Just love me! 12

 

Title: Just love me!

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

other cast: sunny lee

sooyoung choi

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

Happy reading!

 

 

 

            Taeyeon memeluk tiffany dengan lembut sembari mengelus rambut kekasih cantiknya itu. Malam minggu ini mereka habiskan hanya berdua di rumah Tiffany.  Yah , kedua orang tua nya memang sengaja menitipkan anaknya semata wayang yang paling mereka cintai kepada Taeyeon, sementara mereka masih berada di Kanada untuk urusan bisnis. Entah mengapa kedua orang tua Tiffany menyetujui hubungan mereka begitu saja, mungkin karena keluarga Tiffany sebelumnya sudah lama bermukim di negeri Paman Sam itulah yang membuat mereka lebih terbuka dengan hal seperti ini. Tentu saja kabar ini disambut bahagia oleh teman-teman lainnya.

               Jack dan Rose maih setia beradegan mesra di hadapan mereka, tiffany masih saja setia menatap layar tipis persegi di hadapannya itu, bibirnya tak henti-hentinya mengembangkan senyum dan takjub atas setiap adegan yang ia lihat, bahkan ia tak kuasa menahan tangis karena melihat adegan dimana sepasang kekasih tersebut yang terpisahkan oleh maut karena kapal yang di tumpagi menabrak batu karang. Jangan Tanya bagaimana dengan gadis yang di sampingnya, karena gadis itu hanya menatap layar dengan malas sambil memutarkan matanya melihat adegan – adegan mesra yang tersaji, ia tipe gadis yang tak percaya dengan hal-hal berbau romantis dalam film dan novel karena baginya melihat seperti itu hanya membuang waktunya saja.

                 Dalam hidupnya ia hanya tertarik pada musik dan seni, sejak kecil ia suka menggambar sesuatu menggunakan crayon di tembok kamarnya tentu saja hal itu membuat Umma nya bangga pada gadis kecilnya, ia sering di beri pujian oleh kedua orang tuanya sembari mencium pipi gembulnya. Bakat seni taeyeon berasal dari gen Ibunya yang merupakan seorang pelukis handal di Korea Selatan, sementara oppa nya sejak kecil sering mengajarkannya bermain gitar , sehingga mereka sering bernyanyi bersama di halaman belakang rumah. Tidak dengan Appanya yang lebih tertarik dengan bisnis sehingga sering mengabaikan waktu bersama mereka, ayah taeyeon adalah seorang pekerja keras karena ia merasa perjuangannya sangatlah besar dalam membangun perusahaan ‘KIM’S FOOD’ dari bawah hingga bisa se sukses sekarang. Sejatinya tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anak-anaknya, appa nya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk ketiga anaknya, ia tak ingin keluarganya hidup dalam kemiskinan oleh sebab itu ia selalu menghabiskan seluruh waktunya untuk perusahaan dari pada keluarga, namun justru hal tersebutlah yang membuat Taeyeon merasa apa yang ayahnya lakukan adalah sebuah kesalahan yang tak bisa ia maafkan.

                 Tanpa sadar ia sudah melamun hingga film pun selesai. Bahkan tiffany menatapnnya heran sembari menyilangkan kedua tangannya di dada. “kamu melamun eoh?” Tegurnya pada gadis berkulit pucat itu. Si gadis yang baru sadar akan dunia aslinya pun kaget, namun ia segera memberikan cengiran khasnya pada kekasih hatinya. Tiffany dibuat semakin curiga, ia bertanya kembali “ kamu memikirkan jessi ya?” kedua matanya melotot menatap taeyeon, seakan kedua bola mata itu akan copot dari tempatnya. Si gadis yang ditatap hanya bergidik ngeri menatap wajah marah kekasihnya. Ia segera memberikan gelengan “aku hanya memikirkan umma”jawabnya. “ohh.. maafkan aku tae. Aku salah menduga tentangmu” tanpa sadar ia mengelus tangan taeyeon sembari memberikan tatapan lembut. Ia ingin memberikan kehangatan pada gadis itu, ia tahu bahwa di balik kesan dingin yang selalu Taeyeon berikan kepada orang lain, ia hanyalah gadis yang rapuh yang berusaha terlihat kuat di hadapan teman-temannya, itulah yang membuatnya jatuh cinta pada gadis tersebut.

