just love me! 11

Title: Just love me!

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

other cast: sunny lee

sooyoung choi

 

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

short update.Maaf karena menyelesaikan ff ini dalam waktu yang lama, saya usahakan untuk menyelesaikannya secepatnya *bow*

happy reading!

 

 

 

 

Part sebelumnya~

Taeyeon menghentikan tangan Jessica dan menatapnya tajam. “ dimana yuri? kenapa dia tega membiarkanmu sendiri hujan-hujan begini?”

Jessica menatap taeyeon dengan murung, matanya berkaca-kaca di penuhi air mata yang hendak keluar. Tanpa aba-aba si gadis pendek pun memeluk tubuhnya. Jessica segera membalas pelukan taeyeon sambil terisak .

“menangislah, biarkan hujan ikut  merasakan apa isi hatimu. Aku disini untuk mendengarkan ceritamu” bisik taeyeon padanya.

 

Taeyeon pov

“jadi yuri sibuk dengan tim basketnya dan mengabaikanmu, begitu?”

Sica menatapku sambil mengangguk. Kulihat pipinya semakin basah karena menangis sejak tadi. Kuhapus air mata itu dengan kedua ibu jariku,  tanpa sengaja mata kami saling menatap satu dengan yang lain.

Beberapa detik berlalu aku pun tersadar dari lamunanku saat menatap matanya, ku alihkan pandanganku dengan segera dan mengacak rambut coklatnya itu dengan kedua tanganku

“jangan menangis seperti ini, apakah yuri terlalu berarti hingga mampu membuat air matamu jatuh? Kamu jelek tau” ejek ku padanya, dia tertawa juga sambil memanyunkan bibir tipisnya itu.

Lama kami berdua hanyut dalam keheningan masing-masing. Ku tatap setiap tetesan air yang jatuh melalui celah-celah atap halte ini, kenangan ini muncul lagi di kepalaku. Kenangan yang selalu ingin ku lupakan sedari dulu, dan yang menjadi pertanyaanku.. mengapa kenangan seperti ini selalu muncul disaat hujan turun.

“taeng ah.. hei, kenapa melamun eoh?” sica menguncangkan bahuku. Kulihat ia sambil tersenyum tipis.

“kamu merindukan umma?” tanyanya kembali dan aku pun mengangguk lemah sembari tersenyum.

Ia memeluk ku dari samping, awalnya aku kaget namun aku langsung membalas pelukannya. Ia menarik kepalaku untuk bersandar lebih dekat dengan bahunya, dan mengelus helaian rambutku dengan lembut.

“aku tau hujan  sering membawa semua kenangan buruk dalam dirimu, tapi jangan pernah batasi kebahagianmu karena rintikan hujan ini taeng ah. Kamu tau, mungkin kesedihan bisa menghanyutkanmu kapan pun ia mau. Tapi kamu juga harus tau kalau kamu sendiri lah yang dapat menghalau badai tersebut, karena kamu sumber kebahagian orang-orang disekitarmu” kurasakan bibirnya menyentuh rambut-rambutku. Jebal… jangan biarkan aku semakin dalam mencintaimu sica ah, aku sudah punya hati yang harus ku jaga.

“beberapa minggu kemarin aku bertemu oppa..”

“mwo? Oppa mu? Bagaimana bisa??” ia melepaskan pelukannya dari tubuhku dan menatapku kaget. Mungkin sudah saatnya aku menceritakan nya padanya.

“ne sica ah. Saat aku itu aku tak sengaja menabrak mobil seseorang, untungnya keadaan dia dan aku baik-baik saja. Kami hanya berkenalan untuk mengganti segala kerugian akibat kecelakaan itu , dan… dia memelukku dan mengaku jika dia itu jiwoong oppa. saat itu rasanya seluruh duniaku seakan berhenti berputar, aku ga bisa mikir dengan benar karena aku sedang buru-buru untuk menemui tiffany , hingga aku memberikannya nomerku dan kamipun berjanji untuk bertemu lagi dalam minggu ini.” Jelasku padanya. Kulihat raut mukanya sedikit berubah. Sedih,kecewa dan marah menjadi satu persis seperti saat dia mendengar kabar saat aku menghajar mantan kekasihnya dulu karena ketahuan berselingkuh.

Dia masih diam dalam pikirannya sendiri, meninggalkanku yang berkecamuk dengan rasa sedih yang mendadak menghujam hatiku.

“selamat ya.. akhirnya kamu sudah menemukan kebahagianmu sendiri taeng ah. Kamu telah menemukan cinta mu bersama tiffany, dan sekarang kamu bertemu oppa yang telah lama terpisah” raut mukanya kembali sendu. “tapi entah kenapa aku takut kalau kamu akan pergi meninggalkan ku dan lainnya nanti. Rasanya kabar kedatangan oppamu akan membawa berita besar nantinya.. apakah tiffany tau?”

