Just love me! 8

cast: – Taeyeon

– Tiffany

– Jessica

– Yuri

other cast: – sooyoung

– sunny

 

“seluruh cerita ini murni hasil pemikiran author, jangan mengcopas tanpa ijin, dan silahkan komentar jika suka”

 

happy reading.

 

 

 

Tiffany pov

 

““yoongie ah aku membawa makanan!”

 

Deg!

Suara itu, dialah yang ku tunggu sejak tadi. Tanpa pikir panjang aku pun melepaskan pelukanku ke yuri dan segera beranjak ke luar kamar. Aku berjalan dengan senyuman di pagi indah ini, yap lihatlah! Bahkan dia juga tersenyum padaku. Tae ah…, aku bersyukur kamu baik-baik saja .

 

“taetae ah!” aku segera berhambur memeluknya.

Dia juga membalas memelukku.

“kemana saja  kamu semalam? Apa tidurmu nyenyak?”

“aku tidur di rumah teman lama fany ah, hehe kamu mengkhawatirkan aku sebegitunya ya?” tae mengelus rambutku, perlakuannya yang tiba-tiba ini membuat aku sangat senang walaupun sedikit malu. Sangat jarang melihat dia perhatian begini padaku, apakah mungkin kepalanya terbentur keras semalam? Sikapnnya selalu berubah-ubah, tapi untungnya aku suka.

“andwee mataku ternodai oleh kalian, andwee kekeke” celetuk sooyooung  sambil duduk di sofa lain, langsung saja tanpa babibu ia mengambil makanan yang tadi di bawa oleh taeyeon. Kulihat wajah taeyeos sedikit bersemu, namun dengan cepat ia  melepaskan tangannya dari rambutku. Mungkin dia sedang malu kekeke, omo! Wajahnya lucu saat sedang kikuk begini. ingin sekali aku mencium pipi tirusnya itu , tapi harus kutahan agar mereka tak curiga atas perasaan bodohku ini.

Sunny yang datang bersama yuri, jangan Tanya Jessica dimana, karena ia pasti mati suri di kasurnya (?).

“wah syukurlah kamu membawa makanan taeng ah, kita sudah kehabisan bahan makanan di kulkas” seru sunny yang mulai mengambil ayam goreng, sementara yuri hanya berdiri di samping dinding ruang tengah mereka.

“yuri ah ayoo duduk disini” aku berdiri dari sofa menarik tangan yuri , kemudian menyuruhnya untuk duduk di sofa nya sooyoung. Bagaimana pun aku harus membantu mereka untuk berteman kembali.

“dimana Jessica? Ayoo kita makan bersama , kalian pasti lapar” ujar taeyeon. Ia mulai mengambil ayamnya dan memakannya.

“biar aku yang membangunkannya, kalian makanlah dulu” yuri bangkit dari duduknya dan beranjak menuju kamarnya. Aku mengambil sepotong ayam dan memakannya dengan perlahan, kulihat tae sudah mulai bercanda kembali dengan sooyoung. Kami tertawa bersama, rasanya sangat senang melihat ia kembali ceria. Walaupun hatiku sedikit sakit mendengar cerita sunny tentang perasaan taeyeon terhadap Jessica yang begitu besar, tapi aku cukup senang melihat taeyeon yang masih bisa tersenyum setelah kejadian tadi malam yang sangat menyesakkan.

“good morning guys” sapa Jessica yang datang bersama yuri. Dengan begitu kami bisa sarapan bersama kembali pagi ini. Sungguh rasanya menyenangkan bagiku bisa berkumpul bersama mereka. Tuhan kumohon janganlah buat mereka berpisah! Mereka sangat menyayangi satu sama lain, tak seperti teman-temanku disekolah yang seluruh pikirannya hanya tertuju ke pesta saja, dan barulah sekarang aku bisa merasakan ikatan pertemanan yang begitu erat, sungguh manis!.

 

***

“taeng ah ayoo pergi jalan-jalan !” ajak jessica.

“aku lelah sica ah, aku di villa saja” elak taeyeon.

