just love me! 10

cast: – Taeyeon

– Tiffany

– Jessica

– Yuri

other cast: – sooyoung

– sunny

– yoona

 

“seluruh cerita ini murni hasil pemikiran author, jangan mengcopas tanpa ijin, dan silahkan komentar jika suka”

 

pesan: ff ini belum berakhir, mungkin masih ada beberapa chapter lagi yang akan aku buat sampai mencapai kata ending. Mungkin bisa jadi ini ga berakhir happy ending/? harap bersabar ya readers ini ujian (?)

 

 

happy reading.

 

 

 

            Langit seoul hari ini lebih gelap dari biasanya.  Hanya sedikit orang yang berlalu lalang di jalanan, mungkin karena jam pulang kerja masih 3 jam lagi. Seorang gadis berambut  merah emerald dengan setia berdiri sejak 20 menit yang lalu di depan gerbang sekolahya. Angin kian berhembus menusuk tulang namun dia tetap semangat seolah tak dapat tergoyah oleh badai yang menerjangnya. Dengan senyuman manis yang tercipta di bibir ranumnya , ia menggeser layar ponselnya untuk membaca sebuah pesan. Yap! Itu dari pacar cebolnya.

From: my boo

“pilih merah atau pink?”

Tanpa berpikir lama ia langsung membalas pesan untuk pacarnya “pink!” begitu isinya. Dengan senyum yang masih mengembang di wajah cantiknya , ia meletakan ponsel nya kembali ke dalam saku seragam miliknya. Setelah beberapa menit berlalu, suara motor berwarna biru muda sudah terdengar dari kejauhan.  Dengan bergegas Tiffany mengambil cermin kecil yang terdapat di dalam tas coklat muda nya untuk merapikan sedikit tampilan wajah serta rambutnya. Tak lupa pula ia memoles bibir ranumnya dengan lip tint(?) bewarna senada, Sempurna! Begitu pikirnya dalam hati.

“hai sayang, maaf mebuatmu menunggu lama hehe” ucap taeyeon  nyengir sembari mematikan mesin motornya, ia melepas helm bergambar pororo  yang mengantung di kepalanya sejak awal dan meletaknya di balik kaca spion motor.

“hai boo!” gadis yang ditanya menggelengkan kepalanya pelan sembari kembali tersenyum malu-malu , “aku juga baru berdiri disini kok” ucapnya bohong.

“aigoo.. apa aku terlalu pantas di cintai hingga kamu harus berbohong untuk membuatku tak merasa bersalah ?” taeyeon mengacak rambut gadisnya pelan sambil tertawa “ sebelum kesini, aku sudah lebih dulu bertanya pada bora tentang keberadaanmu sayang”. Tiffany mengerucutkan bibirnya sebal tentu saja membuat taeyeon tersenyum gemas melihatnya.  Si gadis pendek dengan sigap mengecup pipi gadis didepannya, tentu saja gadis yang sedang cemberut itu mendadak menjadi merah seperti kepiting rebus.

“ini buatmu” taeyeon menyerahkan setangkai bunga mawar bewarna  merah muda. Tentu saja tiffany tersenyum senang saat menerimanya, ia mendekatkan bunga tersebut ke wajahnya sembari menghirup wanginya. Hmmm…. Kedua kelopak matanya nyaris tertutup sempurna.

“gumawo taetae.. ini sungguh indah! Bagaimana kamu mendapatkan ini?” tiffany mengecup pipi taeyeon dengan cepat, membuat sang empunya menyengir lebar.

“kalau tau begini aku akan memberimu setangkai bunga setiap harinya hehehe. Aku tadi mampir ke toko bunga sebelum bertemu denganmu, anggap saja ini sebagai hadiah pertamaku sebagai kekasimu” taeyeon mengelus kepala tiffany dengan penuh kasih sayang. “kamu suka sayang?” tanyanya.

Tiffany menganggukan kepalanya senang.

“kajja kita pergi, langit sudah semakin gelap” ucap taeyeon sambil melepaskan jaket hitamnya. “pakai ini fany, aku gamau kamu kedinginan karna naik motor denganku” ia memasangkan jaket tersebut ketubuh gadis di depannya.

Pipi tiffany kembali merona akibat ulah sederhana yang dilakukan pacarnya itu, hal sederhana seperti itulah yang selalu tiffany harapkan dari mantan-mantannya sebelumnya. Namun yang dia tau mereka hanya mencintai kepopuleran tiffany, bukan dirinya.

