Just love me! 13

 

Title: Just love me!

Author: kimrungie

Genre: romance , yuri , school life , hurt.

Cast : Kim Taeyeon

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

other cast: sunny lee

sooyoung choi

SELURUH ALUR CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR, JANGAN MENGCOPAS TANPA IJIN DAN SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR JIKA SUKA”

 

note: sepertinya cerita ini akan segera berakhir dengan beberapa tembakan terakhir, tapi aku masih buntu dengan ending nih huhu. bagaimana menurut kalian? ending yang happy atau sad? hahaaha kita tunggu saja ya!

 

 

happy reading ^o^

 

 

 

 

Sepulang sekolah mereka memutuskan untuk nongkrong bersama di café langganan mereka. Kali ini semuanya turut hadir bersama-sama begitu juga dengan Jessica dan yuri yang sudah berbaikan.  Semenjak kejadian dua minggu terakhir yang mampu menghebohkan seisi sekolah, makin hari dua sejoli ini pun semakin lengket bagai kertas dan lem yang merekat dan sulit dipisahkan. Begitu juga dengan Tiffany dan Taeyeon, tak jarang orang-orang berdecak iri saat melihat kedekatan mereka yang semakin intim di tiap harinya, meski pasangan ini tak mengungkapkan hubungan mereka pada semua orang, tetap saja orang-orang bisa merasakan api asmara diantara keduanya.

 

“wah kalian berempat semakin mesra, membuatku iri saja” runtuk sooyoung sedih.

Jessica dan yuri masih saja sibuk dengan dunianya sendiri, seolah tak peduli dengan keberadaan mereka yang sedari tadi bergidik ngeri menyaksikan adegan mesum yang dilakukan oleh dua orang tak tau tempat itu.

“oh god, aku ingin mual sekarang”sindir sunny dengan wajah jengkelnya.

“dasar iri! sana cari pacar dong biar bisa mesra-mesraan begini kekeke” ucap yuri, sunny hanya memberikan tatapan jengahnya.

“taetae ah aku mau coba punyamu, boleh? ” ucap tiffany manja pada makanan yang sedang di lahap kekasih cebolnya itu, “tentu saja boleh sayang, bahkan jika kamu meminta nyawaku sekalipun, aku mau memberikannya dengan suka rela” jawab taeyeon sambil menyuapkan makanan tersebut pada gadis kesayangannya.

“awww… kamu sudah ketularan si player hitam ini ya hahaha” goda sooyoung, sementara tiffany bersemu malu.

“yah tiang  listrik!! Jaga mulut besarmu itu, jangan menuduhku sembarangan deh” taeyeon melotot kearah sooyoung namun sooyoung hanya memeletkan lidahnya.

Mereka semua tertawa melihat keduanya yang selalu saja bertengkar, begitu juga dengan pengunjung café lainnya yang ikut memperhatikan keributan yang diciptakan mereka.

 

 

Taeyeon memberhentikan motor matic birunya di halaman rumah  tiffany, ia baru saja mengantar gadis yang ia cintai pulang untuk memastikan bahwa gadis tersebut akan selalu selamat sampai tujuan dengan aman. Sepertinya aktifitas sederhana seperti ini akan terus berlangsung selama hubungan mereka masih terjalin, seolah taeyeon tidak rela untuk melepas gadis cheerleadersnya itu di bawa oleh motor lain. Sudah sebulan lebih sejak mereka resmi menjalin hubungan, keduanya masih saja merahasiakan status mereka pada teman – teman lainnya, kecuali teman terdekatnya. Sebenarnya taeyeon tak pernah merasa keberatan atas hubungan mereka yang di ketauhi public, tapi ia juga tak ingin tiffany terkena masalah dengan karir cheers nya di sekolah. Mengingat hanya menunggu hitungan hari saja untuk mereka lulus dari masa SMA, Taeyeon akan terus bersabar akan hal itu karena menurutnya rasa cintanya jauh lebih besar dari pada status yang sedang mereka jalani.

Tiffany menyerahkan helm kesayangannya pada gadis yang masih duduk diatas motor tersebut, sang gadis pun menerima helm tersebut dengan senang hati. Ia masih saja tersenyum memandang kearah gadis di di depannya, sementara gadis yang di pandang merasa heran.