“kita sudah 3 hari disini, masa kamu ingin mengurung diri terus disini?? Ayolaaah kita belum ada pergi bersama-sama tau. ” jessica merengek manja, sementara tiffany datang dari arah dapur menghampiri mereka.

“hai jess, kalian sedang apa?” Tanya tiffany dengan senyuman manisnya. Ia melirik kearah taeyeon sekilas yang terlihat sedang menggaruk rambutnya.

“hmm gimana ya, fany ah kamu jadi ikut aku kan?” taeyeon menatap tiffany seolah memberi isyarat lewat tatapan matanya.

Tiffany masih tak paham, ia bingung atas apa yang di maksudkan oleh gadis imut di depannya itu. Kini malah gadis eyesmile lah yang terlihat menggaruk rambut pendek sebahunya itu.

“ah.. ternyata kamu lupa ya ppany ppany tippany. Kajja bersiap-siap dulu. Byee sica ah” taeyeon memberikan senyum palsunya  sambil menggandeng tangan tiffany menuju kamar mereka. Jangan tanyakan bagaimana ekspresi jessica saat ini, karena ia hanya mampu menganga keheranan melihat perilaku sahabatnya itu. Namun yuri yang melihat mereka sejak tadi pun hanya tersenyum.

“gumawo taengo” bisiknya dalam hati.

 

 

Back to taeny

 

Setelah sampai di dalam kamar , taeyeon diam di tempatnya berdiri. Ia melamun,  dan tiffany  dapat melihat itu yang tergambar jelas lewat tatapan kosong gadis di sampingnya. Mereka sudah berdiam diri di balik pintu selama beberapa menit .Tanpa sadar tangan mereka masih terpaut satu sama lain, namun tiffany makin mempererat genggamannya ke taeyeon. Tentu saja hal itu membuat pikiran si gadis kembali ke alam sadarnya, perlahan ia mengangkat wajahnya dan memandang gadis yang baru saja merebut perhatian serta pikirannya. Ia melihat sebuah senyuman manis yang tiffany berikan ke taeyeon, tetapi taeyeon masih diam tanpa melepaskan tatapan nya pada tiffany.

“gumawo fany ah” ucapnya

“untuk apa ?“ tanya tiffany

“ karena kamu satu-satunya alasan untukku jauh dari sica“ ucap taeyeon

‘dan melupakannya’ bisik nya dalam hati kemudian.

Taeyeon dengan tiba-tiba memeluk tubuh gadis di depannya, sementara tiffany yang kaget hanya mengangguk dan tersenyum senang di balik pelukan taeyeon. Entah mengapa perkataan singkat taeyeon tadi mampu membuat hatinya bergetar.

 

 

***

“kita mau kemana tae ah?”

tiffany sudah bersiap dengan pakaian santainya. Ia memakai kemeja tipis bewarna merah muda serta celana pendek dan flat shoes putih. Ia menunggu taeyeon yang sedang berganti pakaian, kemudian taeyeon datang menghampiri.

“ne kajja aku akan mengajakmu ke tempat aku menghabiskan waktu semalam,wow kau cantik sekali noona” taeyeon tertawa di sela ucapanya, membuat tiffany menjadi tersipu malu.

“berentilah menggodaku, ayoo pergi sekarang karena hari mulai sore” ia menarik lengan taeyeon keluar villa.

“ah ani aku hanya jujur fany ah, jangan marah. Kemana mereka? Sepi sekali”

“bukankah kamu menolak ajakan jessi tadi, tentu saja mereka semua pergi ke pantai bersama” mereka mulai berjalan menyusuri jalan setapak di belakang villa milik Jessica. Taeyeon berjalan di depan dan tiffany hanya mengikuti di belakangnya.

“hati-hati fany ah, ini sedikit berbatu. Mari kubantu” taeyeon menggenggam kedua tangan tiffany pelan saat hendak menaiki sebuah tanjakan berbentuk bukit. Tiffany terlihat kesulitan untuk naik, namun taeyeon dengan sigap menarik tubuhnya hingga mereka berdua berhasil naik ke atas.