“jangan melamun terus,nanti aku cium loh” goda taeyeon yang sedari tadi sudah duduk diatas motor kesayangannya. Dengan malu tiffany buru-buru memakai helm pink nya dan duduk di belakang ,

Taeyeon menghidupkan mesin motornya dan melajukan motornya dengan kencang, begitu juga dengan tiffany yang semakin mengeratkan pelukannya di perut taeyeon.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Sooyoung, gadis tinggi berparas menawan  turun dari mobil sedan hitam milik keluarganya.  Dengan sedikit angkuh ia berjalan memasuki area café , begitu juga dengan supir pribadinya yang sedari tadi sudah meninggalkan nya untuk kembali ke mansion milik keluarga Choi yang terkenal kaya raya. Dengan sedikit menyunggingkan senyuman di bibirnya , ia pun membuka pintu kafe tersebut. Kring!! Begitu bunyi yang di hasilkan bel yang terletak di atas pintu bercat coklat muda , sontak saja sebagian pengunjung lain menatap kearahnya. Namun, Sooyoung tetap lah Sooyoung. Ia akan terus menunjukan keanggunannya sebagai putri Choi satu-satunya.  Dengan bangga ia mengadahkan kepalanya ke seluruh area café untuk melihat orang yang ia kenal, ia tersenyum saat melihat seorang gadis sedang duduk sendirian di ujung café. Dengan langkah yang hati-hati bak seorang model, ia pun melangkah menuju ke meja tersebut.

“anyeeong” sapanya dengan ramah, namun gadis yang ia sapa hanya menatapnya datar. Sooyoung pun hanya mampu menelan ludah, dengan segera ia duduk di depan gadis tersebut.

“umm.. di mana yuri? kamu ga pergi bersamanya?” tanyanya lagi mencoba untuk mencairkan suasana.

“entahlah, membicarakannya membuat mood ku jadi hilang saja”

Sooyoung hanya mengangguk pasrah, dalam hati ia sudah mengutuk gadis di depannya ‘dia nenek sihir atau apa sih?’ sambil menggeleng ngeri. Tentu saja gadis didepannya melihat itu dan melotot tajam ke arahnya. Tak mau mati mendadak, si tinggi itupun segera mengambil daftar menu berinisiatif untuk memesan makanan dan minuman untuk perutnya yang sejak tadi sudah demo.

Beberapa menit kemudian, bel di pintu masuk pun berbunyi kembali. Terlihat dua insan yang saling berpegangan tangan dengan senyum malu-malu yang menghiasi wajah mereka. Dengan senang Sooyoung mengangkat tangannya sembari memanggil mereka untuk bergabung dengannya.

“Tae disini!!”  sapa Sooyoung dengan sok anggun. Membuat gadis di depannya menatapnya jengah.

“hai youngie, hai sica” sapa tiffany ramah.  Taeyeon hanya memberikan senyum, Jessica tersenyum senang saat melihat Taeyeon di depannya, namun senyum nya luntur begitu saja saat melihat kedua tangan yang saling bertautan itu.

“hai Fany ah” balasnya lemah.

Taeyeon menarik kursi disampingnya sambil mempersilahkan Tiffany untuk duduk, tentu saja tiffany di buat tersenyum oleh tingkah pacar cebolnya itu.  “ehheemm “ tegur sooyoung sambil cecengiran melihat mereka. Sementara Jessica hanya menatap bosan pada layar ponsel nya.

“ dimana yul? Kamu ga pulang bersamanya sica ah?” Tanya Taeyeon.

“Josh ahjussi yang mengantarku (supir pribadi Jessica yang berumur 40 tahun) Yuri bilang dia ada urusan mendadak dengan tim basketnya” ucap Jessica murung, suasana hatinya sedang tidak bagus hari ini.

“ah arra, dia selalu saja sibuk dari dulu. Dasar bocah nakal” ucap taeyeon sambil tertawa mencoba untuk mencairkan suasana yang sejak tadi entah kenapa menjadi diam.

“mau pesan apa boo? “ Tanya tiffany .

“vanilla late saja sayang hehe” tangan mungil taeyeon dengan bebas mengelus rambut merah tiffany yang tergurai indah.

“ ne baiklah” jawab tiffany dengan senyum malu-malunya.

“heii tak bisakah kalian berhenti untuk bertingkah manis seperti ini? Bisa-bisa aku kena diabetes nanti” goda sooyoung.

“eheem.. bytheway, kemana sunny? “ Tanya Jessica datar.

“ dia menemui paman sooman, katanya sih urusan bisnis” ujar Sooyoung.

Beberapa menit kemudian, pesanan mereka pun datang.

Mereka berempat makan dengan diiringi obrolan ringan, kecuali Jessica yang hanya mengaduk-aduk spagetthi di piringnya.

“so…? Kapan kalian resmi?” Tanya sooyoung antusias.

“kamu yang jawab atau aku boo?” Tanya tiffany manja pada gadis pendek di sampingnya. “kamu saja sayang” jawab taeyeon tersenyum.