“kamu sudah mengerjakan pr mu ppany ah?” tiffany menggeleng sambil tersenyum, ia tau bahwa taeyeon sedang mengalihkan pembicaraan. Itu tandanya si gadis pendek tak ingin membahas hal tersebut lebih dalam, tentu saja tiffany dengan senang hati melakukannya karena ia tak ingin taeyeon bersedih lagi.

“kalau begitu ayo kita kerjakan bersama, cepat ambil bukumu”

Tiffany mengangguk dengan senang. Ia pun segera mengambil buku nya dan kembali pada taeyeon. Mereka pun mulai mengerjakan tugas – tugas tiffany bersama-sama.

Setengah jam kemudian.

“aigoo… mengapa harus ada matematika sih di dunia ini, membuat rambutku rontok saja” runtuk taeyeon sambil mengacak-acak rambut hitamnya kesal. Sementara tiffany tertawa melihat tingkah kesal pacarnya yang menurutnya itu imut. Dengan kelembutan ia pun merapikan kembali rambut taeyeon dengan jari-jarinya. Taeyeon kembali terdiam, seakan telah terhipnotis akan perlakuan sederhana dari pacarnya, ia menatap tiffany bingung sekaligus senang. Entah karena alasan apa jantungnya kembali berdetak lebih cepat dari biasanya , seluruh rasa kesalnya hilang dan berganti dengan lengkungan senyum di bibir tipisnya. Tiffany pun ikut tersenyum, sehingga mereka beradu pandang untuk waktu yang cukup lama. Secara refleks Tubuh mereka seakan tau apa yang harus di lakukan selanjutnya yakni mendekat satu dengan yang lainnya, hembusan nafas pun kian terasa diwajah kedua gadis tersebut sembari kedua bibir mulai menutup jarak yang tersisa dan saling bertautan dengan lembut. Tak ada emosi, hanya beberapa kecupan lembut yang taeyeon berikan, begitu juga dengan balasan yang tiffany berikan.

             Mereka sudah melakukan ciuman untuk beberapa waktu sebelumnya tapi yang kali ini bagaikan ciuman pertama untuk keduanya, tak ada nafsu di dalamnya. Mereka berenti untuk beberapa saat, menyatukan dahi satu sama lain sambil tersenyum di bibir masing-masing. Taeyeon mengatur nafasnya,seakan merasakan ada jutaan kupu-kupu yang siap terbang dari balik perutnya. Ia kembali memeluk pinggang tiffany dan menatap tepat kedalam bola matanya “ aku baru tau bagaimana rasanya jatuh cinta yang sebenarnya…”

“how?” Tanya gadis bereyesmile itu dengan senyuman yang semakin merekah.

“mari kutunjukan padamu Tiffany Hwang.” Ucapnya lantang sambil menutup jarak kembali diantara mereka, ciuman panaspun kini tak dapat ter elak an.

***

           Setelah mengantar tiffany menuju sekolahnya, taeyeon pun bergegas memutar arah menuju SMA nya . ia tak mau di hukum karena telat masuk di jam pertama, membayangkan wajah Seosangnim yang killernya melebihi anjing galak milik satpam perumahan elite tempat  tinggalnya sudah membuat bulu kuduknya berdiri. Mau tak mau ia harus menambah kecepatan penuh pada laju motornya, untung saja jalanan Seoul hari ini sedang sepi sehingga ia tak perlu khawatir untuk ngebut. Setelah sampai di parkiran, ia pun segera berlari menuju kelasnya. Butuh usaha ekstra untuk menaklukan ratusan anak tangga dengan kakinya yang mungil, sungguh sebuah anugerah dari tuhan karena kelasnya berada di lantai tiga. Akhirnya ia pun berhasil masuk kedalam kelas dengan nafas yang tersenggal-senggal. Baju yang cukup berantakan serta keringat yang bercucuran membuat seisi kelas terheran-heran. Pasalnya ini adalah pemandangan pertama kali seumur hidup untuk mereka melihat siswa secerdas taeyeon datang terlambat dari biasanya, begitu juga dengan sooyoung dan lainnya.