“ah ini melelahkan. Mengapa kamu mengajakku pergi ke tempat seperti ini, lihatlah baju kesayanganku jadi kotor begini” cemberut tiffany sambil merapihkan kotoran yang menempel pada kemeja dan celannya, sementara taeyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“kamu manja sekali, ini bahkan belum seberapa sulitnya dari perjuangan meraih impian fany ah”

Taeyeon menarik tangan tiffany dan mengajaknya berlari menyusuri rerumputan di bukit tempat mereka sekarang. Ini adalah tempat favoritnya taeyeon sejak kecil, saat dulu taeyeon sangat dekat dengan keluarga jung yakni keluarga dari Jessica. Bahkan orang tua Jessica sering mengajaknya ikut berlibur bersama mereka di villa. Saat itu malam tahun baru di usianya ke 12 tahun, pertama kalinya ia merayakan malam yang bahagia bersama keluarga jung, ia bermain bersama krystal serta Jessica sementara ibu dan ayah jung sedang memanggang daging dan makanan lainnya untuk mereka.

Ibu dan ayah jung terlihat bercanda sesekali saat memanggang, dan taeyeon melihat kemesraan mereka yang membuat hatinya merasa sedikit iri karena hal tersebut tak pernah terjadi pada orang tua kandungnya. Bahkan umma dan appanya tega berpisah saat menjelang di hari ulang tahunnya yang  ke 8 tahun. Sungguh miris hati taeyeon saat itu, namun ia menyembunyikan kesedihannya di depan keluarga jung dan ikut merayakan pesta bersama. Hingga saat keluarga jung memutuskan untuk tidur , taeyeon diam-diam keluar villa lewat pintu belakang. Ia berjalan seorang diri di malam hari dan saat itu ia menemukan bukit tersembunyi di belakang villa dan menumpahkan seluruh kesedihannya disana sembari  menangis seorang diri. Dia sangat ingin merayakan hari-hari penting seperti ini bersama keluarganya, namun takdir tak pernah berpihak kepadanya.  Begitulah mengapa taeyeon menyukai tempat tersembunyi ini yang menyimpan sedikit kenangan di masa kecilnya dulu.

“ini hanya padang rumput tae, kamu ingin kita berlari terus seperti ini?” ucap tiffany sambil terengah-engah. Taeyeon berhenti dan melepaskan tangan tiffany tepat di dekat sebuah pohon besar. Ia hanya diam sambil mengatur nafasnya juga.

“woah! bahkan pohon ini mengingatkanku saat bertemu padamu pertama kali, kamu ingat kan saat menjatuhkan ponselku ke dasar jurang? Hahaha pabo”

“yeah hanya pohon tiffany, mari lihat apa yang ada di balik nya” taeyeon meninggalkan tiffany dan duduk di rerumputan yang ada di balik pohon tersebut. Tiffany pun mengikutinya , dan ia mmenganga takjub untuk beberapa saat.

“ini luar biasa taetae!! Aku tak tau bisa melihat seluruh isi busan dari atas sini”

“kamu suka?”

“tentu saja, aku sangat suka. Bagaimana kamu bisa tau tempat tersembunyi seperti ini ?”

“semuanya punya cerita fany, dan kamu orang pertama yang ku ajak ke sini”

“gumawo taetae, please biarkan aku mendengarkan cerita-ceritamu”

“baiklah, tentu saja”

Dan mereka mulai bercerita satu sama lain disana, di temani angin sore yang berhembus di musim panas. Hanya berdua, tanpa paksaan dan tekanan emosi dari pihak manapun, sekedar bercerita ringan namun tanpa mereka sadari hal itulah yang membuat mereka semakin dalam mengenal satu sama lain dan saling percaya.

***

“taengo bangunlah!! Hari semakin siang” sunny membuka tirai di kamar taeny, agar cahaya mentari pagi dapat masuk dengan leluasa ke kamar mereka. Ia menghela nafas melihat tingkah sahabat pendeknya yang masih bermalas-malasan di balik selimutnya.

