just love me! 7

udul: Just love me! 7

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

other cast: sunny lee

sooyoung choi

 

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

 

happy reading!

 

 

Taeyeon pov

 

 

Tak hentinya aku sejak tadi menghembuskan nafas dengan kasar sambil berjalan menjauh dari kawasan villa, mungkin sangat jauh. Aku memikirkan kejadian tadi, dan membuat pikiranku ingin melayang kemasa lalu, dimana setiap masalalu adalah hal yang paling kubenci untuk di ungkap kembali, tapi dengan hadirnya dia tentu saja berhasil menguak satu persatu kisah dimasa kelamku. Dan rasanya sangat kesal melihat orang yang paling  kamu benci hadir didepan matamu, menggandeng mesra orang yang sangat kamu cintai. Kwon yuri.. satu-satunya orang yang kubenci saat ini, beraninya ia datang  di acara liburan kami ,dan Jessica kenapa harus dia yang kamu pilih?. Aku akan rela jika kamu bersama orang lain tapi jangan si brengsek itu. Rasanya tuhan sedang benar-benar menguji kesabaranku,

“arrghh” aku teriak frustasi.

Karna kesal, aku menendang kaleng botol yang ada di depanku dengan kuat, dan….

 

‘pletak

 

Seseorang menjitak kepalaku dari belakang,

“yah! Apa kau mau mati huh!!” teriakku dengan kesal dan langsung melihat pelaku gila yang baru saja menjitak kepala indahku. Shit , mengapa dia ada disini. Dan dengan polosnya dia memberikan senyum remehnya padaku, sungguh wanita gila.

“heh Paboya!!. Kenapa kamu mengumpat kesal sejak awal. Setidaknya berikan senyummu untuk bidadari didepanmu itu bodoh” ia berkata dengan mudahnya dan menjitak kepalaku dengan keras lagi.

“ Yyaa!! Aissh apa kau gila fany ah, teganya dirimu memukul kepalaku’’ aku melotot kesal padanya, ia keterlaluan padaku. Rasanya aku sudah tak tahan. Ia bagai menguji emosiku untuk naik ke tahta tertingginya, jangan sampai terjadi!

“aku kira wajahmu saja yang kekanakan, ternyata sifatmu juga. semua orang khawatir akanmu terlebih lagi aku yang sedari tadi bingung mencarimu kemana-mana. ”

“untuk apa mencariku? kamu bisa tidur nyenyak di kamar daripada mencari orang sepertiku”

“hey, dengar aku. Kamu itu penting, lebih penting dari apapun. Lagipula aku yakin akan menemukanmu tak penting seberapa lama aku mencari hehe”

Aku diam. Rasanya hati ini meneduh mendengar perkataannya. Tapi , kenapa ia semakin bodoh untuk mencariku sendirian sementara Jessica dan lainnya tak akan mungkin melakukan itu. bagaimana kalau dia tersesat? Pasti aku juga yang akan repot mencarinya. Tiffany, berhentilah mengkhawatirkanku, jika kamu hilang akulah orang yang paling merasa bersalah atas kamu, mungkin aku akan sedih.

“hei cebol! Jangan diam saja, cepat jawab princessmu!. By the way, kenapa kamu pergi tiba-tiba sih? Semuanya mengkhawatirkanmu tadi” ucapnya pelan sambil menatap mataku. Aku tertunduk sejenak, bingung harus menjelaskan darimana padanya. Aku ingin jujur, tapi aku takut Tiffany tau perasaan terlarang ku ini pada Jessica. Selama ini tak ada yang tau tentang ini kecuali aku dan juga tuhan.

“ah ne, baiklah jika kamu tak ingin membagi masalalumu padaku. Tapi ingatlah tae, aku Tiffany Hwang akan selalu disini untuk mendengarkanmu , aku janji!” ia tersenyum tulus.