“hei sini cepat duduk!! Sebentar lagi guru Park datang” teriak sunny padanya.

Taeyeon pun segera mengikuti perintah teman cebolnya. Ia sedikit bersyukur karena guru killer tersebut belum berada dikelas.

“pakai ini untuk membersihkan keringatmu taeng ah” Jessica menyodorkan sapu tangannya, “gumawo princess” balas taeyeon senang. Ia pun segera merapihkan diri. Tak selang beberapa menit, guru yang ditunggu-tunggu pun masuk dan dengan ajaibnya seisi kelas menjadi diam membisu. Pelajaran pun dimulai dengan tenang hingga bel istirahat berbunyi.

Seperti biasa, mereka menghabiskan waktu istirahat di kantin untuk mengisi perut sekaligus mengobrol bersama. Berbeda dari biasanya, kali ini sooyoung lebih tertarik memborbardir teman pendeknya dengan segudang pertanyaan dari pada menghabiskan makanannya. Sementara yang ditanya hanya memandang malas.

“ayolah pendek, aku penasaran kenapa kamu telat” desak sooyoung.

“iyanih, aku juga penasaran. Kamu begadang ya?” Tanya sunny. Sementara Jessica hanya memperhatikan taeyeon sambil menopang dagunya dengan kedua tangan yang di letakan di atas meja. Entah mengapa hanya menatap wajah sahabatnya akhir-akhir ini sudah membuatnya senang dan kenyang(?).

Dengan malas taeyeon menjawab pertanyaan mereka. “ iyaa nih, semalaman aku membantu tiffany mengerjakan tugasnya. Karena itu lah aku telat.” Ia tak ingin jujur akan hal lain yang ia kerjakan bersama tiffany karena takut di ledek habis-habisan oleh sooyoung, lebih baik menyimpan nya sendiri saja, begitu pikirnya. Tanpa sadar memikirkan hal tersebut membuatnya jadi tersenyum sendiri, tentu saja sooyoung semakin ngeri menatap teman pendeknya itu.

“kamu pasti berbuat mesum ya di rumah fany? Dasar byuntae!!” tuduhnya sambil tertawa.

“kamu tuh yang mesum tiang listrik!!” ucapnya membela diri. Sementara sunny dan Jessica ikut tertawa melihat tingkah kedua temannya yang selalu bertengkar. Beberapa menit kemudian seseorang datang ke meja mereka.

“baby.. aku ingin berbicara padamu” ucap yuri yang menatap Jessica penuh harap.

“pergilah yul, aku sedang tak ingin melihat wajahmu” balasnya tanpa menatap wajah yuri.

Taeyeon yang melihat adengan tersebut seakan mengerti, ia mengajak sooyoung dan sunny untuk pergi menuju kelas.

“perjuangkan perasaanmu yul, jangan jadi pengecut seperti aku dulu. Fighting!” bisik taeyeon padanya sebelum menjauh.

            Sudah hampir seminggu Jessica mendiamkan kekasih  tanned nya tersebut. Ia kecewa karena yuri lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman se tim basketnya dari pada dengan dirinya. Malam itu saat taeyeon selesai mengantarkannya pulang, yuri juga tak kunjung menelpon nya atau pun memberi kabar. Jessica kembali menangis karena merasa di abaikan oleh orang yang ia sayang.