Aku menggeleng lemah. Mendadak ponselku berdering, segera ku ambil benda berbentuk persegi panjang itu dari balik saku seragamku. Ini dari tiffany , dengan segera aku menjawab telfon tersebut.

“halo sayang” sapaku dengan nada seceria mungkin

“kamu lagi dimana boo? Sudah dirumah?” suaranya dari sebrang telepon.

“ah ani , aku sedang bersama sica di halte dekat café. Kami terjebak hujan sayang”jawabku jujur.

“oh baiklah taetae, bisakah kamu menginap dirumahku malam ini? Daddy dan mommy ada meeting mendadak ke hongkong selama seminggu.. aku takut sendirian saat hujan-hujan begini” rengeknya manja padaku.

“haha arraseo , aku pulang kerumah dulu untuk mengganti baju. Aku tutup dulu ya telepon nya sayang”

“baiklah boo, hati-hati ya” balasnya sambil menutup telepon.

Ku lihat Jessica sebentar, ia memberikan senyuman tipisnya padaku.

“aku rasa ini belum saat nya untuk memberitahukannya. Tolong rahasiakan ini dulu pada nya dan mereka ya” ucapku padanya. Kulihat hujan sudah mulai reda. “tunggu sebentar ya” ucapku padanya.

 

Aku sedikit berlari menuju café di sebrang jalan,  kedua sepatu putih yang menghiasi kaki ku pun langsung bersentuhan dengan genangan air yang membasahi setiap bibir aspal di tempat ini. Kurogoh kunci yang berada di ransel punggungku dan mengammbilnya.

Ku hidupkan mesin motor matic berlogo vespa ini dan mulai membawanya menuju halte tadi. Kulihat Jessica masih menatap lantai dan menggoyang-goyangkan kakinya pelan.

“hei ice princess! Sepertinya ahjussi masih terjebak macet, ini sudah mulai malam.. ayo aku yang antar” ucapku padanya sedikit berteriak. Ia menatapku sedikit kaget sambil menunjukan wajah bengongnya.

“ayolaah.. motorku memang tidak se keren motor sportnya yuri hahaha. kamu sudah malu ya kubonceng naik ini?” ledek ku padanya. Ia pun menghampiriku sambil tertawa.

Ku berikan helm pink milik tiffany padanya, kulihat dia sedikit jijik menatap warna pada helm yang ia terima.

“apa dia begitu special hingga kamu mau mengubah helm ini dengan warna yang paling kamu takuti?” dia sedikit meledekku soal warna pink ini, ayolaah.. semua orang pasti rela melakukan apa saja demi orang yang ia sayang, begitu juga denganku.

“aishh.. ayo cepat naik. Atau mau aku tinggal?”

Dengan segera ia duduk di belakangku dan memelukku, emm.. mungkin ini bisa dibilang sangat erat dari biasanya. Tapi sudahlah, tak ada salahnya seorang sahabat memeluk sahabatnya sendiri. Tanpa menunggu lama aku pun menjalankan motor ini menuju rumah sica dan pergi ke rumah kekasihku, Tiffany Hwang.

***

 

aku memencet bel rumah tiffany, tak perlu menunggu lama seorang gadis dengan rambut yang sedikit berantakan membukakan pintu rumah ini untukku. Dengan memeluk selimut berwarna merah mudanya ia mengucek-ngucek kedua matanya dengan lemah.

”taetae.. “

“malam sayang” aku menyengir sambil memberikannya selembar kertas yang terlipat menjadi 4 bagian. Kulihat wajahnya sedikit kebingungan menerima lipatan kertas berwarnah merah muda yang ada di tangan kanannya.

“apa ini ?”

Aku sedikit tertawa. Tanpa menjawab pertanyaannya langsung ku langkahkan kedua kaki ini menuju sofa di ruang tv dan merebahkan tubuhku disana. Ahh… rasanya seluruh badanku sangat lelah. Lalu,Ku pejamkan mata ini perlahan.

Bukk..

Kurasakan seseorang menimpa tubuhku, dengan perlahan kembali ku buka kedua mataku mencoba untuk melihat. Itu tiffany, dia menatapku dengan senyuman manisnya. Oh god… jantungku!

“aku tak tahu jika kamu itu romantis tae..” tatapannya berbinar, err.. ini sedikit berlebihan kukira tapi kurasa aku menikmatinya.

“ayolah kamu kan pacarku wajar saja aku meminta itu” ucapku tak acuh

“oh ya?” yah! Dia menampilkan smirknya padaku, omo ini menakutkan!

“kamu ga mau?” tanyaku lagi.

“as you wish. Tentu saja aku mau honey”

Tiffany mulai  mengecup bibirku perlahan. Oh yeah ini menakjubkan, ku kira.

Jari jari lembutnya mengelus pipiku , sedikit membuatku merinding. Nafasku mulai tercekat saat ia mulai menciumku dengan panasnya. Oh tuhan aku akan mati!