“aku membenci dia, mungkin selamanya akan begitu Fany ah. Dia itu brengsek! Tak seharusnya Sica cinta padanya, aku kecewa pada Sica yang berubah sejak dekat dengan wanita bodoh itu. Aku takkan memberi ampun jika dia sampai menyakiti hati sahabatku, kujamin ia takkan terlihat lagi di bumi ini”

Kulihat ia diam, kemudian mendekati sebuah kursi panjang di pinggir jalan. Aku pun mengikuti nya dan duduk disampingnya. Lalu ia mulai membuka suara.

“jika kamu membencinya karena suatu alasan dimasalalu, itu hak mu taetae. Tapi bukankah lebih baik jika kamu coba menerima kehadirannya untuk kebahagiaan Jessica? Aku rasa semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya, termasuk juga yuri. Aku rasa kamu bisa menjadi bijak taetae ah” terangnya padaku.

Aku pun tersenyum , dan mengangguk padanya. Tiffany yang selama ini kukenal manja dan kejam(?) ternyata memiliki sisi yang dewasa dari apa yang kukira. Ia juga tersenyum manis memandang wajahku, kedua matanya yang hampir tertutup saat tersenyum menambahkan keindahan disana, seolah senyumnya adalah nilai seni yang tak ternilai harganya dn beruntunglah bagi orang yang nanti mendapatkan hatinya kelak.

***

Malam ini kami berlima memutuskan untuk melakukan pesta barbeque di belakang villa. Berhubung taeyeon sudah menyiapkan stock daging di kulkas dan membeli beberapa bir untuk mereka jadi tak perlu repot-repot lagi untuk membelinya lagi di pasar. Taeyeon , sunny dan Jessica bertugas untuk memanggang daging dan lainnya, sementara sooyoung,yuri dan tiffany menyiapkan piring dan snack lainnya.

“yoongie tak bisakah kamu berhenti makan? Rakus sekali” hardik sunny sementara sooyoung hanya nyengir kuda dan membantu tiffany mengelap piring, disisi lain yuri menyusun daging yang sudah matang kedalam piring.

Jessica dan yuri terlihat bercanda sesekali sambil melakukan tugas mereka, seperti mencolek wajah dengan mentega serta kejar-kejaran di sekitar halaman. Jangan Tanya apa yang dilakukan taeyeon, ia hanya diam sambil terus memanggang daging seolah danging lebih menarik dari apapun.

Mereka mulai berkumpul di meja makan. Posisinya duduknya sama seperti kemarin tak ada yang berubah kecuali taeyeon yang memilih duduk disebelah sunny dan sooyoung dan berhadapan tepat di depan tiffany. Mereka makan sambil sesekali bercanda.

“wah wah lihat! Jessica punya dinding baru untuk menempel bahkan yuri tak dibiarkan leluasa makan olehnya kekeke cicak yang genit” sooyoung menyeletuk sembarangan dan tentu saja membuat tawa mereka pecah, seperti biasa taeyeon hanya tersenyum tipis untuk menghilangkan kecurigaan pada mereka. Lagi pula ia sudah berjanji pada tiffany untuk tak menunjukan kebenciannya pada gadis tanned tersebut.

“yah syoo! Jangan menggodaku” Jessica tersenyum malu sambil bersembunyi di balik tubuh yuri, sementara yuri hanya tersenyum manis sambil mengelus rambut Jessica.

“hei lihatlah princessku sedang malu hahaha. jangan mengganggunya yonggie ah atau dia akan menghukummu” yuri mencoba membela Jessica dan mendapatkan sorakan dari mereka.

Tiffany tersenyum melihat tingkah teman-teman barunya itu, sesekali ia mencuri pandang kearah taeyeon, dan tanpa ia sadari sedari tadi taeyeon sudah mereasa jika ia di perhatikan oleh tiffany namun ia hanya diam seolah tak sadar. Mungkin ada sesuatu yang sedang ia pikirkan sejak tadi yang membuatnya tak banyak bicara.