“waeyo sayang? Ada yang salah denganku?” ucapnya bingung.

“ani.. hanya saja kamu melupakan sesuatu”

Tiffany sedikit berfikir , dahinya sampai mengerut dengan kedua alis yang semakin menyatu. Namun tak butuh waktu lama untuk ia paham apa yang di inginkan pacar nya tersebut, dengan cepat ia mendekat pada tubuh gadis itu dan mencium nya dengan lembut. Kali ini lebih spesial, karena Tiffany memberikan kecupan sederhana itu di bibir, bukan di pipi yang seperti biasa ia lakukan.

Tentu saja taeyeon nyengir dengan tampang bodohnya, tanpa sadar ia memegang bibirnya dengan kedua tangannya “wow! Kamu menakjubkan” ocehnya tak karuan, sementara tiffany hanya tertawa melihat tingkah dork kekasihnya.

“kamu ga mampir dulu?”

“mian sayang, tapi aku ada janji dengan seseorang nanti sore. Besok aku akan menjemputmu seperti biasa” taeyeon mencoba mengatakan rasa bersalahnya.

“dengan siapa? Kamu beneran ga kena virus yuri kan?” tiffany menatapnya dengan penuh selidik.

Sementara taeyeon hanya menggeleng dan tersenyum “percaya lah padaku, aku hanya akan jatuh cinta padamu.” Jawabnya tegas. Mau tak mau tiffany ikut tersenyum padanya dan mengangguk.

“kalau begitu aku pergi dulu ne, nanti aku telepon kamu”

“aye kapten! Hati – hati dijalan sayang”

Taeyeon mengangguk dan segera melajukan motor nya menjauh.

 

Tiffany segera merebahkan dirinya di kasur. Matanya terpejam sambil mengingat semua kejadian yang sudah ia lalui hari ini. Dengan segera ia menggelengkan kepalanya karena sudah merasa curiga pada kekasih pendeknya, padahal ia sudah berjanji untuk menjadi orang pertama yang mempercayai taeyeon, tapi malah dirinya sendiri yang melanggar janji tersebut. “mungkin aku butuh mandi air dingin” begitu pikirnya.

 

 

 

seminggu kemudian.

 

Seluruh siswa di SM INTERNASIONAL HIGHSCHOOL hari ini berkumpul di aula sekolah. Begitu juga dengan seluruh anggota keluarga dari pada siswa yang turut hadir menyaksikan hari paling bahagia untuk putra putri mereka yang akan segera memasuki jenjang perguruan tinggi. Suasana di aula yang sangat luas itu pun cukup padat , karena seluruh tamu undangan sudah memenuhi kursi masing-masing. Tak jauh berbeda dengan orang tua dari Jessica,yuri,Sunny dan Sooyoung yang duduk berdampingan dalam satu barisan. Sementara taeyeon tampak kecewa, orang yang paling di harapkannya hadir tidak kunjung datang. Dengan berat hati ia pun langsung ikut berbaris dengan kelompok kelasnya. Keempat temannya yang mengerti akan yang di rasakan taeyeon pun hanya mampu memberikan senyum untuk memberinya semangat.

 

Seluruh siswa kompak dalam menyanyikan lagu mars sekolah mereka, dengan iringan nada piano yang lembut namun tegas dari sang pianis ternama di sekolah, Kim Myung Soo. Namja berparas tampan namun pendiam itu berhasil menghipnotis para yeoja yang hadir atas jari-jarinya yang lihai dalam mengola tuts-tuts piano tersebut.

 

Begitu juga dengan sunny yang sedari tadi tak fokus menyanyikan lagu mars sekolah yang menurutnya sangat  ketinggalan jaman dan lebih memilih mencuri pandang pada namja yang duduk di tengah panggung itu. Sudah sejak lama Sunny memendam perasaan sukanya pada Myung soo, pertemuan mereka bermula saat keduanya bertemu di perpustakaan sekolah. Saat itu Sunny yang mendapat giliran dari kelas untuk membereskan buku-buku di perpustakaan, awalnya ia merasa jengkel dan bosan karena tugas yang di berikan guru Park padanya. Apalagi ia cukup merasa kesulitan untuk meraih sebuah buku yang terletak di rak atas, dengan kaki pendeknya ia tetap berusaha berjinjit bahkan melompat untuk meraih buku tersebut. Namun pucuk dicinta ulam pun tiba, seperti kata pepatah lama yang  telah di sebutkan ia pun segera merasakan tangan seseorang yang memegang pundaknya dan dengan jiwa kepahlawanan membantunya mengambil buku tersebut.