              Keesokan harinya yuri datang menemui Jessica di rumahnya, wajahnya sedikit lebam di bagian sudut bibir kirinya, dengan khawatir Jessica membawanya masuk kerumah sembari mengobati luka pada wajah kekasihnya itu. Setelah selesai mengobati, dengan khawatir Jessica bertanya padanya atas apa yang terjadi, dengan wajah lesu yuri pun menceritakan jika malam itu taeyeon datang menemuinya dan memukulnya tepat di depan semua anggota tim. Ia marah besar pada yuri yang mengabaikan Jessica hanya untuk berpesta dengan orang lain, taeyeon mengingatkan kembali atas janji yang yuri buat padanya. Tentu saja Jessica penasaran akan janji yang taeyeon bicarakan pada yuri, mau tak mau yuri pun menjelaskan padanya bahwa taeyeon dulu mencintainya, dan yuri sudah berjanji untuk menjaga Jessica dengan seluruh jiwa raganya pada malam saat mereka di Busan.  karena telah melanggar janjinya yuri pun menyesal dan memohon maaf pada kekasihnya itu, namun entah mengapa sejak hari itu Jessica mengatakan ingin sendiri dulu untuk sementara waktu dan bersikap dingin padanya setelahnya. Ia sangat kecewa pada yuri yang tak jujur sejak awal, dan ia juga kecewa pada dirinya yang tak peka akan perasaan yang di rasakan sahabat kecilnya untuk dirinya.

“baby.. kumohon jangan seperti ini..” ucap yuri kembali, ia mengambil tangan Jessica dan mengenggamnya pelan.

Jessica kembali diam, ia tak ingin melihat yuri sekarang seakan hatinya belum siap.

Dengan penuh keberanian yuri pun memeluk Jessica dengan erat di hadapan semua orang yang berada di kantin. Ia tak peduli lagi akan seluruh penggemarnya yang patah hati karena melihat adegan tersebut. Ia hanya ingin Jessica dalam hidupnya.

“maafkan aku baby, aku sungguh menyesal karena mengabaikan mu.. aku juga menyesal karena berbohong padamu saat itu. Tapi aku melakukan semua ini karena aku benar-benar jatuh cinta padamu sejak kita bertemu di lapangan sekolah aku tau tindakanku salah karena merebut cinta pertama sahabatku sendiri.., tapi seperti yang kamu tau jika cinta bisa membuat seseorang jadi buta dan egois, aku jahat sica. Aku bahkan sudah berhasil membuat taeyeon memaafkanku dan berjanji padanya untuk selalu menjagamu dengan sebisaku, tapi aku malah lalai dengan janji itu. Sungguh aku memang bodoh..” ucapnya dengan penuh penyesalan.

Jessica masih saja diam dalam pikirannya.

Yuri menghembuskan nafasnya berat, ia berlutut di hadapan kekasih nya. Ia mengambil kedua jemari Jessica kembali dan mengecupnya pelan . sontak perlakuannya tersebut membuat seluruh siswa dan siswi di kantin menjadi heboh. Mereka seakan tak rela melihat yeoja yang mereka taksir rela melakukan hal tersebut pada orang lain, sementara di sisi lain tak ada satupun diantara mereka yang berani protes karena gadis beruntung tersebut adalah Jessica Jung, si Princess es!

“baiklah jika kamu tak ingin memaafkanku, aku tau jika yang kulakukan ini tak sebanding dengan semunya yang sudah terjadi. Aku harap bisa memaafkanku nanti…” dia beranjak dari posisinya untuk berdiri, hendak pergi meninggalkan Jessica. Namun tangannya kembali di tahan oleh sang gadis berambut blonde tersebut.

“dasar bodoh! Aku merindukanmu pabo..” ucap Jessica pelan namun masih bisa di dengar oleh yuri. ia pun berbalik untuk menatap kekasihnya seolah tak percaya.

“k-kamu serius kan?”Tanya heran, Jessica hanya menggangguk untuk memberi jawaban.

Dengan senang yuri pun memeluk kekasihnya tersebut dengan erat. “gumawo baby.. aku juga sangat merindukanmu, aku ga tahan berlama-lama jika ga denger suara merdumu. Bisa-bisa aku akan mati besok” ucapnya sambil tersenyum.