“jika kamu tak bangun, sarapanmu akan di habiskan sooyoung begitu saja, kamu tak ingat jika dia selalu kelaparan setiap saat?” sunny tertawa sembari menarik selimut yang membalut tubuh sahabatnya, kemudian ia melipatnya dan meletakannya di pinggir kasur.

“ne.. nee.. aku akan ke sana 5 menit lagi, pastikan dia tak menyentuh sedikitpun piringku!” dengan terhuyung-huyung taeyeon menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara sunny kembali untuk bergabung bersama teman-teman lainnya di meja makan sambil terkekeh.

“wae sunny ah? Di mana taeyeon?” Tanya Jessica

“aniya dia langsung bangun saat ku bilang yoongie akan memakan jatah sarapanya, dan dia sebentar lagi dia akan kemari haha”

Tiffany dan yuri hanya tertawa, sedangkan sooyoung masih setia pada makanannya.

“yaah choi!!! Jangan sentuh makananku” taeyeon yang baru datang segera lari merebut makanan yang di pegang sooyoung, tentu saja sooyoung kaget karna perlakuan teman pendeknya yang tiba tiba itu.

“YAHH APA KAU GILA PENDEK?!! INI MAKANANKU” sooyoung merebut kembali piringnya.

Tiffany dan yang lainnya terkikik geli , yuri berdiri dan memberikan piring yang berisi makanan untuk taeyeon.

“ini punyamu taeng, kamu salah paham” yuri memberikan senyum.

“gumawo yul” balas taeyeon datar.

 

***

Siang ini mereka berenam duduk di ruang tv. Taeyeon duduk di sofa sambil membaca novel, tiffany dan sooyoung menonton tv, serta sunny yang sedang bermain game di psp vistanya. Sedangkan yuri sedari tadi mengecat kuku Jessica yang sedang terlelap di pangkuannya. Tak ada aktivitas yang berarti untuk mereka lakukan sehingga sooyoung lama kelamaan menjadi merasa bosan, ia beranjak sebentar menuju dapur dan membuka kulkas, namun tak ada makanan di dalamnya, hanya susu kotak serta telur. Melihat itu tentu saja membuat Ia menjadi kesal dan berteriak “omoo!!!! tak ada makanan disini, Aku akan mati!!”. taeyeon yang sedari tadi asik membaca novel pun merasa terganggu, kini sooyoung berjalan menuju ruang tengah dan kembali mengomel tak henti – hentinya seperti ”omo!! Perutku semakin mengecil. Andwee!!!” dan “sunny ah tolong kasiani aku, jika aku mati nanti siapalagi yang akan mengejekmu. Apa kamu tak merindukanku? Jebal beri aku makan”.

Tentu saja setiap perkataan yang keluar dari bibir si gadis tinggi itu membuat tiffany menganga seketika, ia heran melihat ternyata ada manusia sejenis  sooyoung yang tak bisa menahan lapar walau sebentar saja. Sedangkan yuri hanya tertawa melihat tingkah temannya itu,dan  sunny hanya diam seolah sudah bosan mendengar keluhan sahabat tingginya itu. Jika kalian tanyakan apa reaksi dari Jessica, tentu saja dia masih di alam mimpinya dalam keadaan damai dan tentram. Bahkan jika kalian mengadakan parade marching band di samping telinganya, ia takkan bangun . percayaah,lol.

Taeyeon kini menutup bukunya, ia memutarkan bola matanya dengan jengah. Kemudian ia beranjak menjauh dari mereka menuju kamarnya sambil membanting pintu dengan keras. Tentu saja itu membuat sooyoung dan lainnya menjadi diam seribu bahasa. Mereka saling tatap satu dengan yang lain, tentu saja tanpa Jessica karena matanya masih tertutup rapat. Tiffany dengan segenap keberanian bertanya pada mereka dengan pelan “ apakah taetae marah?”,   dan sunny hanya menjawab “entahlah mungkin saja”.