 

 

Seorang namja berparas imut sekaligus tampan menyerahkan buku berwarna merah tua yang sedang di genggam nya begitu saja. Ekspresinya dingin , namun bibirnya tetap tersenyum tipis pada sunny, sang gadis pun dengan gugup membungkuk berulang kali untuk mengucapkan rasa terima kasihnya. Sang namja yang memiliki name tag ‘Kim Myung Soo’ itu pun jadi ikut tertawa melihat kelakuan gadis di depannya. Sadar akan di tertawakan, Sunny berhenti dari aktivitas menunduknya dan mengulurkan tangan untuk berkenalan. Yap , sejak saat itu Sunny dan Myung Soo menjadi dekat. Ia selalu di buat kagum oleh pria tersebut, apalagi ia baru mengetahui jika Myungsoo jauh lebih muda 2 Tahun dari dirinya, ia adalah murid jenius yang mampu loncat kelas dua tingkat dari yang seharusnya. Meski hanya berteman dan bertemu beberapa kali, perasaan kagum itu perlahan berubah menjadi rasa suka yang sangat mendalam. Tapi sungguh sayang, Sunny belum punya keberanian sampai sekarang. Dan taeyeon tau akan hal itu, karena gadis berkulit pucat itu yang hanya Sunny percaya untuk rahasia cerita asmaranya.

 

 

Nyonya Kim yang tak lain adalah ibu tiri Taeyeon, baru saja hadir bersama putri sulungnya Kim Irene. Mereka segera bergegas untuk duduk di kursi tamu yang sudah di sediakan. Tak lupa ia memberikan salam pada orang tua lainnya, begitu juga dengan Irene kecil yang cantik. Ia dengan terkagum –kagum menatap seluruh interior aula gedung, sebentar lagi ia akan tamat dari sekolah menengah pertamanya. Dalam hati ia bertekad untuk segera diterima di sekolah kakaknya ini tahun depan.

 

 

Nyonya Kim sejak tadi terus saja memperhatikan putri tirinya, Kim Taeyeon. Dengan bangga ia meneteskan air mata haru, karena putri yang bukan darah dagingnya itu berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Sebeneranya nyonya Kim sangat  menyayangi taeyeon seperti ia menyayangi Irene, ia tak pernah membedakan keduanya karena sebelum Irene lahir kedunia ia dan taeyeon cukup dekat. Karena sejak Irene lahir, taeyeon merasa kesepian dan merasa mulai tak di jadikan prioritas lagi oleh orang tuanya. Ia selalu saja mengurung diri dan bersikap dingin pada ibu tirinya bahkan pada adik kecilnya yang manis dan lucu.

 

 

Seluruh siswa sudah selesai bernyanyi, bahkan pidato dari kepala sekolah bahkan wali kelas masing-masing kelaspun sudah di lakukan. Saatnya bagi para siswa bertemu dengan keluarga mereka untuk mendapatkan karangan bunga dan berfoto bersama. Taeyeon membungkuk sopan kepada orang tua teman-temannya, terutama pada Daddy dan Mommy Jessica yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri. Tak lupa keduanya juga memeluk taeyeon dengan erat dan mengucapkan selamat pada sahabat putri nya.

“anyeeong semuanya” sapa nyonya Kim pada keluarga yang sedang berkumpul. Kemudian ia menatap taeyeon dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

“ibu.. kau? Ah terima kasih karena sudah hadir” taeyeon yang kaget pun segera memberi salam pada ibu tirinya. Di dalam hatinya ia sedikit bersyukur karena masih ada yang peduli padanya.

 

Nyonya Kim tersenyum sembari memberikan sebucket bunga pada putri tirinya. “selamat nak, ibu bangga padamu. Bolehkah aku memelukmu sebentar?” ucap Nyonya Kim agak ragu, ia takut taeyeon akan menolak perlakuannya.