“dasar gombal!” ucap Jessica sambil membalas pelukannnya, tanpa sadar ia ikut tersenyum malu.

Seseorang sedang memperhatikan mereka sejak tadi dari kejauhan. Bibirnya pun ikut tersenyum tulus melihat kedua orang yang ia sayangi mampu memaafkan satu sama lain. “ setidaknya ia lebih gentle dari yang ku kira, terimakasih karena menepati janjimu yul” ucapnya pelan, lalu memutuskan pergi dari tempat tersebut.

tbc.

selamat pagi untuk kalian semua para readers di wordpress tercinta~

seperti biasa aku selalu telat apdet untuk ff seupil ini.  curhat dikit boleh yaa~

ntah kenapa ya akhir-akhir ini feels akan taeny shipperku sedikit berkurang haha. mungkin karena aku kebanyakan ngubek2 artikel luar yang ngebahas pendapat mereka tentang taeny kali ya, kebanyakan sih dari mereka bilang kalo tiffany itu ratunya fanservis sementara para locksmith yang udah hardcore tingkat akut kek aku gini banyak delusinya wkwk. yaah sedikit banyak kata-kata mereka ngerubah cara pandang aku tentang taeny yang dari dulu tuh ngotot ngomongin “taeny itu real!” karena menurut aku tatapan tiffany ke taeyeon itu ‘beda’ banget kaya penuh cinta gitu wkwk. eeiiitss tapi bukan berarti aku jadi ga suka sama mereka atau ngebenci kok, aku masih mencintai mereka berdua karena taeyeon bias utama aku di snsd dan yang paling penting mereka berdua itu masih bagian di snsd. ga peduli mau mereka real atau cuma sekedar sahabatan , asalkan mereka masih di satu agency yang sama artinya aku masih bebas berdelulu ria hehehe. 

btw aku mau ngungkapin rasa berdukaku atas berita yang menimpa jakarta hari ini. aku sungguh sangat-sangat menyayangkan atas semua tindakan bodoh yang selalu mengatasnamakan agama. pokonya aku berharap semoga kejadian kaya gini tuh ga terulang lagi di bumi Indonesia yang kita cintai ini. untuk kalian para penerus bangsa, termasuk aku juga sih hehe. pesen aku  cuma satu, jangan mau di adu domba atas apa yang udah terjadi, bagaimana pun kita harus bisa berpikir kritis atas semua masalah, jangan mau terpecah belah. tetap junjung tinggi nilai nkri! karena semua perbedaan itulah yang menyatukan kita, ibarat kaya taeny yang menyatukan kita dalam dunia perDelusian kekeke.

oke segitu aja cuap cuap ga berfaedah dari aku,

salam sayang dari author:*.

bye bye~ 

#prayforjakarta

Advertisements

12 thoughts on “Just love me! 12

  1. nurhuda.nur says:

    Just love me yg ditunggu akhirnya apdet jg . Sitaeny klo ngerjain sesuatu hrs ad bumbu romantis + adegan’ panas baru complete (p).dasar pasangan byun .wkwkwkwk
    Aku mklumi aj pasangan yg sdg dimabuk cinto
    Hahahahaha

    Liked by 1 person

  2. Zoey says:

    Taenymah emang begitu, kalo bukan begitu ya bukan taeny.
    Gue juga sedih dengan kejadian akhir akhir ini yg menimpa indonesia, bukan cuma kasus bom. Orang indo sangat mudah di provokasi, khusus buat masalah bom gue bingung ma orang” yg bilang pengalihan isulah, fitnah lah ntah apa lah. Kalo keluarga mereka yg kena bom masihkan mereka mau bilang itu pengalihan isu atau fitnah dan segala macem tetek bengeknya.

    Liked by 1 person

    • bettertaeny says:

      berarti kiita satu pemikiran nih hahaha, kita sebagai orang yang masih ‘waras’ cuma bisa berdoa aja semoga ga ada lagi kejadian kaya kemarin , amiiin. makasih sudah membaca :3

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s