“yah.. kenapa kamu mendorong ku?!” dia mulai murka.

“a-ani.. tapi aku kehabisan nafas..” ucapku terengah-engah.

“hmm mianhe sayang aku terlalu bersemangat hehe” dia menampilkan senyum polosnya padaku.

Aku heran bisa jatuh cinta pada orang sepertinya, maksudku coba lihat kadang ia menyeramkan, kemudian berubah menjadi kelinci manis yang meminta wortelnya. Di suatu waktu ia juga berubah menjadi serigala pemangsa yang kelaparan dan sekarang dia menjadi bayi polos di depanku. Ini gila! Yah aku gila karena Tiffany seorang.

 

Tiffany datang dari arah dapur membawa snack dan minuman untuku kami berdua. Sementara aku hanya tiduran di sofa merah nya, rumah ini kebanyakan menyentuh warna terang sedikit membuat mataku sakit. Tapi ayolah, keluarga tiffany sangat fashionable sehingga aku sedikit nyaman walaupun aku tidak paham dengan hal semacam itu.

“aku memintamu kesini bukan untuk tiduran di situ, cepat duduk dan temani aku nonton” ia berkacak pinggang sambil menatapku. Aku hanya memutarkan mata dan duduk di sampingnya.

Ia memeluk pinggangku dan mulai menyenderkan kepalanya di bahuku. Yap, sepertinya dia suka membuatku tak bisa bernafas dengan normal.

Dia mulai larut dalam film bergenre romance yang ia putar. Ini bukan gayaku, tapi tak mengapa selama aku bisa menatap nya dari dekat saja sudah membuatku bahagia . jika di ingat-ingat, Aku dan dia dulu hanyalah tom and jerry yang selalu bertengkar karena insiden ponsel nya yang jatuh kejurang, sejak saat itu entah mengapa tiffany selalu menghantui hari hari ku. Dan sejak dua bulan berteman dengannya aku mendadak jatuh cinta dengan perhatian yang ia berikan padaku. Dan jangan lupakan satu hal jika dia sangat cantik dan seksi. Wajar saja aku sering cemburu saat namja-namja di sekolah membicarakan nya.

Tiffany seperti tau cara nya menjatuh bangunkan hatiku.

“kamu melamun eoh?” tanyanya sambil menatapku.

”ah.. apa? Oh iya apakah jack mati?” aku buru-buru menatap kea rah layar.

“bahkan kamu ga sadar kalo filmnya sudah selesai sejak tadi” dia tertawa mengejek.

“taetae.. aku ngantuk nih” rengeknya lagi dengan manja.

“ayo kita tidur sekarang” ucapku segera bangkit dari sofa. Ku matikan televisi berbentuk slim itu dan meletakan remotenya di meja. Ku lihat tiffany tidak juga beranjak dari posisi duduknya.

“waeyo boo?” tanyaku heran padanya.

“gendong aku”

Saatnya aku harus berjuang untuk sampai di lantai dua dengan selamat. Semoga saja.

 

 

 

TBC

 

 

 

 

*isi kertas yang di berikan taeyeon kepada tiffany.

 

peraturan yang harus di lakukan sebagai kekasih kim taeyeon:

  1.  memberikan poppo di pagi sebelum sekolah dan saat pulang.
  2.  tidak boleh di bonceng dengan motor lain selain si blue (nama motor taeyeon)
  3.  mencintai kim taeyeon dengan sepenuh hati 
  4. jangan memberikan senyum pada namja manapun
  5. saat menelfon di anjurkan untuk mengucapkan kata sandi “saranghae taetae”. 

                                                                                                 

                                                                                                  di setujui oleh,

 

                                                                                  bocah manis dan lucu, kim taeyeon.

Advertisements

12 thoughts on “just love me! 11

  1. brigittagapes says:

    Napa gw butuh plastik pas baca part akhir… tae pabooo… bocah manis dan lucu???? Oh my mine mimpi apha gw baca taealay…
    Jesjes merasakan pedihnya cinta… dan gmana dgn abang tae… moga” terbaik aja deh…
    Taeny sweeet diabtyesss
    See ya thor n hwataengggg

    Liked by 1 person

  2. kimyoobin says:

    Bahahah😃😂 lama baru nongngol thor tp gak apa apa Yg penting ada kelanjutannya hahahha ia ajj kali segala make surat , semerdeka lw ajj tae bocah manis salah woy bocah mesum itu baru lucu

    Liked by 1 person

  3. kwonratna says:

    Diihhh bikn peraturan yg bawa untung bnyak bwt tae hehe, tp lucu tuh aturan yg di bikn tae, bikn ppany makin cinta aja. Jgn sampe deh tae perasaannya berubah krn ngeliat sica, gmn pun jg tae kn udh ppany, moga langgeng ya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s