 

“tentu saja ibu, aku menghargai kebaikanmu” dengan sedikit gugup taeyeon memeluk ibu tirinya, hatinya sedikit berdesir tatkala merasakan kehangatan pelukan seorang ibu lagi setelah sekian lama. Walaupun umma dan appa nya tak akan pernah datang memberikannya selamat, setidaknya ia salah menilai akan ibu tirinya selama ini, ia merasa bersalah sekaligus sedih. Ibunya mengelus punggung gadis itu dan mencium pipi taeyeon, ia memberikan senyum tulusnya untuk putri yang ia sayangi agar tak merasa bersedih, ia paham atas rasa kecewa yang taeyeon rasakan karena Appanya tidak bisa hadir.

 

“chukaee unnie –ya , kamu sangat keren tadi” ucap Irene bangga pada kakanya. Taeyeon pun dengan sayang mengacak rambut adik nya tersebut. “kamu tak ingin memelukku juga Irene ah?” godanya pada gadis itu, ia tau jika selama ini Irene selalu merindukan kedekatan diantara mereka, tapi ia terlalu egois untuk mengakui keluarga barunya atas apa yang sudah ia alami.

 

Irene pun tersipu malu sambil memeluk tubuh kakak perempuannya dengan erat, kemudian dengan cepat ia mengecup pipi gadis tirus tersebut, tentu saja hal tersebut membuat taeyeon dan lainnya ikut tertawa.

 

Disisi lain~

 

Tiffany yang sejak tadi sudah hadir di upacara kelulusan taeyeon pun ikut bersuka cita menyambut moment kecil dari keluarga kekasihnya tersebut. Ia sudah membawa sebuket bunga mawar putih kesukaan taeyeon di genggamannya, namun ia masih saja setia berdiri di pinggir aula karena tak ingin mengganggu momen yang taeyeon lakukan dengan keluarga nya. Ia harus menunggu dengan sabar, sebab taeyeon sudah berjanji untuk berkencan spesial di hari kelulusannya dengan tiffany sore ini. Yap, sekolah tiffany sudah lebih dulu mengadakan upacara kelulusan, para teman-teman nya datang untuk memberikannya selamat, maka sekarang saatnya untuk dia memberikan selamat pada mereka.

 

Dengan senyuman yang mengembang di bibir indahnya, ia pun melangkahkan kakinya dengan anggun ke arah mereka. Banyak siswa-siswa lain yang mengenal tiffany pun ikut kagum melihat penampilannya yang cantik dengan dress merah muda selutut. Namun, mendadak kakinya berhenti melangkah seolah ada magnet yang siap menahan high hills yang ia kenakan. Hatinya segera hancur berkeping-keping saat melihat seorang namja tampan memeluk kekasih hatinya dengan mesra.

 

“hai kiddo!! Congratulations atas kelulusanmu!!” sebuah suara berat berhasil menghentikan aktifitas berfoto mereka, seluruh anggota keluarga termasuk Sunny, Sooyoung, Jessica dan Yuri pun ikut heran karena merasa tak mengenal pria bertubuh tegap tersebut.

 

 

Namun taeyeon yang di buat kaget pun segera tersenyum sambil berlari memeluk tubuh pria itu dengan erat. Tak ada yang berani berbicara, mereka masih saja memperhatikan interaksi keduanya termasuk dengan Nyonya Kim dan Irene.

 

 

“Oppa.. bogoshipoyo. Aku kira kamu ga bakal datang ke upacara kelulusanku. Terimakasih oppa, aku mencintaimu” ucap taeyeon sedikit berlinang air mata, ia tak kuat menahan haru karena kakak tertuanya menepati janji nya untuk hadir, setidaknya dengan kehadiran oppanya di sini mampu menghapuskan rasa rindunya sedikit akan keluarganya.

 

 

“tentu saja adik manisku, oppa sudah berjanji padamu minggu lalu dan aku akan menepatinya sebelum berangkat pulang ke New York lusa” lelaki yang di sebut Oppa oleh taeyeon itu pun mengacak rambut adiknya dengan lembut.