“girls, tadi aku membeli soju sebelum tiba di sini. Bagaimana kalau kita pesta?” yuri membawa 4 botol soju dan meletakannya di atas meja.

“bagaimana jika kita main truth or dare? Bagi yang kena harus minum satu gelas untuk satu pertanyaan” sooyoung memberi ide.

“aku sedang tak ingin minum, kalian saja deh” taeyeon tampak malas sekarang, ia ingin segera tidur di kasurnya.

“ayolah taengo, kita tak pernah minum sebelum nya. Sekalian kita main game bersama, gimana?” sunny mencoba membujuknya, ia memberikan aegyonya sementara Jessica memutarkan mata jengah.

“fany ah kamu ikut kan? Ayolah dimana seorang kapten cheers terbaik yang kukenal selama ini hahaha” yuri memberikan seringai nakalnya. Sementara Jessica hanya diam, begitu juga taeyeon hanya memandang kearah mereka dengan tatapan kosong.

“sure, jangan pernah meremehkanku”tiffany membalas seringainya.

“taetae ikut lah, aku ingin main jika kamu juga ikut”

“tapi fany, aku ..”

“hey kiddo. Kamu takut?” tantang yuri.

“shit, baiklah aku ikut!”

 

 

Keenam gadis itu duduk bersila sambil membentuk lingkaran. Ditengah mereka sudah terdapat empat botol soju serta 6 kaleng bir. Permainan dimulai dari posisi duduk yang paling kanan. Posisi pertama di tempati oleh sooyoung, kedua oleh Jessica,yuri,sunny, tiffany lalu taeyeon. Begitulah permainan pertama dimulai dari sooyoung dan akan diakhiri oleh pertanyaan oleh sooyoung ke orang di posisi terakhir, ia mengambil satu kaleng bir dan meminumnya hingga abis sebagai permulaan untuk di beri pilihan antara ‘truth atau dare’.

“aku pilih truth sebagai permulaan”

Jessica mulai menuangkan soju di gelas dan memberikannya ke sooyoung untuk diminum, dan sooyoung dengan perlahan menegaknya hingga habis. Sebuah botol kosong pun di putar di tengah-tengah mereka, whhuss botol itu berhenti tepat diarah Jessica dan otomatis ialah yang berhak mengajukan pertanyaan pada sooyoung. Jessica pun mulai memberikan pertanyaan.

“diantara kita berempat, siapa yang paling kamu sayang syoo?” Jessica berdehem, diikuti yang lainnya dengan tawa.

“aku.. aku menyayangi diriku sendiri dan makanan tentunya. Oke lanjut”

“YAAA! KAU CURANG RAKUS!!!” sunny menarik ujung rambut sooyoung hingga si gadis tinggi hampir jatuh menyentuh lantai. Sementara taeyeon tertawa melihat kelakuan soosun yang tak pernah ada hentinya itu.

“ayoo kiliran kamu sica ah, truth or dare?” sooyoung mulai menuangkan satu gelas saju padanya, Jessica memilih truth  dan mulai meminum sojunya. Saat botol di putar kembali, ujung botol tersebut tepat mengarah pada tiffany.

“pertanyaan dariku mudah saja Jessica ssi, diantara taeyeon dan yuri. Mana yang akan kamu pilih sebagai orang yang kamu sayang?” tiffany mulai menunjukan senyum tenangnya, ia mulai melipat kedua tangannya didada sembari menunggu pertanyaannya di jawab. Jessica mulai terdiam kembali, hatinya terlihat risau untuk menjawab. Ia menatap wajah taeyeon dan yuri secara bergantian. Tangannya ia remas kuat-kuat, kini ia sedang cemas dan taeyeon sangat jelas melihat tanda-tanda itu karena ia sudah hafal betul kebiasaan Jessica saat cemas.