“aigoo aigoo, rasanya aku ingin menjadi fans kalian hahaha. baiklah aku akan menebak saja, saat kalian pulang tengah malam di Busan? Aku benarkan? “ tebak nya dengan bangga.

Tiffany menepukan kedua tangannya kagum. “ bagaimana kamu bisa tau youngie?”

“tentu saja semua orang disana  bisa langsung tau, kamu mau tau rahasia tidak? Taeng itu ga pernah pulang tengah malam seumur hidupnya kecuali terjadi sesuatu yang penting. Tentu saja aku dan sunny sudah curiga jika ada apa apa diantara kalian hahaha”

“aissh kenapa mulut kamu seperti ember sih!” taeyeon menjewer teliga sooyoung dengan kesal. Tiffany hanya menggelengkan kepala melihat tingkah lucu mereka berdua.

Sementara Jessica hanya diam.

……………………………………………………………………………………………………………………………………….

Langit sudah semakin mendung, begitu juga dengan angin sore yang semakin kencang berhembus menembut kulit. Tiffany semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang kekasihnya yang sedang mengendari motor biru yang sedang mereka tunggangi. Tanpa terasa motor itu pun sudah mulai memasuki jalanan perumahan elite yang keluarga Tiffany tinggali sejak pertama kali pindah  dari California tahun 2008 silam. Taeyeon mematikan mesin motornya tepat di depan sebuah rumah yang cukup besar .

“ sayang kita sudah di depan rumahmu” ucap taeyeon sambil mengelus kedua lengan tiffany yang masih setia membungkus di pinggangnya.

“ah ne hehehe maaf aku ga sadar” wajah nya memerah, dengan gugup ia melepaskan pelukannya dan segera turun dari atas motor tersebut.

Taeyeon ikut turun dari motornya, dengan cekatan ia melepaskan pengait dari helm yang ada di kepala kekasihnya  dan melepaskan helm itu dari kepala indah tersebut dengan perlahan.

“gumawo boo”  senyumnya hingga kedua matanya tertutup membentuk seperti bulan sabit.

“aniyo, aku yang seharusnya berterima kasih karena kamu terus tersenyum indah seperti ini” dengan sedikit berjinjit, ia mengecup dahi tiffany dengan penuh kasih sayang. Kemudian melepaskannya dengan perlahan.

Tiffany pun membuka matanya yang sedari tadi reflex tertutup saat bibir tipis dari taeyeon yang menyentuh dahinya.

“kajja masuklah. Kerjakan Pr mu dan istirahat kemudian”

Tiffany mengangguk sembari terus tersenyum. “kamu juga hati-hati di jalan. Sebentar lagi sepertinya akan hujan boo. Jangan keluyuran lagi ya! Byee boo”

“ayey kapten!”  taeyeon pamit untuk pulang meninggalkan rumah tiffany.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Jessica sedari tadi masih saja di kafe. Padahal sudah dua cangkir espresso yang ia minum, namun suasana hatinya masih saja kelabu. Entah apa yang mempengaruhinya hari ini, tidak seperti biasanya ia begini.

Drrrtt… drrtttt…

Ponselnya yang ia letakan di atas meja berdering. Sekilas ia membaca dari siapa panggilan itu berasal.

“seobang” dengan segera ia menggeser layar hijau di ponselnya .

“haloo yul?”

“halo baby. Maaf aku baru bisa mengabarimu” ucap suara di sebrang telepon.

“gwenchana. Kamu sudah pulang?”

“malam ini sepertinya aku menginap di rumah hyoyeon, teman-teman se tim ku mengadakan party dirumahnya. Bagaimana harimu? ” Tanya yuri

“ne seobang, ingat! Jangan sampai mabuk!! Membosankan, moodku tidak begitu baik hari ini, nado yul” ucap Jessica pelan, rasanya ia ingin menumpahkan seluruh isi hatinya pada yuri dan memeluknya sembari menangis, namun orang yang ia butuhkan tak ada di sampingnya.

“ aku merindukanmu baby, aku harus menemui pelatih dulu. Istirahatlah “ ucap yuri sebelum mematikan panggilannya.

“ne nado” balas Jessica lemah.

Ia meletakan ponselnya kedalam tas nya, dan mengambil dompetnya untuk membayar bill pesanannya. Saat membuka dompet tersebut tanpa sengaja ia melihat foto nya dengan taeyeon yang terletak di saku dompet tersebut. Tanpa sadar ia melamun, memandang dua gadis yang memakai seragam sekolah dasar saling berangkulan di foto tersebut. Jemarinya dengan lembut membelai foto yang hampir usang itu sambil tersenyum sedih. Entah mengapa mendadak ia merindukan sahabat kecilnya itu, padahal sejak tadi mereka sudah bertemu dan begitu juga setiap harinya disekolah.