 

 

Namun ia segera sadar karena telah berhasil membuat semua teman-teman taeyeon bingung, ia pun segera membungkuk untuk memperkenalkan diri “anyeong haseyo, Kim Jiwoong imnida. Saya kakak kandungnya Taeyeon dari New York” ia memberikan senyuman hangat pada semuanya.

 

 

Tentu saja mendengar kata ‘Kakak Taeyeon’ membuat yang lainnya semakin tak percaya, namun mereka segera menepiskan rasa kaget tersebut dan mulai memperkenalkan diri masing-masing. Begitu juga dengan Nyonya Kim dan Irene. Jiwoong yang tau kalau istri kedua ayahnya yang hadir pun segera memberi hormat padanya, bagaimana pun ia mengucapkan rasa terima kasih karena telah merawat adik yang ia sayangi dengan sepenuh hati.

 

 

“apakah kamu ingin mampir makan siang dirumah Jiwoong ssi?” Tanya nyonya Kim lembut padanya.

 

 

Namun ia menerima gelengan lembut dari namja tersebut.”mianhae nyonya Kim, bukan nya saya ingin menolak ajakan anda, tapi aku masih belum siap bertemu appa” jawabnya sembari tersenyum lemah.

 

 

Nyonya Kim pun mengangguk mengerti meski ia sedikit merasa kecewa, tapi ia masih tetap senang karena akhirnya bisa melihat Taeyeon tersenyum kembali. Ia pun segera berpamitan untuk pulang kerumah bersama Irene, begitu juga dengan orang tua lainnya yang sejak tadi sudah meninggalkan gedung aula sekolah ini.

 

“aku tak menyangka jika oppa sangat mirip dengan si cebol ini, dan.. kamu sungguh tampan oppa” ucap sooyoung dengan wajah penuh kekagumannya.

 

 

Sementara sunny dan yang lainnya mengganggukan kepala tanda setuju dengan argument dari teman tingginya itu. Jessica yang masih tak percaya pun mulai membuka suara. “younggie benar, aku dulu sering melihat foto kecilmu bersama taeyeon yang ia simpan di kamarnya. Aku mengira kalian adalah sepasang anak kembar yang terpisahkan oleh jarak dan aku benar-benar berharap untuk bisa bertemu denganmu suatu saat nanti, terima kasih karena sudah datang untuk sahabat yang paling aku cintai oppa dan telah mengabulkan keinginanku secara tidak langsung hehe”

 

 

Yuri yang mendengar hal tersebut sedikit merasa cemburu karena Jessica menginginkan bertemu orang lain selain dirinya. Tapi ia sengaja tidak memperlihatkan rasa cemburunya karena gengsi, karena ia tetap merasa menjadi gadis yang lebih menarik dari namja mana pun(?).

 

 

Mereka semua masih setia mengobrol bersama jiwoong , hanya taeyeon yang sedikit gelisah sejak tadi. Ia merasa tak enak hati, karena satu-satunya gadis yang ia tunggu tak kunjung datang. Sooyoung yang segera mengerti pun menepukan tanganya pelan pada bahu sahabatnya, “tiffany baru saja mengabariku jika tak bisa datang. Ia mendadak ada urusan keluarga dan menitipkan salam padamu taeng. Fany bilang selamat untuk kelulusanmu dan ia sangat bangga padamu.” Ucap sooyoung mencoba menenangkan sahabatnya.

Memang benar baru saja tiffany mengirimkan pesan pada gadis tinggi tersebut untuk meminta maaf karena tak bisa hadir, tentu saja ia bisa memakluminya. Tapi tanpa mereka sadar jika tiffany sejak tadi sudah datang ke acara kelulusan mereka, namun entah mengapa ia enggan untuk bergabung dan memutuskan pulang begitu saja setelah melihat kehadiran namja yang tak ia kenal di hadapan taeyeon.

 

 

“siapa tiffany itu kiddo? Wah kamu lebih mengharapkan seorang gadis untuk hadir dibandingkan Oppamu yang tampan ini ya?” goda jiwoong padanya, semua orang tertawa sementara taeyeon hanya tersenyum. “ dia gadis yang aku ceritakan padamu minggu lalu oppa. aku juga mengharapkanmu paboya”  ia memukul kepala jiwoong pelan, mereka semua kembali tertawa melihat kelakuan dua kakak beradik yang terlihat sangat mirip tersebut, bedanya hanya rambut jiwoong pendek dan rambut taeyeon jauh lebih panjang kekeke.