“umm nee, aa-akku  memilih yuri. Tentu saja karena aku menyayanginya dan taeng, ya taeng!! Dia adalah sahabatku sejak kecil yang sudah aku sayangi sejak dulu hingga sekarang”

Jessica menatap tiffany dengan wajah tak suka, dan itu sangat jelas ia perlihatkan. Sementara tiffany hanya membalasnya dengan senyuman polosnya, ia tak takut akan hell Jessica karena baginya perasaan tulus taeyeon lebih penting dari pada melayani kemarahan Jessica.

“okay girls ayo kita lanjutkan saja sebelum terjadi perang dunia ketiga disini hehe” sunny mencoba untuk mencairkan suasana yang tampak beku akibat tatapan Jessica.

“ayoo aku siap, dan aku pilih dare hehe” yuri dengan mudah menelan cairan soju dengan sekali teguk menghabiskan 3 gelas sekaligus. Ia memilih tak minum bir karena tak suka dengan rasanya. Botol kembali diputar dan mengarah pada sooyoung, tentu saja sooyoung tersenyum senang bagai mendapat jackpot.

“aku apa ya hmm” ia tampak mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal “oh iyaa ! DARE NYA ADALAH CIUM JESSICA DI..”

Chuuuu ~

Belum sempat sooyoung menyelesaikan perkataannya, bibir Jessica  sudah lebih dulu di kunci oleh bibir sexy dari yuri. Tak ada pergerakan yang berarti hanya kedua bibir yang saling menempel. Jessica  membulatkan matanya kaget akan perlakuan yuri tiba-tiba sementara yuri melihat wajah taeyeon sambil menyeringai di balik bibirnya.

Tiffany syook, sementara taeyeon kembali diam membisu. Wajahnya tenang, nafasnya masih bergerak teratur sepertinya ia sedang mengendalikan ekspresinya di depan yuri. Sunny dan sooyoung juga kelihatan kaget melihat sikap yuri yang tiba-tiba itu, saat yuri hendak mengakhiri ciumannya tangan kanan Jessica kembali menahan kepala nya dan memperdalam ciuman mereka. Jessica mulai mengulum bibir yuri dan ingin meminta akses atas lidahnya masuk.

Tentu saja melihat adegan yang panas itu membuat hati taeyeon sakit. Rasanya ia benar-benar ingin menangis sekarang. Bagai ribuan jarung yang kini menghujam dadanya,sangat perih. Ia sudah tak tahan jika terus-terusan berada disana, apalagi menyaksikan cinta pertamanya bercumbu mesra dengan musuhnya. ‘jessica.. tak tau kah aku disini sedang menahan sesak?’ bisiknya dalam hati sambil tersenyum miris.

Taeyeon hendak berjalan menjauhi mereka, namun sebuah suara menahan langkahnya.

“taetae, kumohon jangan lagi”

***

 

Pagi ini cuaca di Busan cukup menyegarkan untuk di lewatkan. Burung burung tampak bertengger di dahan pohon sambil berkicau dengan indahnya . villa Jessica hanya terdiri dengan 4 kamar yang cukup mewah dengan gaya tradissional terletak disetiap sudut ruangannya. Sooyoung tidur dengan sunny di kamar depan, Jessica dan yuri tidur di kamar atas, begitu juga dengan tiffany yang malam tadi tidur seorang diri tanpa taeyeon yang pergi entah kemana. Tidur nya tak lagi nyenyak seperti hari hari sebelumnya, seluruh pikirannya jatuh pada taeyeon, taeyeon dan taeyeon. Gadis pendek itu kembali membuatnya khawatir, dia takut taeyeon akan tidur dimana kemarin dan apakah dia baik-baik saja? Begitulah pikirnya. Ia melamun sedari tadi, bahkan sejak ia bangun dari tidur singkatnya.

“hei fany ah. Boleh aku masuk?” sunny menunggu dengan senyuman indahnya di depan pintu kamar.

“hei sunny ah, masuklah” tiffany balas tersenyum.