Cukup lama suasana hening, hanya bunyi cacing di perut sooyoung lah yang mampu bersuara. Mungkin keheningan ini lah obat dari penangkal tidur si princess jung yang tak lain adalah Jessica,  karena tiba-tiba saja ia terbangun dari tidur indahnya dan berkata dengan polosnya “apa aku tertidur sejak tadi? Err.. mengapa kalian semua diam seperti ini?” namun yang ditanya hanya diam dengan tatapan yang sama bingungya dengan dia, kecuali yuri yang memberikan senyuman selamat bangun terbaiknya untuk Jessica.

Selang beberapa menit taeyeon pun keluar dari kamarnya,ternyata ia sudah berganti pakaian . Tentu saja para sahabat-sahabatnya di buat semakin bingung atas apa yang di lakukan taeyeon,mereka sempat berfikir apakah ia ingin melarikan diri lagi dari mereka, atau bahkan ingin pulang ke seoul seorang diri karena marah atas kebisingan yang di ciptakan oleh teman tingginya. Entah lah, mereka hanya  kembali menunjukan raut wajah kebingungan. Taeyeon yang melihat ekspresi temannya kini membuka suara , “waeyo? Kajja makan bersama-sama di luar”. Sooyoung dan tiffany kini kembali menganga terheran-heran melihat sikap teman pendeknya itu, “kamu sehat kan?” Tanya sunny tak percaya sedangkan Jessica yang tak mengerti hanya mengangguk-ngangguk saja atas ajakan taeyeon “ ne aku akan berganti pakaian dulu, kajja yul” ia menarik tangan yuri begitu saja ke kamar mereka berdua.

“hey kalian bertiga! Apa yang kalian tunggu, bukankah kita juga sudah lama tidak makan bersama-sama? Ayoo ganti pakaian kalian, aku akan menunggu di luar” taeyeon beranjak begitu saja dengan santainya ke luar villa, sedang tiffany,sooyoung dan sunny hanya menggeleng-geleng kepala keheranan.

***

Mereka sudah tiba di tempat tujuan dengan selamat , mobil yang mereka kendarai sudah terparkir rapi pada tempatnya. Sooyoung yang kelaparan sejak tadi lebih dulu berjalan menuju restoran dengan tergesa-gesa, sunny yang melihat itu segera menyusulnya. Tentu saja dengan kaki yang kecil seperti itu membuatnya harus berlari untuk mengejar sooyoung. Bahkan ia sedikit melompat untuk bisa menarik rambut pendek sooyoung, “yaaah!!! Apa-apaan kau pendek! Appo..” runtuknya kesal sambil mengelus kulit kepalanya yang sakit, “makanya jangan bikin malu seperti itu, jagalah wibawamu jangan berlari seperti itu” ucap sunny santai. Yuri dan yang lainnya hanya tertawa menyaksikan tingkah dua sahabat mereka yang sudah seperti tom & jerry itu.

Taeyeon sengaja memilih sebuah restoran yang letaknya di dekat pantai Haeundae, pantai terbesar di Korea Selatan.  Mereka memilih meja yang letaknya di dalam ruangan khusus vip, yakni ruangan yang cukup tertutup dari kawasan pengunjung umum agar mereka bisa bebas tanpa harus mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya. Mungkin maksud taeyeon untuk mengantisipasi hal yang tidak-tidak yang bisa saja terjadi dari sooyoung (?) wkwk.  Seorang pelayan wanita datang menghapiri meja mereka dan membungkuk dengan sopan, “anyeeong haseyo, bisakah saya mencatatat pesanan kalian? Ini menunya, silahkan” ia tersenyum dengan manis.

“ah nee, aku ingin pesan 1 ramen udon, serta sushi dan takoyaki” ucap sooyoung semangat.

“aissh kamu ini, kenapa banyak sekali?” Tanya sunny sebal.

Sooyoung hanya menjulurkan lidahnya.

“kalau aku okonomiyaki saja, kamu yul?” Tanya Jessica.