 

“baiklah-baiklah, maafkan oppa hehehe. Bagaimana jika aku mentraktir kalian makan untuk merayakan kelulusan kalian?” ucap jiwoon, tentu saja hal tersebut disambut baik oleh mereka semua terutama sooyoung.

 

 

 

>>>

 

Setelah hari kelulusan dan makan siang untuk merayakan kelulusan mereka bersama kakak kandungnya, malam harinya taeyeon datang untuk menemui Tiffany. Ia berencana untuk melakukan pesta kecil-kecilan dirumah kekasihnya tersebut, karena ia tahu jika sore tadi Daddy dan Mommy nya mengabari taeyeon untuk berkunjung kerumah mereka jika ada waktu untuk menemani Tiffany yang akan mereka tinggalkan untuk perjalanan bisnis selama dua hari.

 

Tentu saja kabar itu disambut sangat baik oleh taeyeon, setelah selesai membersihkan diri ia pun segera melajukan motornya ke minimarket untuk membeli beberapa makanan ringan serta minuman untuk persiapan pesta di rumah tiffany. Namun ia harus menelan rasa kecewa mendadak, karena ternyata Tiffany sedang tidak ada dirumah, ahjussi sang supir pribadi di keluarga nya mengatakan jika Nonna mudanya sudah pergi bersama Bora sejak sejam yang lalu. Maka pupus lah harapannya untuk mewujudkan kencan spesial yang sudah ia rencanakan, dengan berat hati taeyeon harus melajukan motornya pergi menjauh. Ia cukup sedih kali ini, tapi ia tak bisa menyalahkan tiffany karena ia merasa tiffany juga butuh kebebasan untuk berkumpul bersama teman-temannya, ia tak punya banyak hak untuk melarangnya.

 

Tanpa sadar ia pun memarkirkan motor matic biru mudanya di depan apartement milik yuri. sudah hampir 2 tahun terakhir ia tidak menginjakan kaki nya di tempat ini mengingat hubungannya dulu bersama yuri sempat renggang karena saling membenci.

 

 

Dengan berat hati ia pun memencet bel di depan pintu tersebut, apartement yuri tidak terlalu besar dan juga tak kecil ukurannya sangat cocok untuk di tinggali seorang diri mengingat kedua orang tuanya yang tinggal di kota lain karena harus mengurus usaha milik kakek neneknya. Tak perlu waktu beberapa lama, seseorang pun membukakan pintu, siapa lagi kalau bukan Kwon Yuri si pemilik sah dari tempat yang ia tuju. “mau berpesta?” ucap taeyeon nyengir padanya.

 

Walau sedikit kaget akan kehadiran taeyeon ia pun mempersilahkan gadis bertubuh pendek itu untuk masuk.

 

 

“tidak banyak yang berubah dari tempat ini, kamu masih saja memajang foto itu ya” taeyeon tersenyum memperhatikan sebuah figura kecil di sudut ruangan yang menampilkan kedua anak kecil yang tersenyum sambil memegang mendali yang menggantung pada leher mereka. Tanpa sadar yuri juga ikut tersenyum melihat foto tersebut, ia sangat menyayangi foto tersebut karena itu satu-satunya foto yang tersisa dari persahabatan mereka berdua.

 

“tentu saja, bagaimana pun aku ga bisa membencimu begitu saja taeng ah.”

 

Taeyeon pun mengangguk mengerti dan duduk di sofa hitam milik yuri. “ bagaimana hubunganmu dengan sica?” ucapnya membuka obrolan. Sementara yuri yang baru saja menuangkan soju pada gelas ikut melirik kearah gadis di depannya itu sekilas, lalu memberikan segelas cairan alkohol itu padanya. “gumawo” ucap taeyeon lalu meminumnya dalam sekali tegukan.