“kamu memikirkan si bodoh itu ya? Dia pasti baik-baik saja, kamu jangan khawatir fany ah” sunny tertawa sambil mengelus rambut tiffany.

“mwo? Bagaimana kamu tahu ? aku takut dia terluka sunny ah, lihatlah betapa menyakitkan yang ia alami tadi malam. Bahkan ia mabuk karna meminum satu botol soju, apakah dia tak pernah minum sebelumnya? Aku sungguh khawatir padanya sekarang” tiffany memeluk sunny , begitu juga dengan sunny yang mencoba untuk menangkannya.

“kamu baru mengenalnya tapi sudah mengkhawatirkannya sedalam ini hahaha, tenanglah fany ah. Taeyeon gadis yang kuat melebihi yang kamu kenal, mungkin kejadian tadi malam sangat menghancurkan hatinnya. Tapi ia akan bisa menerimanya secepatnya, dia yang paling dewasa diantara kami berempat dan begitu juga dengan sifatnya.”

“apakah taeyeon menyayangi Jessica sedalam itu? Mengapa ia sangat membenci yuri yang mendekati Jessica? Aku tak mengerti semua ini sunny ah”

“yap bahkan lebih dari itu. Mari kuceritakan sedikit padamu, Jessica itu cinta pertamanya taeyeon. Mereka itu sudah berteman sejak kecil,bahkan dia dan sica selalu bersama-sama kemanapun dan tak dapat di pisahkan. Taeyeon memang tak pernah menceritakan tentang perasaannnya pada kami secara langsung tapi aku dan sooyoung dapat melihat itu lewat tatapan dan perlakuan lebihnya pada sica. Sedangkan yuri  adalah teman dekatnya taeng sejak sekolah menengah pertama, mereka sangat kompak dalam tim basket sampai kelas satu lalu. Mungkin kamu sekarang bertanya-tanya kenapa bisa mereka saling membenci hingga sekarang padahal mereka dulu adalah teman dekat?” tiffany hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.

“hubungan mereka merenggang di awali oleh taeyeon yang mengutamakan Jessica di bandingkan tim basket mereka, sebenernya itu bukan salah taeng sepenuhnya. Saat itu di kelas satu, tim sekolah kami akan bertanding di final dengan tim sekolahmu fany ah, tapi saat latihan menjelang pertandingan, taeng jarang datang karena merawat Jessica yang sakit. Hingga tiba saatnya di pertandingan, seperti yang diduga taeng yang merupakan kapten tim gagal membawa piala kemenangan bagi sekolah kami. Hal tersebut membuat yuri marah padanya dan memukulnya di depan seluruh siswa. Yaaah sejak saat itu taeng memundurkan diri dari jabatannya dan meninggalkan tim basket karena merasa mengecewakan semuanya, sementara yuri semakin membenci taeng akan hal itu. Baginya taeng hanya pecundang”

“yaah! Mengapa yuri tak meminta maaf ? dan mengapa dia merebut jessica dari taeng?” tiffany semakin mengerutkan dahinya. Ia kesal mendengar cerita dari sunny , ia merasa kasian pada taeyeon. Tidak, tapi lebih merasa sedih melihat orang yang ia sayangi terluka.

“aku menyesal fany ah” yuri tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar tiffany. Ternyata sedari tadi ia mendengarkan percakapan dua gadis itu.

“kamu tau? Aku dulu menganggap taeyeon sebagai sahabat baikku, kami selalu latihan dan bermain game bersama setiap pulang sekolah tiba. Kami bahkan memiliki cita-cita yang sama hehe” yuri tersenyum mengingat kisahnya masalalunya. Rasanya ia sangat ingin mengulang kembali kesempatan itu, tapi taeyeon terlanjur membencinya.