Sadar atas apa yang ia lamunkan, dengan segera ia mengambil beberapa lembar uang dan meletakannya di meja. Kemudian ia berdiri dari kursinya, sedikit merapikan seragam sekolah yang sejak pagi masih ia kenakan. Segera ia meninggalkan kafe tersebut menyusuri jalanan sekitar untuk menunggu taksi, namun sayang karena langit mendadak menangis sama seperti suasana hatinya yang sejak tadi masih abu-abu. Dengan sedikit gelagapan ia mengadahkan tangan di atas kepalanya namun air hujan yang semakin deras itu kini hanya menyentuh sepatunya saja.

Ia kaget ketika melihat Taeyeon yang entah sejak kapan sudah melindungi badannya dengan jaket kulit bercorak kehitaman, yang tak lain merupakan hadiah ulang tahun yang ia berikan untuk taeyeon. Mendadak ia menjadi gugup tatkala Taeyeon yang merangkulnya erat  sambil memegang jaket tersebut untuk melindungi tubuh mereka dari guyuran hujan.

“ayoo kita lari ke halte itu” ucap taeyeon sedikit berteriak. Ia menarik Jessica untuk lebih dekat dengannya agar jaket itu tetap bisa melindungi kepala sahabat tercintanya. Mereka pun sampai di halte bis yang dekat dengan café.

“kamu gapapa?” Tanya taeyeon khawatir sambil mengambil sapu tangan dari saku roknya. Dengan sigap ia mengelap butiran-butiran air yang membasahi wajah dan helaian rambut Jessica.

Jessica hanya mengangguk diam sambil menatap pergerakan tangan taeyeon, entah mengapa tubuhnya mendadak mati rasa atas perlakuan sederhana taeyeon padanya. Padahal selama ini taeyeon selalu memperhatikannya seperti sekarang dan Jessica menerima semua perlakuan tersebut dengan suka rela karena yang ia tau taeyeon sangat menyayanginya seperti saudara kandung sejak mereka kecil.

“heii.. kenapa melamun eoh?” taeyeon sedikit mengacak rambut gadis di depannya sambil tersenyum.

“mian hehehe. Kenapa kamu bisa disini?” Tanya Jessica heran, yang ia tahu bahwa taeyeon sudah pergi sejak satu jam yang lalu bersama tiffany.

“aku merasa jika kamu belum pulang, aku khawatir kamu kehujanan sica ah”ucap taeyeon tulus.

Jessica sedikit tersipu atas perkataan taeyeon barusan. Dengan nafas yang sedikit tak beraturan ia mengambil ponsel dari tasnya. Jemarinya mengetik sejumlah teks pesan untuk supirnya agar segera menjemputnya .

“apa ahjussi tidak menjemputmu?” Tanya taeyeon kembali.

“ aku baru saja menghubunginya untuk kesini. Seharusnya kamu pulang saja taeng ah. Lihatlah bajumu juga basah begini” Jessica mengambil sapu tangan dari tangan gadis berkulit pucat itu dan gentian mengeringkan tubuh gadis itu dengan sebisanya.

Taeyeon menghentikan tangan Jessica dan menatapnya tajam. “ dimana yuri? kenapa dia tega membiarkanmu sendiri hujan-hujan begini?”

Jessica menatap taeyeon dengan murung, matanya berkaca-kaca di penuhi air mata yang hendak keluar. Tanpa aba-aba si gadis pendek pun memeluk tubuhnya. Jessica segera membalas pelukan taeyeon sambil terisak .

“menangislah, biarkan hujan ikut  merasakan apa isi hatimu. Aku disini untuk mendengarkan ceritamu” bisik taeyeon padanya.

 

 

tbc.

Advertisements

8 thoughts on “just love me! 10

  1. Gee says:

    Hai izin baca ff nya ya,aku belum bca dri awal,tp pas bca part ini jd pnsaran sma akhirnya,tlong jgn psahkan yulsic hehe
    Terimakasih sebelumnya..

    Like

  2. Im d says:

    Jgn coba coba jessie merebut tae dri fany..taeny udh bahagia .. Nyesel kn jessie skrng knp ga terima cinta ny tae .. Skrng giliran tae udh bahagia sama fany jd uring uringan sendiri dah

    Liked by 1 person

  3. Chickenrobot18 says:

    Taeny makin sweet aja 😍😍.

    Kurasa jessica cemburu deh liat taeyeon perhatian sma tiffany,hahaha makanya jess jgn sia-siain orang kaya taeyeon. Inget jess!!! Jgn coba coba kamu hancurin kebahagian nya taeyeon,dia udh bahagia sma tiffany.

    Liked by 1 person

  4. ravi says:

    yuri kenape sih jahat gtu sama sica. gk tau apa ntr klo sica digangguin org jahat gmn? dasar yuri mikirin yg gk penting aja deh… sebelllllll~~~~~~~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s