! kalau kamu langgar, kamu kena kutukan jadi jelek selamanya! 

rasanya aku ingin mengulang waktu sedikit, tentang kita, waktu, tangis, canda, tawa, perkelahian, berdua, dan hanya ada aku dan kamu. cuma kita di balik dunia tersembunyi yang kita rahasiakan.

Tiffany! jika itu namamu yang sulit dilafalkan, tapi indah menurutku, bahkan hanya lidahku yang mampu melafalkan namamu dengan jelas dan sempurna, begitulah menurutku. aku ingin selalu memanggil namamu, tapi kamu selalu marah jika aku tak panggil dengan sebutan “boo” itu berarti kita bukan pacaran, katamu!

jika kemarin aku memutuskan pergi darimu, maka sekarang aku berharap kebahagiaanmu yang jauh lebih tanpaku, agar pengorbananku tak sia-sia. Aku harap jangan pernah membenciku, kamu bisa marah! Cukup marah dan tak boleh sampai benci. Aku bahkan tak pernah ingin membenci atau melupakan semuanya, termasuk kamu.

Tiffany yang cantik, dengarkanlah aku yang kini sudah tak punya jabatan lagi di hidupmu, anggap saja aku temanmu, atau mungkin musuh kalau perlu. aku ingin kamu bahagia disana, mungkin aku sudah jahat, tak berguna, atau mungkin lebih dari yang bisa ku ucapkan sekarang. tapi ketahuilah bahwa aku sangat menyayangimu, bukan, aku cinta padamu! Ini benar, dan tak pernah salah. Aku ga peduli jika kamu benar-benar ingin melupakanku, tapi aku disini masih sama.

Aku menulis surat ini di temani secangkir kopi hitam dan masih di tempat yang sama saat kita masih menghabiskan waktu berdua lewat telephone.

Tiffany, jika benar kamu membenciku karna perpisahan ini, aku pasrah. Aku hanya benar-benar berharap kamu tersenyum, itu saja. Kita pernah berharap untuk bisa saling menatap satu dengan yang lain, bahkan tinggal di satu atap yang sederhana dimana hanya ada aku dan kamu, aku mohon maaf harus menghentikan mimpi indah itu dengan kata perpisahan, jeongmal mianhe.

Ah, sepertinya rumahku sedang hujan sampai kepipi, bahkan rasa kopi ini tidak senikmat kemarin, mungkin aku kurang menaruh gula disana kekeke.

Aku Kim Taeyeon, seorang wanita yang pernah mengaku mencintaimu hingga sekarang, maaf kan aku karna telah banyak memberi goresan pada hatimu, aku sungguh minta maaf. Dan kalau boleh.. Suatu saat aku ingin bertemu jika tuhan mengijinkannya, aku ingin berada di sebuah kisah dimana aku bertemu denganmu tanpa sengaja, seolah kita di takdirkan untuk itu. mungkin saat itu kita saling menyapa dengan senyum canggung dan berkata

“hai apa kabar? apakah kamu hidup dengan baik?” dan dilanjutkan dengan obrolan membahas masa lalu setelah perpisahan ini. Sungguh aku ingin melihatmu, jika dibolehkan saat itu juga kamu sedang tak punya pacar, agar aku bisa memiliki mu lagi dengan jiwaku yang lebih dewasa dari sekarang.

Tiffany, aku tau pacaran dengan jarak yang sangat jauh melintang diantara kita memang berat, kita selalu terasa jauh walau hati kita menyatu. Dan maafkan aku tak bisa menjaga perasaanku saat benar-benar merasa kesepian tanpamu, jujur aku ingin menunggu lebih jauh di umur hubungan kita, tapi rasanya , perasaan sepiku ini akan berubah menjadi monster jahat yang bisa menyakitimu kapan saja tanpa bisa ku cegah, lebih baik sekarang aku pergi, untuk kebaikanmu. ketahuilah aku sangat menyayangimu Fany ah.

ini sudah sangat larut malam, dan jika kuteruskan isi surat bodoh ini kau akan bosan membacanya. baik lah dengan berat hati aku menghentikannya sampai disini, jangan sungkan untuk menghubungiku jika kamu rindu, tapi jangan deh, itu berat. Cukup aku saja yang menahan rindu, kamu takkan sanggup. Jika kamu ingin datang, mampirlah, aku akan tetap jadi orang yang sama menyambutmu, Fany ah.

sampai disini saja ya, aku akan selalu mengucapkan selamat tidur dari sini, kamu ga  bakal denger hehe.

salam dari orang pernah punya jabatan di hidupmu!

kim taeyeon.  

#end

haloo semua! maaf aku datang cuma dengan one shoot pendek, mood menulisku sedang buruk, aku harap kalian paham. jangan lupa komen jika suka ya! aku pamit dulu, anyeoong :*

Advertisements

7 thoughts on “my last letter

  1. Q'cho11 says:

    Perpisahan ia di krnakan jarak dan ruang waktu yg berbeda.. aq punya sebuah kisah seperti itu.. krna jarak Kami kalah Dan krna jarak kami sperti orang bodoh Yg mengakui cinta.. apa krna jarak cinta berakhir😿 sad aja thor

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s