 

Flashback~

 

Yuri POV

 

Sore ini aku bermain dengan bola basket kesayanganku di lapangan outdoor sekolah. Aku masih memakai seragam sekolah dan meletakan tas ku di ujung bangku penonton. Sesekali aku mendribble bola ini, namun gagal. Rasanya sangat mudah saat melihat idolaku memainkanya dengan lihai, tapi jika di praktekan langsung jadi sulit begini. Keringatku mulai berjatuhan hingga keleher, tapi tembakanku malah meleset terus tanpa mengenai bibir ring.  Hingga tembakan terakhir aku lakukan dengan sangat kuat dan…

Bola itu malah memantul kebelakang.

Seorang gadis yang sepertinya seumuran denganku menangkap bola tersebut. Sesekali ia mencoba mendribble nya dengan tangan mungilnya. Aku kaget melihat ia yang lihai dalam memainkan bola, tak seperti postur tubuhnya yang lebih kecil dariku.

“hey!! Marilah main bersamaku” teriakku dengan semangat.

###

Aku sekarang berteman dengan seorang bocah pendek yang memukau, namanya kim taeyeon si anak kolongmerat di korea selatan. Tapi yang kutau ia tak sombong seperti anak-anak kaya lainnya, bahkan kekayaan mereka yang sepadan denganku selalu mereka banggakan. Taeyeon itu pendiam dan tak banyak tingkah, namun bisa konyol jika sudah kuajak main, hehee. Kami berdua sangat kompak disekolah, dan masuk di organisasi basket bersama. Pokoknya dimana ada taenggo, disitu ada yuri yang keren ini. Bahkan di masa SMA, kami juga memutuskan untuk masuk sekolah yang sama, begitu juga dengan tim basket yang baru, taeyeon itu selalu dapat membuatku iri dengan kemampuannya, tak jarang aku menjadikannya inspirasi dalam bermain basket. Namun , aku baru tau. Di hidup taeyeon tak hanya aku yang ia jadikan prioritas, ada kehadiran orang lain disana yang sangat memenuhi hatinya. Yang kutahu saat itu namanya Jessica, si anak rekan bisnis ayahnya taeng. Tentu saja aku iri dengan kehadiran Jessica, apalagi taeyeon yang secara terang-terangan lebih memilih nya dibandingkan aku serta teman lainnya di tim kami.

Puncaknya saat pertandingan final melawan tim sekolah musuh bebuyutan sekolahku, sungguh hal itu membuatku kecewa, seorang yang menjadi inspirasiku dengan mudahnya menghancurkan harapan tim kami karena cinta bodohnya dengan seorang gadis. Sungguh aku membenci Jessica, sangat! Jujur saja aku mengharapkan taeyeon meninggalkannya dan bisa fokus pada tim basket saja, tapi ia lebih memilih keluar dari tim dan membuang mimpi kami berdua begitu saja, yakni menjadi atlet nasional. Mungkin ini saatnya untuk ku melupakan nya sebagai sahabat..

###

Hari ini aku berjalan menuju kelas di lantai tiga. Sepanjang perjalanan , hampir semua yeoja menyapaku dengan senyuman malu-malu mereka. Oh god! Aku sangat keren hehe. Jika kalian bisa menebak mengapa aku mendadak terkenal seperti sekarang, yap! Itu karena aku diangkat jadi kapten tim basket! Tentu saja menggantikan posisi si gadis egois kim taeyeon, hmm aku jadi malas mengingatnya, apalagi kami sudah saling menjauh semenjak ia memutuskan hengkang dari tim.

“kau tau, kim taeyeon baru saja jadian dengan nana!” yeoja didepanku sedang bergossip dengan temannya. Diam-diam aku menyimak obrolan mereka.

“yaaah benarkah? Ah aku akan patah hati” seru yang satunya

“bukankah mereka sangat cocok? Taeyeon si kapten basket berpacaran dengan si kapten cheers. Omo! Jantungku akan copot!”

“whaat! Bukankah taeyeon sudah hengkang dari tim? Yuri lah yang menggantikan posisinya, dia pantas mendapatkan itu. Oh  Gadis sexy ku!”