 

“seperti yang kamu lihat, aku dan sica sudah semakin membaik. Aku rasa dia sudah memaafkanku sepenuhnya. Terima kasih karena telah menyadarkanku saat itu taeng ah” jawabnya sambil meneguk cairan bening itu. Ia menuangkan kembali soju tersebut ke gelas taeyeon dan bersulang untuk meneguknya.

 

“bagaimana denganmu dan fany? Mengapa kamu kesini, maksudku aku sedikit kaget melihatmu tiba-tiba datang di depan pintu apartementku. Aku pikir tadi sica babyku yang datang. Untung saja aku tidak langsung menciummu haha”

 

Taeyeon sedikit kaget dengan perkataan jujur dari teman hitamnya itu, namun dia ikut tertawa “kamu sungguh mesum yul, aku ga nyangka kalian sudah sejauh itu. Aku rasa kamu perlu di bawa ke dokter untuk cuci otak.” Candanya.

 

“yah !!! aku memang mesum dan tidak ada yang memungkiri atas keseksian tubuh dari seorang Jessica jung, tapi asal kamu tau ya dia bisa saja langsung membunuhku jiwa berani menyentuh ‘area’ fantastis dari tubuhnya, memikirkannya saja sudah membuatku bergidik ngeri” taeyeon kembali tertawa mendengar perkataan yuri, ia tak menyangka jika orang seplayer selevel yuri mampu takluk dengan Jessica.

 

“hei ayolah jangan menertawakan ku, lebih baik jawab pertanyaanku tadi. Pasti kamu lagi bermasalah dengan tiffany ya?” Tanya nya dengan sedikit kesal.

 

 

Mendengar nama tiffany, membuat rasa kecewa taeyeon kembali . dengan berat hati ia menceritakan apa yang ia rasakan pada gadis di depannya. Tentu saja yuri menyambut baik setiap cerita taeyeon dengan soju yang terus mereka minum, tanpa sadar keduanya telah mabuk dan tertidur di sofa hitam milik yuri hingga pagi.

 

>>>

 

jam sudah menunjukan pukul 11 siang, sementara taeyeon sudah sampai di halaman rumah besarnya. Lee ahjussi yang tak lain merupakan supir pribadi keluarganya terlihat sedang membersihkan mobil hitam yang semakin kinclong milik ayahnya, itu pertanda ayahnya sudah berada dirumah.

taeyeon semakin heran, karena tidak biasanya di jam-jam kerja seperti ini Appa super sibuknya itu bisa berada dirumah, “ini keajaiban!! mungkinkah dia ingin memberikan selamat padaku?” kekehnya dalam hati.

 

dengan sedikit harapan di dalam dirinya, ia pun masuk ke dalam rumah besar tersebut sambil sedikit bersiul-siul. Dalam setiap langkah kakinya ia selalu mengingat kejadian terakhir yang ia habiskan bersama Oppanya, ia ingin merasa bahagia sekarang, ia tak mau lagi bersedih atau pun berputus asa seperti dulu kala. masalah hatinya dengan Tiffany biarlah ia selesaikan setelah ini. Yap, taeyeon tak mau menjadi seorang pecundang seperti dulu saat ia menyukai jessica, kali ini ia akan lebih memperjuangkan cintanya.

 

dengan tenang ia meletakan ranselnya di sofa, tak jauh dari sana, taeyeon melihat ayahnya yang sedang duduk di sebuah kursi panjang di pojok ruangan, tempat biasanya untuk taeyeon dan keluarganya dulu menghabiskan sisa waktu bersama untuk sekedar mengobrol dan bercanda.

 

“appa” sapanya ramah sambil langkah kakinya bergerak menuju tempat tersebut.

 

 

‘PLAAKK!!!’

 

 

 

Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi tirusnya.

 

 

 

“DASAR ANAK TAK TAU DIUNTUNG! KAU SAMA MEMALUKANNYA SEPERTI IBUMU!”

 

 

Tbc.

Advertisements

14 thoughts on “Just love me! 13

  1. taeny407 says:

    Omg! What happen?
    Gimana taeng gak benci banget sama sama appanya. Kelakuan appanya aja gitu kesal banget loh.
    Dan tiffany astaga malah bikin taeng tambah kacau, ini parah banget sih taeng kasian banget dihari bahagianya malah jadi giniii 😭😭😭

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s