“aku sama saja sica ah,apapun yang kamu makan pasti enak untuku” yuri tersenyum lagi untuk Jessica, tentu saja ia merona atas perkataan manis yuri.

“aku pesan satu soba serta onigiri , kamu pesan apa fany?” Tanya sunny

“ah aku sushi saja deh”

Lalu taeyeon datang , dan duduk di kursinya tepat di samping tiffany.

“maaf aku lama, ah ne aku pesan ramen saja” ucapnya lalu melihat pelayan yang hendak mencatat pesanannya.

“yoo.. yoona? “ ucapnya kaget.

“ne, ah unnie. Kamu taeyeon unnie kan?” balas yoona yang juga tak kalah kaget.

“waah kamu semakin cantik saja ya, lama tak bertemu hehe”

“ah ne gumawo unnie, kamu juga semakin imut saja hehe” ucap yoona dengan cengiran khasnya.

Sunny dan yang lainnya hanya saling menatap satu dengan lainnya, mereka tak tau jika si pelayan restoran saling mengenal dengan taeyeon. Taeyeon yang melihat raut kebingungan dari para sahabatnya segera berdiri untuk mengenalkan yoona pada mereka.

“oh iya aku lupa, kenalkan mereka teman-temanku. Yang pendek itu sunny , yang hitam itu yuri serta disebelahnya itu Jessica. Dan yang di sampingku ini namanya tiffany hehe”

“anyyeong “ ucap mereka serempak.

“ ah ne anyyeong, im yoona imnida. Kalian pasti kenal dengan kakak tiriku im nana kan? Hehe”

“ woah ternyata kamu adiknya nana ya, kamu bahkan tak kalah cantik darinya” ucap sooyoung.

“hehehe gumawo unnie, ah aku ijin untuk menyiapkan pesanan kalian terlebih dahulu ya” ucap yoona ambil membungkuk sopan, lalu meninggalkan mereka.

“waah adiknya saja jauh lebih sopan dan ramah dari kakaknya yang sok popular itu” ucap sunny.

“bukankah nana pindah sekolah saat semester akhir kelas 2 lalu? Beruntunglah taeng tak bersamanya lagi” ucap Jessica acuh.

“yap, dia pindah ke luar negri untuk sekolah modeling. Anak – anak di tim tak berhenti begitu saja membicarakan kepindahannya dan itu membuatku pusing” jawab yuri.

Tiffany yang tak mengerti kemana arah pembicaraan mereka hanya bisa diam, yang ia tahu hanyalah nana adalah mantan kekasih dari taeyeon yang juga merupakan rivalnya dulu di dunia cheers. Ia sedikit merasa cemburu melihat taeyeon yang begitu akrab dengan adiknya nana, tapi ia hanya bisa diam untuk menutupi rasa cemburunya tersebut.

Disisi lain taeyeon berdiri dari kursinya dan hendak beranjak dari meja mereka, sunny terlebih dulu bertanya sebelum ia benar-benar pergi dari tempatnya.

“kamu mau kemana taeng?”

“aku ingin ke toilet sebentar” ucapnya lalu pergi.

“pasti ia ingin menghampiri yoona, biarkan saja” ucap yuri santai.

“ah ne baiklah” .

 

 

Advertisements

19 thoughts on “Just love me! 8

  1. dira1209 says:

    Sedih liat keluarga tae ternyata ngak menyatu 😢😢😢 lucu banget liat mood tae yang berubah dengan cepat kalo aku punya temen kayak gitu pasti bakal bertanya juga apakah dia sehat 😂😂😂

    Like

  2. adex says:

    kasihan Fany nahan cemburu gt, ayolah Tae buka hatimu untuk Fany. hanya Fany yg sanggup buatmu bahagia.
    sooyoung np ndk kenyang2 perutnya

    Like

  3. kimyoobin says:

    Ihh baru engeh thor kel tae sperti ini mungkin lebih baik jika tae lebih mengenal kel pany dr pd kel jessi😆lagi kasian sih bocah sakit terusss.. eaaa pany jealous loh

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s