Tanpa sadar aku tersenyum mendengar obrolan mereka. Kim taeyeon.. kau mau saja di tipu oleh gadis jalang itu. Aku rasa aku harus bertindak. Sebesar apapun  rasa benci aku padanya, aku akan tetap membantunya.

 

~

Yuri berhasil mematahkan hati taeyeon untuk pertama kalinya, bagaimana tidak nana yang berhasil ia goda sehingga mau menduakan taeyeon dengannya, dengan kepopulerannya ia mampu membuat nana berpaling dari taeyeon karena niat nana menjadikan taeyeon pacar hanyalah untuk mendongkrak ketenaran. Sungguh miris nasib taeyeon. Setelah kejadian itu, taeyeon dengan perlahan juga menaruh rasa benci terhadap yuri, sedangkan yuri juga menunjukan rasa bencinya dengan menggoda setiap gadis yang berusaha mendekati taeyeon.

Setelah saat itu, mereka tak pernah saling sapa, bahkan tak ingin saling melihat satu dengan yang lain. Sebenernya jauh didalam lubuk hati yuri, ia masih merindukan taeyeon sebagai sahabatnya, hanya saja takdir seperti tak berpihak pada mereka. Apalagi pertemuannya dengan Jessica yang tak sengaja terjadi di lapangan indoor sekolah, yang tanpa sengaja mendekatkan mereka. Bukan hanya itu , yuri yang awalnya juga membenci Jessica, perlahan-lahan jadi mencintainya. Meski ia tau tindakan yang ia ambil itu salah, namun cinta tetaplah cinta. Semua itu tak dapat ia buang begitu saja, ia memutuskan untuk tetap mencintai Jessica meski ia sering merasa bersalah karena berhasil merebut kembali cinta pertama sahabat pendeknya. Sungguh takdir sedang mempermainkan mereka.

 

End of flashback~

 

“aku menyesal fany ah.sungguh!” yuri menangis dalam diam, ia masih tersenyum sementara airmata terus berjatuhan dipipinya. Ia ingin meminta maaf, tapi gengsinya terlalu tinggi untuk ia langkahi mengingat apa yang taeyeon lakukan dulu untuk pertemanan mereka. Ia bingung. Sementara tiffany yang mendengar itu kembali sedih, ia  tak sepenuhnya menyalahkan yuri, mereka saat itu masih lah labil sebagai remaja. Tapi menurutnya, taeyeon tak juga salah. Ia korban dari takdir yang begitu menyakitkan untuk di kenang. Kini ia berusaha untuk memeluk yuri untuk memberinya semangat, begitu juga dengan sunny yang tersenyum melihat kegentle-an yuri untuk mengakui salahnya, ia sangat berharap sahabat pendeknya dapat kembali bersama dengan teman barunya itu.

 

Seseorang sejak tadi tanpa sengaja menguping pembicaraan mereka di balik tembok kamar, ia menghela nafasnya dan berusaha untuk menyunggingkan sebuah senyuman. Hatinya melembut mendengar obrolan mereka tadi, ia baru datang sejak yuri mulai bercerita panjang lebar. Awalnnya ia ingin mengabaikannya saja, tapi sesuatu dalam dirinya seolah menuntut untuk tak melewatkan cerita ini, begitu lah ia mulai menyimak cerita tersebut sampai akhir.

‘gadis bodoh’ begitu pikirnya.

 

Ia kembali berjalan ke ruang tengah, dan duduk di sofa. Ia meletakan  ayam goreng yang baru saja ia beli dari perjalanan pulang tadi di atas meja. Kemudian dengan tenang ia berteriak.

“yoongie ah aku membawa makanan!”

 

 

 

 

 

Tbc

 

holla readers ku sayang, yang sider maupun yang rajin komen! ada yang nungguin ff ini ga? wkwkw aku rasa ga ada ya . oke gpp , disini aku menulis hanya untuk menyalurkan imajinasi yang akut karena ulah taeny hehehe. terserah sih kalian mau tetep sider atau yang komen rajin serajin rajinnya (makasih yang rajin semoga kalian dapat pahala/?) tapi ya setidaknya yang menyalurkan pendapatnya pada setiap chapter bener-bener bikin semangatku naik buat lanjutin ff ini. sebelumnya sorry kalo aku lama update, mood ku bener-bener ga ada kemaren buat lanjutin alur ceritanya, apalagi ini udah ku remake 4 kali karena kesan ceritanya kurang dapet feel. entahlah ternyata mood bisa mempengaruhi jalan cerita yang di buat para author wkwkw. oke cukup segini aja basa basinya, selamat pagi!

 

Advertisements

26 thoughts on “just love me! 7

  1. chipajungss says:

    Akhirnya update gue udah penasaran sama ff ini gimana endingnya apakah taeny atau taengsic? Taeyeon ternyata kuat jg menahan rasa sakit apakah jessica tau kalo taeyeon mencintainya?kalo tau gimana ya😀 kalo sica dibuat cemburu oke jg

    Like

  2. awnyies says:

    Woi thor kemana aja lo? ..lo ngak kasian ama gue yg selalu nunguin kehadiran lo? terlebih ff lo yg satu ini 😅..kmna aja lo lama amat hilang nya gue kagen deh ama lo ayank😂😘😘😘..jgn lama² update nya ya ✌ muahh

    Like

  3. Theyeon says:

    This is NC (Nice Chapter)
    gue suka. Awalnya gue rada kesel2 gimana gitu bacanya pas Si jenong ama Yuri kisseu,.😌
    Tp setelah di beberin semuax.. Kesel gue ilang😌😌😇
    Lanjut mbk e.. 😁😁😃

    Like

  4. Vin RfKimHwang says:

    Benci jadi cinta, yuri_yuri krna rasa gengsi mengalahkN segala ny..
    Semangat nulis dan lanjutin ff ini ya thor, ffmu daebak, dapat bgt feelnya mnurutku..
    Hwaiting!

    Like

  5. Wahyu ningsih says:

    Dtungguin kog thor. Sbnrnyaang agak kurang feel. Mau nya taeny lebih ada progress sih. Tp udh ckup jlasin kno yultae brantem udh g pnsran thor

    Like

  6. dira1209 says:

    Aku sampe lupa jalan ceritanya kayak mana jadi baca ulang dari chap sebelum nya 😂😂😂 kasian banget liat taeyeon aku berharap tiffany bisa bersama dengan taeyeon agar taeyeon dapat melupakan jessica dan bisa hidup bahagia sama pany 😁😁😁

    Liked by 1 person

  7. Q'cho11 says:

    Maqy ^^ sllu menunggu kelanjutan ff ini.. gak ini saja qo oneshoot maqy pun menunggu.. sllu menunggu kisa TAENY yg sllu berbeda beda.. kisah yg menarik mulai Dr percintaaan persahabatan kel dan kerjaan sekali pun maqy sllu menunggu.. akan kah dunia TAENY sllu rame atau menu tip wp ini di krnakan sider yg bejibun tanpa meninggalkan jejak.. huff😧 maqy berharap apa pun yg author lakukan maqy tetep setuju asalkan 1 jgn pernah nutup atau menghapus ff di wp ini thor.. sedih rasanya buat qu krna aq sllu nyaman dgn dunia TAENY.. TAENY begitu real disinie dan aq menikmati TAENY di dunia wp ini.. maqy berharap jagn di tutup wp ini wlpun sider banyak sekali di luar sana.. krna ini tulisan tanggan qm dan hasil kerja qm.. maqy tidak meminta di puji oleh mu thor sbgai reader yg royal, maqy gak meminta itu.. hanya maqy berharap author terus melanjutkan wp ini wlpun berhenti sekali pun tp Jgn di hapus😿😿 sedih rasanya tidak melihat TAENY lagi

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s